Hijriah Date
Jumadil Awal
12
Minggu
1429 HIJRIAH
Berita Terbaru
Artikel Terbaru
Login Email Gratis
Smart Naco Member Area
Smart Naco Indonesia
Smart Naco International
Administrator
Main Menu
Home
Info Produk
Sertifikasi Halal & Mutu
Testimonial Indonesia
Testimonial Malaysia
Tanya Jawab
Harga & Pemesanan
Rencana Pemasaran
Jenjang Karir
Smart Support System
Cara Menjadi Distributor
Kode Etik
Pemesanan Produk
Pendaftaran Agen & Member
Konfirmasi Pembayaran
Hubungi Kami
Mobile Stockist & Agen
Metode Pembayaran
Pencarian
Web Links
Gratis Untuk Anda
Statistics
Pengunjung: 206793
Who's Online
World Time Clock
Syndicate
RSS SocialNet
Add to MyYahoo!
Subscribe in NewsGator Online
Add to Newsburst
Add to Google
Add to My AOL
Add to Pluck
Subscribe in FeedLounge
Add to Windows Live
Add to NetVibes
Subscribe in Rojo
Subscribe in Bloglines
Add to MyMSN
Add to Plusmo for your cellphone
Add to PageFlakes
Add to Technorati
Add to BlinkBits

Google PageRank Plus

Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini18
mod_vvisit_counterKemarin456
mod_vvisit_counterMinggu Ini5923
mod_vvisit_counterBulan Ini14468
mod_vvisit_counterSeluruhnya74795


-->
Minggu, 18 Mei 2008


Tips Mendidik Anak : Lima Hal yang Harus Anda Tanamkan PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 0
BurukTerbaik 
Ditulis Oleh Administrator   
Jumat, 21 Maret 2008
Semua orang tua menginginkan anaknya untuk menjadi orang yang penuh percaya diri, sukses, serta bisa mencapai kebahagiaan dan cita-cita dalam hidupnya. Untuk merealisasikan hal ini, mustahil kita selaku orang tua hanya berpangku tangan saja menunggu sampai saat itu tiba. Orang tua harus membantu anak-anaknya untuk bisa mencapai semua itu.
Lima hal dasar yang harus ditanamkan oleh orang tua dalam mendidik dan mengasuh anak-anaknya :

   1. Kepercayaan
      Hal penting dan mendasar bagi seorang anak adalah percaya pada orang lain, agar nantinya ia dapat membina hubungan dengan orang lain, membentuk rasa percaya dirinya, dan maju dalam setiap tahap proses perkembangannya, oleh karena itu harus ditanamkan sejak anak lahir. Awalnya dimulai dengan rasa percaya pada orang tuanya, yang dapat tumbuh dalam diri anak jika ia selalu merasa aman setiap kita berinteraksi dengannya, menyusuinya ketika ia lapar, menggantikan popoknya saat kotor, memeluk saat ia membutuhkannya, atau hanya dengan menatap matanya. Seiring dengan itu pula, ia mulai belajar untuk menumbuhkan rasa percaya pada orang lain dan dirinya sendiri. Setiap anak akan menunjukkan perilaku yang berlainan agar mereka diperhatikan orang tuanya. Terbiasalah akan hal ini, pahami apa yang anak butuhkan saat itu, dan penuhilah segera. Semakin anak mengerti bahwa kita memahaminya, semakin tinggi tingkat kepercayaannya pada kita.

   2. Kesabaran
      Anda dapat menanamkan kesabaran pada diri anak dengan cara memberi contoh melakukan sesuatu yang membutuhkan kesabaran, karena anak memiliki perilaku untuk meniru orang-orang yang ada di sekitarnya. Ia melihat, kemudian ia melakukannya. Membanting pintu saat Anda menutupnya sepulang bekerja karena kepenatan dan kemacetan lalu lintas, merupakan contoh yang sangat buruk bagi seorang anak. Tetapi membantu anak membersihkan susu yang ia tumpahkan ke lantai memberikan penglihatan yang lain bagi dirinya. Untuk melatih kesabaran anak, ajarilah dia untuk menunggu bukan dalam hitungan waktu, tapi dengan ukuran suatu keadaan. Jika anak menginginkan Anda untuk mengambilkan sesuatu yang tidak dapat ia jangkau padahal Anda sedang mengerjakan sesuatu, memasak misalnya, katakan padanya bahwa Anda akan mengambilkan apa yang ia inginkan jika Anda telah selesai memasak, daripada Anda mengatakan, "Iya, tunggu lima menit lagi". Melalui hal ini, anak akan menilai sendiri berapa lama ia akan mendapatkan keinginannya dengan menunggu dan memperhatikan kapan Anda selesai memasak.

   3. Tanggung jawab
      Jika kita ingin sukses, banyak komitmen yang harus kita buat dan kita laksanakan dengan konsisten. Saat anak Anda menjatuhkan botol susunya ke lantai dan melihat Anda mengambilkan botol susu itu untuknya, ia akan mengulanginya kembali dengan sengaja. Hal ini menandakan bahwa ia mulai mengenal hubungan sebab akibat dan belajar bahwa ada konsekuensi dari apa yang dilakukannya. Ini adalah saat dimana Anda dapat mulai melatih rasa tanggung jawab anak dengan memintanya melakukan hal-hal yang mudah, seperti mengembalikan mainan pada tempatnya. Agar anak juga tahu mengapa ia melakukan hal itu, Anda harus memberitahukan maksud dari sesuatu yang Anda ingin ia lakukan. Selaras dengan pertumbuhan dan perkembangannya, anak membutuhkan waktu untuk memahami kemudian melakukan sesuatu yang Anda minta dalam rangka mendidiknya untuk mempunyai rasa tanggung jawab. Oleh karena itu orang tua tidak dapat memaksakan atau sekaligus menanamkan begitu banyak tanggung jawab pada seorang anak.

   4. Kemandirian
      Kemandirian akan membantu anak Anda untuk mempunyai rasa percaya diri dalam menginginkan dan memutuskan sesuatu bagi dirinya. Kemandirian pada anak dapat ditumbuhkan dengan cara membiarkannya melakukan sesuatu yang dapat dilakukan oleh anak seusianya. Saat anak berusia 1 tahun, ajari dia makan sendiri menggunakan sendok, satu tahun berikutnya ajari dia berpakaian sendiri. Buatlah menjadi lebih mudah sesuatu yang dapat ia lakukan sendiri, seperti membelikannya sepatu tanpa tali pengikat, atau kaos yang agak longgar sehingga ia dapat mengenakannya sendiri. Namun saat anak membutuhkan bantuan Anda, berikan kepastian bahwa Anda akan membantunya. Angkatlah ia supaya dapat mengambil mainan yang diinginkannya, saat ia tidak dapat menjangkaunya. Sesuai dengan pertambahan usianya, buatlah situasi dimana ia harus memilih satu dari beberapa pilihan. Kunci keberhasilan untuk menumbuhkan kemandirian pada anak adalah fleksibilitas, menyesuaikan perilaku saat kita berinteraksi dengan sang anak. Arahkan mereka hanya pada awalnya, kemudian biarkan mereka melakukan dan memutuskan sendiri sesuatu sesuai dengan proses berkembang mereka menjadi dewasa. Jika orang tua mengintervensi terlalu banyak, anak akan sulit menumbuhkan rasa percaya diri akan kemampuannya sendiri dan ia tidak dapat belajar untuk bertahan saat ia menghadapi kesulitan.

   5. Empati
      Kadang seorang anak menunjukkan bentuk primitif dari sikap empati, misalnya menangis saat melihat ibunya sedang menangis. Keadaan ini sebenarnya karena si anak belum mengerti akan perasaan orang lain sebelum usianya mencapai 3-6 tahun. Anak yang berumur 2 tahun tidak akan tahu dan mengerti bahwa dengan menggigit lengan kakaknya berarti ia telah menyakitinya, karena pada saat itu ia sendiri tidak merasakan sakit. Untuk membantu anak memiliki rasa empati, orang tua harus memberitahukan pada anak saat ia melakukan sesuatu yang dapat menyakiti, membuat sedih atau marah orang lain. Katakan padanya, bagaimana jika hal yang sama dilakukan pada dirinya. Katakanlah hal ini berulang-ulang, karena seorang anak umumnya mempunyai sifat egosentris, ia tidak akan memikirkan sesuatu yang tidak langsung ia rasakan. Pada dasarnya orang tua harus memberi contoh dengan melakukan segala hal yang mereka ingin anak-anak lakukan terhadap orang lain, maksudnya adalah dengan memberikan perhatian pada setiap kebutuhan mereka serta menghargai perasaan mereka, karena sikap empati adalah kunci untuk menuju keberhasilan seseorang dalam bersosialisasi.

Tambahkan sebagai favorit (5) | Kutip artikel ini pada situs Anda | Dilihat: 55

Menjadi yang pertama mengomentari artikel ini
RSS comments

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Homepage
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code
I wish being prevented by email of the comments which will follow

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved





Digg!Reddit!Del.icio.us!Google!Live!Facebook!Slashdot!Netscape!Technorati!StumbleUpon!Spurl!Wists!Simpy!Newsvine!Blinklist!Furl!Fark!Blogmarks!Yahoo!Smarking!Netvouz!Shadows!RawSugar!Ma.gnolia!PlugIM!Squidoo!BlogMemes!FeedMeLinks!BlinkBits!Tailrank!linkaGoGo!Free social bookmarking plugins and extensions for Joomla! websites! title=
 
< Sebelumnya   Berikutnya >


Berita Terbaru
Pendaftaran Mobile Stockist Baru

Minggu, 13 April 2008 | Administrator

Untuk kelancaran pelayanan Mobile Stockist kepada Distributor Smart Naco Indonesia, maka per tanggal 15 April 2008, pendaftaran Mobile Stockist dibuka kembali khusus untuk wilayah di luar...
+ Selengkapnya

Berita Lain
Artikel Terbaru
Merokok dan Kopi Cegah Parkinson?

Rabu, 07 Mei 2008 | Administrator

Merokok jelas bukan kebiasan yang menyehatkan, demikian pula halnya dengan minum kopi. Lantas bagaimana jika kedua kebiasaan itu digabungkan?
+ Selengkapnya

Artikel Lain
Berita Kesehatan
Perbanyak Konsumsi Sayuran

Kamis, 29 November 2007 | Administrator

Untuk menjaga agar tetap sehat dengan bentuk tubuh yang ideal profesor Hidemi Todoriki dari University of the Ryukyus, Okinawa memiliki resep jitu dengan menyarankan untuk banyak mengkonsumsi...
+ Selengkapnya

Berita Lain
Artikel Kesehatan
Rokok dan Perempuan

Rabu, 28 November 2007 | Administrator

Laporan WHO menyebutkan bahwa jumlah perokok meningkat 2.1% per tahun di negara berkembang, sedangkan di negara maju angka ini menurun sekitar 1.1% per tahun. Penelitian di Jakarta menunjukkan 64.8%...
+ Selengkapnya

Artikel Lain
Tips Kesehatan
Perangi lemak

Sabtu, 01 Desember 2007 | Administrator

Memiliki tubuh ideal menjadi dambaan setiap orang, dari itu banyak orang yang memelihara berat tubuhnya. Untuk memerangi lemak, tidak hanya harus memelihara berat tubuh tapi juga memerlukan program...
+ Selengkapnya

Tips Lain
Info Sehat
Semua Orang Bisa Kena Diabetes

Senin, 26 November 2007 | Administrator

Diabetes atau biasa disebut penyakit kencing manis atau gula, merupakan biangnya penyakit karena menyebabkan terjadinya penyakit lain, mulai dari ginjal, kebutaan, stroke, penyakit jantung,...
+ Selengkapnya

Info Lain