| Takut Gemuk? Kurangi Konsumsi Garam |
|
|
|
| Written by Administrator | |||
| Tuesday, 12 June 2007 07:00 | |||
|
Bagi penyuka rasa asin, garam pastinya jadi perasa wajib di setiap makanan yang akan dinikmati. Tapi bagi yang punya ketakutan pada kegemukan, mending pikir dua kali deh untuk memakannya. Mau tahu kenapa? Seperti yang pernah kita bahas sebelumnya, selain pendingin ruangan alias AC, garam rupanya juga berpotensi untuk menaikkan berat badan lho. Ini juga ada hubungannya dengan kurangnya kita mengonsumsi minuman berenergi setiap hari. Masakan tanpa garam memang akan terasa hambar dan kemungkinan kurang sedap. Namun jika Anda cukup protektif terhadap berat badan, seharusnya mulai sekarang Anda mulai memperhatikan berapa banyak kadar garam dalam makanan. "Meningkatnya konsumsi garam telah memerankan peranan penting dari konsumsi minuman ringan dan ini juga akan meningkatkan penerimaan energi. Mengkonsumsi minuman manis dalam jumlah besar akan berhubungan dengan bertambahny berat badan dan risiko terkena diabetes," tulis Dr Heikki Karppanen dari Universitas Helsinki dan Dr Eero Mervaala dari Universitas Koupio seperti dilansir dari health24, Senin (13/11/2006). Seseorang yang mengalami kegemukan juga biasanya mudah berisiko terserang penyakit lain seperti serangan jantung dan diabetes. Sebuah studi dari Finlandia juga turut membuktikan penelitian ini. Mereka menemukan di negara Karppanen dan Mervaala, 30 sampai 35 persen dari jumlah penduduk negeri itu mengonsumsi garam dalam waktu 30 tahun. Dari angka-angka tersebut 75 hingga 80 persennya diduga menderita serangan stoke dan serangan jantung. Mereka juga melaporkan angka ini terus meningkat dalam durasi 6 sampai 7 tahun. Semakin tinggi tingkat konsumsi garam ini juga akan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Sementara itu di Amerika, para ilmuan melaporkan sejak pertengahan tahun 80-an tingkat konsumsi garam memang meningkat. Dari rata-rata 10,2 gram perhari jadi lebih dari 15 gram perharinya. Angka ini memperlihatkan peningkatkan konsumsi garam sebesar 55 persen. Hampir sama dengan Amerika, di Inggris dan Irlandia hampir 80 persen garam diperoleh dari makanan yang diolah. Dua puluh persen dari daging dan produk olahannya, serta 35 persen dari sereal dan produk sereal. Nah, kalau khawatir berat badan akan bertambah, mulai sekarang sebaiknya kurangi konsumsi garam. Menjaga lebih dini akan lebih baik dibandingkan harus susah payah menurunkan bobot yang berlebihan, bukan? Penyakit atau masalah kesehatan ini dapat dibantu penyembuhannya dengan mengkonsumsi Susu Kolostrum secara rutin.FORTICO susu bubuk skim dengan kolostrum diformulasikan dan dikembangkan secara khusus oleh Smart Naco, Sdn, Bhd. ini adalah komponen Bio-aktif yang diperoleh dari sumber bahan terbaik dari New Zealand untuk meningkatkan kesehatan secara maksimum. Dapatkan Susu Kolostrum FORTICO original hanya di SusuKolostrum.com. Untuk pemesanan silahkan sms nama, alamat, nomor telepon dan jumlah pesanan ke 085692263999. Ongkos kirim GRATIS ke seluruh Indonesia.
|
|||
| Last Updated on Sunday, 13 January 2008 01:31 |
Berita Terbaru
| Produk Baru: Chlocyanin 21/05/2012 | Administrator Mulai tanggal 1 Juni 2012, kami menyediakan produk baru yang bernama Chlocyanin. Chlocyanin adalah serbuk minuman alami yang merupakan perpaduan antara KLOROFIL (CHLOROPHYLL) yaitu pigmen hijau d [ ... ] | Berita Lainnya | |
Berita Kesehatan
| Hati-Hati...Susu Formula Bikin Bayi Kegemukan Lho 06/06/2012 | Administrator Bayi yang mengkonsumsi susu formula ternyata adalah yang paling rawan mengalami kegemukan pada usia lima tahun.Sebuah penelitian menunjukkan bahwa bertambahnya berat badan bayi dalam waktu yang lebih [ ... ] | Berita Lainnya | |
Artikel Terbaru
| Alquran dan Sains: Manfaat Air Susu Ibu (ASI) 25/04/2012 | Administrator Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal Setelah proses penciptaan dan perkembangan janin sempurna, maka janin tersebut siap untuk meninggalkan tempat di mana selama ini ia tempati, y [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Artikel Kesehatan
| Anak Alergi Susu, Kok Bisa? 04/04/2012 | Administrator Alergi susu dapat diartikan ketika sistem kekebalan anak keliru dalam mengenali protein susu sebagai sesuatu yang berbahaya dan harus dilawan. Gejala yang terjadi pada alergi susu sapi secara umum ham [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Tips Kesehatan
| Pengapuran? Bukan Susu Obatnya 04/04/2012 | Administrator Selama ini, masyarakat awam sering menyamakan osteoporosis dengan pengapuran. Padahal, menurut ahli ortopedik, dr Andre Pontoh, SpOT, kedua hal ini beda jauh. Menurutnya, Osteoporosis adalah penyakit [ ... ] | Tips Lainnya | |
Info Sehat
| Mengenal Susu dan Manfaatnya 22/05/2012 | Administrator Dalam menu sehat dikenal istilah "empat sehat lima sempurna". Penyempurna ini adalah susu. Istilah ini tidak berlebihan karena minuman putih bersih ini memiliki kandungan nutrisi yang lengkap diband [ ... ] | Info Lainnya | |
Data Penyakit
| Penyakit Ginjal Polikista Penyakit Ginjal Polikista DEFINISI Penyakit Ginjal Polikista adalah suatu penyakit keturunan diamana pada kedua ginjal ditemukan banyak kista, ginjal menjadi lebih besar tetapi [ ... ] | Data Lainnya | |














