|
* Deep vein thromosis (DVT) kerap diasosiasikan dengan economy class syndrome (ECS) atau sindroma kelas ekonomi Hal ini terjadi saat terjadi gumpalan darah pada vena bagian dalam dari kaki. Biasanya kondisi tersebut berlangsung saat darah tidak dapat bergerak secara adekuat pada pembuluh darah. Misalnya saja setelah duduk terlalu lama dalam penerbangan jarak jauh.
Gejala tersebut bisa timbul beberapa minggu setelah penerbangan atau bahkan tiga jam setelah penerbangan. Sindrom tersebut bisa menimbulkan banyak hal mulai dari rasa sakit pada tubuh, napas pendek, serangan jantung sampai stroke. Bahkan pernah dikabarkan seorang perempuan muda berkebangsaan Inggris meninggal setelah melakukan penerbangan jarak jauh. Gumpalan darah ini biasanya berada pada pembuluh vena dalam yang terletak di betis maupun paha. Pada bagian tubuh tersebut, darah bergerak perlahan. Dan saat penggumpalan terjadi bisa menyumbat suplai darah di bagian vena. Gejala yang terjadi bisa dimulai dengan rasa nyeri pada kaki namun tidak tergolong fatal. Hanya saja, bila gumpalan darah tersebut bergerak bisa sampai ke paru-paru atau tempat lain sehingga timbul stroke, kerusakan organ atau bahkan kematian. Saat Anda duduk dalam waktu lama tanpa melakukan kontraksi otot pada bagian kaki, darah dapat berkumpul pada vena. Tempat duduk yang sempit pada kelas eknomi dapat menghambat gerakan tubuh, terutama kaki. Meski begitu, sempitnya ruang tidak boleh lantas dijadikan alasan Anda tidak bergerak. Karena beberapa gerakan minimal masih bisa Anda lakukan di ruang yang sempit tersebut. Dehidrasi atau kurang cairan juga bisa menghambat aliran darah yang menimbulkan terjadinya gumpalan. Dengan begitu suplai oksigen ke beberapa anggota tubuh juga bisa terhambat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sekitar 18 persen dari kematian mendadak di pesawat terbang terjadi akibat gumpalan darah pada paru-paru. Risiko besar terjadinya DVT bisa terjadi pada wanita hamil, obesitas, varises, dan kanker. Sindrome tersebut juga terjadi pada perokok, peminum alkohol, serta penderita jantung koroner. Untuk mencegah terjadinya DVT, hendaknya saat melakukan penerbangan 1. Minta tempat duduk di dekat lorong, supaya kaki Anda mempunyai ruang yang cukup leluasa untuk bergerak. 2. Jangan menyilangkan atau menumpu kaki Anda. Karena hal ini dapat mengurangi aliran darah di kaki. 3. Jangan lupa untuk tetap minum. Setidaknya minum satu gelas air setiap dua jam sekali. Hindari alkohol dan minuman yang mengandung kafein karena bisa menyebabkan terjadinya dehidrasi. Saat dehidrasi, darah akan lebih kental sehingga meningkatkan risiko terjadinya gumpalan darah. 4. Gunakan pakaian longgar. Hindari penggunaan stoking atau kaus kaki yang sangat kencang di bawah lutut. 5. Jangan minum obat tidur selama perjalanan. Karena hal ini akan meminimalisasi gerakan Anda. 6. Bangun dari kursi dan jalan setidaknya satu kali dalam satu jam. 7. Saat duduk, cobalah untuk memijat kaki, pergelangan kaki, serta lutut. Jangan lupa pula lakukan gerakan otot betis untuk merangsang sirkulasi darah. Tambahkan sebagai favorit (10) | Kutip artikel ini pada situs Anda | Dilihat: 200
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com All right reserved |