|
Anak merupakan kebanggaan setiap orang tua, sehingga orang tua akan berusaha agar anaknya dapat tumbuh cerdas dan sehat. Banyak cara yang dapat dilakukan oleh para orang tua untuk menunjang proses pertumbuhan dan perkembangan tersebut. Salah satu yang penting ialah dengan melakukan imunisasi Hib.
Apa itu Hib ?
Hib merupakan kependekkan dari Haemophyllus influenzae tipe b. Kuman ini bukanlah virus, tetapi merupakan bakteri. Bakteri Hib adalah bakteri normal yang hidup di saluran pernafasan manusia. Sebagian besar orang yang mengalami infeksi bakteri ini tidak harus menjadi sakit, tetapi ia tetap bisa menjadi pembawa kuman, karena Hib akan menetap di tenggorokan orang yang terinfeksi. Bakteri Hib termasuk bakteri yang ganas dan merupakan salah satu penyebab tersering kesakitan dan kematian pada bayi dan anak berumur kurang dari 5 tahun. 400.000-700.000 anak per tahun meninggal karena penyakit yang disebabkan oleh bakteri Hib. Dengan resiko tertinggi pada bayi usia 4 s/d 12 bulan. Penularannya dapat terjadi melalui droplet / percikan air liur dari orang yang sakit.
Mengapa Haemophyllus influenzae tipe b bisa menjadi berbahaya bagi anak-anak ?
Bakteri Hib ini bukan menyebabkan penyakit influensa atau flu, tetapi merupakan bakteri yang dapat menimbulkan penyakit:
* Meningitis/radang selaput otak. Di Indonesia, bakteri Hib adalah bakteri penyebab 33% diantara kasus-kasus meningitis. Dan 38% penyebab meningitis pada bayi dan anak berumur kurang dari 5 tahun. Meningitis sangat berbahaya sehingga bisa menimbulkan kerusakan otak yang menetap. Gejala-gejala meningitis berupa demam, kaku daerah leher bagian belakang, penurunan kesadaran, kejang. Resiko kematian akibat meningitis sangat besar. * Pneumonia/radang paru-paru. Gejala-gejala yang perlu diwaspadai adalah batuk, demam tinggi, sesak nafas, nyeri dada. * Penyakit lain yang dapat terjadi adalah epiglotitis / infeksi pada katup saluran pernafasan atas, artritis / radang sendi, selulitis / infeksi pada kulit, perikarditis / infeksi selaput pembungkus jantung, osteomielitis / infeksi pada jaringan tulang.
Pencegahannya
Pencegahan yang paling efektif adalah dengan memberikan vaksinasi. Di Indonesia, vaksin konjugasi yang beredar adalah vaksin konjugasi dengan toksoid tetanus yang disebut sebagai PRP-T, dan vaksin konjugasi dengan membran protein luar dari Neisseria meningitidis yang disebut sebagai PRP-OMP. Ternyata vaksin konjugasi ini sangat efektif dan aman, serta dapat diberikan untuk anak di atas 2 bulan. Jadwal pemberian vaksin tersebut adalah :
* Pada bulan kedua, keempat, dan keenam untuk bayi usia dibawah 1 tahun. * Pada anak usia diatas 1 tahun, dapat diberikan satu atau dua kali pemberian dengan interval satu bulan.
Tambahkan sebagai favorit (9) | Kutip artikel ini pada situs Anda | Dilihat: 234
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com All right reserved |