|
Minggu, 20 Juli 2008
| Yang Harus Ditanyakan Sebelum Anda Dioperasi |
|
|
|
| Ditulis Oleh Administrator | ||||||
| Sabtu, 12 Januari 2008 | ||||||
|
Apakah Anda menghadapi keputusan harus dioperasi? Jutaan orang mengalami operasi setiap tahunnya. Tapi kebanyakan operasi dilakukan tidak dalam keadaan gawat darurat, berarti Anda akan mempunyai cukup waktu untuk menanyakan kepada dokter bedah tentang keharusan di operasi, termasuk kapan dan dimananya.
Informasi di bawah ini berlaku untuk operasi yang tidak gawat darurat atau disebut juga operasi elektif. Pertanyaan terpenting adalah kenapa prosedur tersebut sangat penting untuk Anda dan apa alternatif selain itu. Jika Anda ternyata tidak perlu dioperasi, berarti Anda akan terhindar dari risiko yang mungkin timbul. Setiap tindakan operasi dan alternatif pengobatannya memiliki risiko dan keuntungan. Nah, operasi hanya akan dijalankan jika memang keuntungannya lebih besar dari pada risikonya. Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang dapat Anda tanyakan. Dokter Anda harus terbuka untuk setiap pertanyaan. Jika Anda merasa kurang jelas, mintalah ia untuk menerangkannya dengan lebih rinci. Pasien yang mendapat penjelasan secara baik akan lebih puas menerima apapun hasil pengobatan yang dijalaninya. 1. Jenis operasi apa yang dokter Anda anjurkan? Mintalah Dokter Anda untuk menjelaskan prosedur operasi. Misalnya, jika ada bagian yang harus diangkat atau dibuang, tanyakan kenapa harus dilakukan demikian. Dokter bedah Anda dapat menggambarkannya secara skematis tentang tahap-tahap operasi itu. Tanyakan juga jika ada cara operasi yang lain. Cara yang satu mungkin lebih kompleks daripada cara yang lainnya. Tanyakan mengapa ia memilih cara itu pada Anda. 2. Kenapa saya harus dioperasi? Ada banyak alasan dilakukan operasi; bisa untuk mengatasi rasa nyeri, untuk mengurangi gejala penyakit, memperbaiki fungsi tubuh, atau untuk menegakkan diagnosis penyakit. Operasi juga dapat berguna untuk menyelamatkan nyawa pada keadaan terancam. Dokter bedah Anda akan menjelaskan tujuan operasi dan pastikan bahwa Anda memang mengerti kaitan operasi dengan penyakit Anda. 3. Apa alternatif selain operasi Kadang operasi bukanlah satu-satunya alternatif. Obat atau terapi non-operasi lain seperti diet atau olah raga khusus juga dapat membantu. Tanyakan pada dokter bedah Anda tentang risiko dan keuntungan dari tiap-tiap alternatif itu supaya Anda dapat memutuskan yang terbaik. Ada lagi alternatif lain, yaitu perhatian yang seksama, yaitu dokter mengamati kemajuan kesehatan Anda dalam beberapa waktu. Jika ternyata membaik, mungkin operasi Anda dapat ditunda atau bahkan dibatalkan. 4. Apa keuntungan menjalani operasi?,/li> Tanyakan keuntungan Anda jika menjalani operasi, misalnya jika dengan operasi panggul maka Anda akan dapat berjalan kembali. Tanyakan pula berapa lama keuntungan itu dapat Anda rasakan, karena pada beberapa operasi tertentu keuntungannya hanya sebentar dan perlu operasi kembali berikutnya, atau ada juga yang keuntungannya memang berlaku seumur hidup. Namun Anda juga harus realistis karena banyak pasien terlalu berharap banyak dan kemudian kecewa dengan hasil yang diperoleh. Tanyakan jika ada literatur tentang hasil dari operasi yang akan Anda jalani itu. 5. Apa saja risiko dari operasi itu? Setiap operasi akan mengandung risiko. Itu sebabnya Anda harus mempertimbangkan keuntungan dan risiko operasi termasuk komplikasi atau efek sampingnya. Komplikasi dapat terjadi selama berlangsungnya operasi yang biasanya tak terduga seperti infeksi, perdarahan, reaksi obat bius, atau kecelakaan saant operasi. Ada orang-orang yang risikonya meningkat karena kondisi medis tubuh tertentu. Sedangkan efek samping yang mungkin timbul biasanya dapat diantisipasi, antara lain adalah adanya bengkak atau nyeri. Setiap operasi hampir selalu disertai nyeri, maka tanyakan bagaimana para dokter dan perawat dalam mengatasinya. Karena pengontrolan nyeri akan membuat Anda sembuh dengan nyaman dan lebih cepat, sehingga memberikan hasil yang lebih baik. 6. Bagaimana jika saya tidak dioperasi? Berdasarkan keuntungan dan risiko operasi, Anda mungkin saja memutuskan untuk tidak menjalani operasi. Oleh karena itu, tanyakan apa kerugiannya; apakah Anda akan tersiksa oleh rasa nyeri? Apakah keadaan Anda akan memburuk? Apakah keluhan-keluhan itu akan hilang begitu saja? 7. isakah saya mendapat opini dari dokter lain? Lebih baik lagi jika Anda bisa mendapatkan opini dari dokter lain, untuk memastikan bahwa operasi memang merupakan alternatif terbaik. Mintalah data kesehatan Anda pada dokter Anda supaya dokter kedua yang akan Anda kunjungi tidak perlu melakukan tes ulangan. 8. Apa pengalaman Dokter selama melakukan operasi tersebut? Salah satu cara untuk mengurangi risiko operasi adalah memilih dokter yang sudah berpengalaman di bidangnya. Tanyakanlah pengalaman dan kesuksesan Dokter Anda selama melakukan operasi jenis itu. atau Anda dapat juga membahas tentang kualifikasi dokter bedah dengan dokter yang pertama menangani Anda. 9. Dimana operasi akan dilakukan? Biasanya para dokter beroperasi di lebih dari satu tempat. Jadi, cari tahu dimana Anda akan dioperasi. Tingkat keseringan operasi di berbagai rumah sakit berbeda-beda. Tanyakan bagaimana kesuksesan operasi di rumah sakit yang ditunjuk. Anda bisa minta pindah jika memang ada yang lebih baik. Demikian pula sekarang tidak semua pasien yang akan dioperasi harus dirawat dulu sebelumnya. Ada beberapa rumah sakit yang memiliki unit operasi khusus dimana Anda bisa menghemat karena tidak harus membayar biaya rawat inap. 10. Apa jenis anestesi yang akan dilakukan? Anestesia pasti digunakan agar operasi dapat dilakukan tanpa rasa nyeri. Dokter bedah Anda akan menjelaskan jenis anestesi yang akan digunakan, apakah lokal, regional, atau umum berikut dengan alasannya. Dengan anestesi lokal, Anda hanya dibius di daerah yang akan dioperasi, contohnya pada operasi gigi. Pada anestesi regional, Anda dibius untuk suatu daerah yang luas untuk beberapa waktu, misalnya keseluruhan tungkai kanan dan kiri. Sedangkan pada anestesi umum, Anda tidak akan sadar karena dibius keseluruh tubuh. Anestesi akan cukup aman untuk pasien karena dilakukan oleh ahlinya, yaitu spesialis anestesi atau perawat/penata anestesi. Jika Anda memang memutuskan untuk dioperasi, sebaiknya temui dokter anestesi yang bersangkutan dan ceritakan jika Anda memiliki alergi terhadap obat tertentu dan pengobatan yang Anda terima karena akan mempengaruhi pada saat pembiusan. 11. Berapa lama saya akan pulih kembali? Dokter Anda akan menjelaskan apa yang akan Anda rasakan , apa yang bisa atau tidak bisa Anda lakukan selama beberapa hari atau beberapa mingu atau beberapa bulan setelah operasi. Tanyakan berapa lama Anda harus dioperasi, peralatan apa yang akan Anda perlukan selama kembali di rumah, kapan Anda bisa kembali berolah raga ata bekerja, dan sebagainya. Ikutilah semua nasehat dokter bedah Anda agar Anda bisa kembali pulih sebaik mungkin. 12. Berapa biaya yang harus saya keluarkan? Tanyakan berapa biaya dokter bedah Anda dan meliputi apa saja. Biaya operasi Anda akan juga termasuk biaya kunjungan dokter setelah operasi, biaya rawat, anestesi dan biaya-biaya penunjang lainnya. Tambahkan sebagai favorit (10) | Kutip artikel ini pada situs Anda | Dilihat: 191
Beri Komentar
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 |
||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
|
|
||||||||
|
|
||||||||
|
|









































































