|
Sabtu, 05 Juli 2008
| Tips Menghadapi Hay-Fever |
|
|
|
| Ditulis Oleh Administrator | ||||||
| Sabtu, 12 Januari 2008 | ||||||
|
Beberapa tips untuk mencegah terjangkitnya hay-fever:
1. Delegasikan pekerjaan lapangan. Memotong rumput atau menyapu dedaunan adalah pengganggu potensial jika Anda alergi terhadap pohon pohon, serbuk sari, atau cendawan. 2. Tutuplah jendela dan pintu; jangan keluar rumah ketika saat gugur serbuk sari atau udara sangat lembab. (Pagi hari biasanya saat yang sangat rawan) 3. Pasang pengatur udara (AC) atau penjernih udara untuk penyembuhan tambahan, khususnya di dalam kamar tidur Anda. (Jangan lupa sering-sering membersihkan alat ini) 4. Usahakan lingkungan tempat tinggal atau kantor bebas debu, cendawan atau serbuk sari sebersih mungkin. Dari ketika alergen ini, yang paling sukar dihilangkan adalah debu-debu yang berada dimana-mana. Oleh sebab itu : * Bersihkan debu dari rumah Anda sesering mungkin (Anda bisa memakai vacuum cleaner). * Bersihkan daerah-daerah tersembunyi (di balik lemari, di bawah atau belakang belakang kursi, atau di kolong tempat). * Hindari binatang-binatang sumpalan--mereka adalah kolektor debu. 5. Sebisa mungkin jangan memelihara binatang di dalam rumah (atau pelihara mereka di luar rumah). 6. Jangan menggantung atau menjemur seprei atau selimut di luar rumah. (Serbuk sari atau cendawan mudah sekali menempel di situ). Jika cara pencegahan hay-fever seperti di atas sedikit atau tidak berpengaruh sekali, pertimbangkan untuk mencoba antihistamin, dekongestan, penyemprot hidung atau obat-obat tetes mata. 1. Antihistamin membendung keluarnya histamine—substansi yang secara otomatis dihasilkan tubuh untuk menanggapi alergen. Histamine bertanggung jawab terhadap gejala-gejala alergis. Untuk hasil terbaik, minumlah antihistamin setengah jam sebelum pergi keluar rumah. 2. Dekongestan mengurangi penyumbatan hidung dengan cara memperkecil saluran darah. Bisa keadaan sudah parah atau tidak bisa ditanggulangi sendiri, segera menghubungi dokter. Dokter akan memberikan resep obat-obat lainnya, seperti cromolin sodium atau steroid. Jika obat-obatan ini pun tidak bekerja, ia mungkin akan menyarankan imunoterapi. Tes-tes kulit biasanya digunakan untuk menentukan allergen-alergen mana yang mengganggu, kemudian Anda akan menerima injeksi allergen dalam jumlah kecil untuk “mendesentisasi” tubuh terhadap alergi. Injeksi ini hanya mengandung sedikit sekali allergen. Tambahkan sebagai favorit (16) | Kutip artikel ini pada situs Anda | Dilihat: 177
Beri Komentar
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 |
||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
|
|
|
|
||||||||
|
|
||||||||
|
|
|
|








































































