| Mengatasi Lapar Mata |
|
|
|
| Written by Administrator | |||
| Saturday, 07 July 2007 07:00 | |||
|
Mungkin Anda pernah berada dalam situasi ini. Berulang kali Anda membuka lemari es, mencari camilan padahal sebenarnya sudah makan siang. Anda ingin makan, tetapi tak tahu ingin makan apa.
Kondisi itu sering disebut lapar mata. Bukan perut yang minta diisi, tetapi jiwa Anda yang sebenarnya kelaparan. Tentu saja solusinya bukan mengunyah sembarang makanan. Penyakit atau masalah kesehatan ini dapat dibantu penyembuhannya dengan mengkonsumsi Susu Kolostrum secara rutin. Kenali Lapar Emosi - Saat lapar mata, Anda tak secara khusus ngidam makanan tertentu. Anda hanya ingin makan sesuatu. - Akhirnya lapar emosi itu mengirim pesan ke otak bahwa Anda ingin makan sesuatu yang lembut, manis, dan creamy seperti es krim, donat, atau segala makanan-menyenangkan yang terkait dengan kenangan bahagia tertentu. Es krim atau cokelat itu akan membawa Anda kepada kenangan masa bahagia, makan es krim ketika masa kanak-kanak. - Lapar mata itu sesungguhnya berakar dari emosi kosong, saat Anda merasa depresi, kurang bersemangat, atau kesepian. Emosi seperti ini muncul ketika Anda bosan, terluka, kecewa, kurang mendapat perhatian atau penghargaan yang diharapkan. Apakah Makan Bakal Mengubah Emosi Itu? - Ketika sedang ngidam makanan manis itu, tanyalah pada diri sendiri, sebenarnya apa sih yang membuat Anda merasa kosong? Apa sih yang sebetulnya dibutuhkan sekarang? Apakah Anda merasa kesepian atau ingin punya teman atau pasangan baru? Mungkin ada situasi sulit yang melelahkan, sehingga membuat Anda merasa depresi. Bisa saja Anda kurang mendapatkan tantangan, sehingga jadi bosan dan gelisah. - Sebelum mulai mencomot cokelat dan menggigitnya, pikirkan apa yang hilang atau kurang dari diri Anda. Kemudian tanyakan pada diri sendiri, apakah menggigit dan mengunyah cokelat akan mengubah emosi itu? Tentu saja kadang makan mengubah kondisi jadi lebih baik sementara. Kenyataannya makanan tidak mengenyangkan jiwa yang lapar. Mengenyangkan Emosi - Ketika menghadapi tanda-tanda kelaparan jiwa, lakukan hal-hal menyenangkan dan menenangkan seperti mandi air hangat atau mendapatkan pemijatan. Saat Anda merasa sedih dan kesepian, carilah waktu untuk mendengarkan musik atau membaca buku yang bisa mengobati rasa itu. Jika Anda termasuk orang yang mudah bosan, pertimbangkan untuk mulai mempelajari hobi baru atau ikut kelas bahasa asing baru untuk membangunkan sel-sel otak. - Bangun kebiasaan untuk istirahat sejenak dari pekerjaan. Ambil buku puisi kesayangan atau lakukan pekerjaan tangan menyulam sambil mendengarkan musik dari head set. Dalam sekejap Anda akan memperbarui spirit Anda. Bukannya justru menambah ukuran lingkar pinggang dengan makan cokelat, es krim, atau donat. Kiat Menghadapi Lapar Emosi - Berikut ini sejumlah ide yang bisa dipraktikkan untuk mengatasi rasa lapar emosi: Pergi jalan-jalan sejenak ke luar rumah, berkebun tanaman hias, bersepeda, atau melakukan aktivitas yang mendekatkan dengan lingkungan hidup - Peluklah seseorang yang Anda cintai. Rasakan kekuatan penyembuhan yang muncul dari sentuhan itu. Tak punya pasangan atau orang yang dicintai? Anda masih punya pilihan. Anda bisa bergabung menjadi sukarelawan untuk orang jompo. Peluklah mereka ketika datang berkunjung. - Bila beruntung punya waktu dan uang, datanglah ke spa untuk memanjakan diri lewat pemijatan. Bila tak ada waktu dan uang, pijatlah tangan Anda sendiri memakai krim yang mengandung wewangian lavender atau melati. - Nyalakan lilin-lilin wangi vanila atau stroberi. Menyalakan lilin dengan berbagai ukuran dan bentuk ini akan menciptakan aura penyembuhan. FORTICO susu bubuk skim dengan kolostrum diformulasikan dan dikembangkan secara khusus oleh Smart Naco, Sdn, Bhd. ini adalah komponen Bio-aktif yang diperoleh dari sumber bahan terbaik dari New Zealand untuk meningkatkan kesehatan secara maksimum. Dapatkan Susu Kolostrum FORTICO original hanya di SusuKolostrum.com. Untuk pemesanan silahkan sms nama, alamat, nomor telepon dan jumlah pesanan ke 085692263999. Ongkos kirim GRATIS ke seluruh Indonesia.
|
|||
| Last Updated on Sunday, 13 January 2008 01:37 |
Berita Terbaru
| Produk Baru: Chlocyanin 21/05/2012 | Administrator Mulai tanggal 1 Juni 2012, kami menyediakan produk baru yang bernama Chlocyanin. Chlocyanin adalah serbuk minuman alami yang merupakan perpaduan antara KLOROFIL (CHLOROPHYLL) yaitu pigmen hijau d [ ... ] | Berita Lainnya | |
Berita Kesehatan
| Hati-Hati...Susu Formula Bikin Bayi Kegemukan Lho 06/06/2012 | Administrator Bayi yang mengkonsumsi susu formula ternyata adalah yang paling rawan mengalami kegemukan pada usia lima tahun.Sebuah penelitian menunjukkan bahwa bertambahnya berat badan bayi dalam waktu yang lebih [ ... ] | Berita Lainnya | |
Artikel Terbaru
| Alquran dan Sains: Manfaat Air Susu Ibu (ASI) 25/04/2012 | Administrator Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal Setelah proses penciptaan dan perkembangan janin sempurna, maka janin tersebut siap untuk meninggalkan tempat di mana selama ini ia tempati, y [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Artikel Kesehatan
| Anak Alergi Susu, Kok Bisa? 04/04/2012 | Administrator Alergi susu dapat diartikan ketika sistem kekebalan anak keliru dalam mengenali protein susu sebagai sesuatu yang berbahaya dan harus dilawan. Gejala yang terjadi pada alergi susu sapi secara umum ham [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Tips Kesehatan
| Pengapuran? Bukan Susu Obatnya 04/04/2012 | Administrator Selama ini, masyarakat awam sering menyamakan osteoporosis dengan pengapuran. Padahal, menurut ahli ortopedik, dr Andre Pontoh, SpOT, kedua hal ini beda jauh. Menurutnya, Osteoporosis adalah penyakit [ ... ] | Tips Lainnya | |
Info Sehat
| Mengenal Susu dan Manfaatnya 22/05/2012 | Administrator Dalam menu sehat dikenal istilah "empat sehat lima sempurna". Penyempurna ini adalah susu. Istilah ini tidak berlebihan karena minuman putih bersih ini memiliki kandungan nutrisi yang lengkap diband [ ... ] | Info Lainnya | |
Data Penyakit
| Mukopolisakaridosis Mukopolisakaridosis DEFINISI Mukopolisakaridosis adalah sekumpulan kelainan metabolik yang diturunkan. PENYEBAB Penyebabnya adalah kekurangan enzim lisosom te [ ... ] | Data Lainnya | |















