| Konsumsi Lima Antioksida Eksogen |
|
|
|
| Written by Administrator | |||
| Saturday, 10 January 2009 01:52 | |||
|
Antioksidan bisa dihasilkan oleh tubuh, tetapi juga dapat ditambahkan dari luar tubuh melalui makanan dan food supplement (makanan tambahan).
Antioksidan yang dipro duksi di dalam tubuh disebut antioksidan endogen, berupa tiga enzim, yaitu superoksida dismutase, glutation peroksidase, dan katalase. Ketiganya bertugas menetralkan radikal bebas. Tugas tersebut dibantu oleh antioksidan dari luar, lazim disebut antioksidan eksogen, yang berasal dari bahan makanan. Mereka terdiri atas vitamin C, vitamin E, betakaroten, zinc, dan selenium. Penyakit atau masalah kesehatan ini dapat dibantu penyembuhannya dengan mengkonsumsi Susu Kolostrum secara rutin. Selenium (Se) misalnya dapat diperoleh dari bawang putih, beras merah, beras putih, udang, tuna, lobster, telur, ayam, biji gandum, jagung, dan sereal. Enzim selenium bekerja menetralkan peroksida lain, seperti peroksida lemak yang dapat menjadi faktor buruk bagi tubuh karena menimbulkan penyakit degeneratif. Zinc sebagai antioksidan berperan dalam struktur dan fungsi enzim di dalam tubuh. Bahan makanan yang kaya akan zinc antara lain kepiting, hati sapi, daging sapi, sereal, lobster, ayam, kadang, susu, dan telur. Agar antioksidan dapat menghancurkan semua jenis radikal bebas secara efektif, menurut Slaga dan Keuneke, peran antioksidan eksogen sangat strategis. Awalnya vitamin E akan menangkap radikal bebas. Sayangnya vitamin E kemudian berubah menjadi vitamin E radikal, sehingga perlu pertolongan vitamin C. Malang pula, setelah menangkap vitamin E radikal, si vitamin C juga turut menjadi vitamin C radikal. Di sinilah glutation diperlukan untuk menetralkan vitamin C radikal menjadi senyawa yang lebih jinak, dan tidak ikut menjadi radikal. Vitamin C dapat kita peroleh dari buah-buahan seperti jambu biji, stroberi, pepaya, brokoli, jeruk, mangga, bayam, daun singkong, dan tomat. Sementara vitamin E banyak terkandung dalam apel, pisang, asparagus, bayam, kacang polong, dan sayuran hijau lainnya, selain minyak bunga matahari, margarin, gandum, kacang-kacangan, biji-bijian, telur, dan susu. Adapun betakaroten bisa kita dapatkan dari wortel, brokoli, kentang, papaya, dan tomat. Mengingat sumber antioksidan sedemikian beragam, penting bagi kita untuk setiap hari juga mengonsumsi sumber makanan yang beragam pula. Dalam keadaan sakit atau terpapar banyak asap dan polusi lainnya, kita membutuhkan lebih banyak asupan antioksidan. Jika dari makanan harian tidak dapat mencukupi, tambahkan suplemen antioksidan. Harus Sesuai Kebutuhan Mengonsumsi multivitamin dan mineral dalam dosis tinggi hasilnya adalah kontraproduktif. Karena itu, para pakar mengingatkan agar kita mengonsumsi suplemen sesuai kebutuhan. Untuk vitamin E misalnya, tidak dianjurkan konsumsi melebihi 400 IU sehari. Kebutuhan vitamin C tiap hari dalam kondisi normal adalah sekitar 75 mg-90 mg per hari. Untuk kita yang tinggal di kota besar yang tingkat polusinya sangat buruk seperti Jakarta bisa mengonsumsi sampai 500 mg. Sebuah penelitian epidemiologi menunjukkan, asupan vitamin E lebih dari 400 IU sehari justru meningkatkan risiko kematian. Dalam kondisi normal, kita sebetulnya hanya membutuhkan sekitar 8-15 IU per hari. Kita dapat meningkatkan dosis harian antara lain jika hidup diliputi polusi, stres, makanan tidak mencukupi kebutuhan gizi harian, sakit, dan kelelahan tinggi. Akan halnya zinc, kebutuhan pria lebih banyak daripada wanita. Kebutuhan rata-rata harian pria maupun wanita dewasa sekitar 8 mg-15 mg per hari. Untuk betakaroten, kebutuhan per hari sekitar 2,5 mg-3 mg, dapat ditingkatkan sampai 6 mg saat sakit kronis. Jika memakai ukuran international unit (IU), konsumsi dapat ditingkatkan sampai 5.000 IU untuk meng atasi kondisi yang buruk. Bagaimanapun, makan dengan pedoman gizi seimbang wajib kita lakukan setiap hari. Sebab, hanya dengan cara itulah kita dapat menyingkirkan radikal bebas secara optimal. Sebagai gambaran, glutation yang merupakan antioksidan endogen, eksistensinya di dalam tubuh sangat tergantung asupan zat-zat makanan, yaitu karbohidrat, protein, dan lemak. Jika sehari-hari kita tidak cukup mengonsumsi makanan yang sehat sesuai pedoman gizi seimbang, glutation tidak dapat eksis. Padahal, tanpa glutation, proses penyeimbangan radikal bebas di dalam tubuh tidak akan tercapai. FORTICO susu bubuk skim dengan kolostrum diformulasikan dan dikembangkan secara khusus oleh Smart Naco, Sdn, Bhd. ini adalah komponen Bio-aktif yang diperoleh dari sumber bahan terbaik dari New Zealand untuk meningkatkan kesehatan secara maksimum. Dapatkan Susu Kolostrum FORTICO original hanya di SusuKolostrum.com. Untuk pemesanan silahkan sms nama, alamat, nomor telepon dan jumlah pesanan ke 085692263999. Ongkos kirim GRATIS ke seluruh Indonesia.
|
Berita Terbaru
| Produk Baru: Chlocyanin 21/05/2012 | Administrator Mulai tanggal 1 Juni 2012, kami menyediakan produk baru yang bernama Chlocyanin. Chlocyanin adalah serbuk minuman alami yang merupakan perpaduan antara KLOROFIL (CHLOROPHYLL) yaitu pigmen hijau d [ ... ] | Berita Lainnya | |
Berita Kesehatan
| Hati-Hati...Susu Formula Bikin Bayi Kegemukan Lho 06/06/2012 | Administrator Bayi yang mengkonsumsi susu formula ternyata adalah yang paling rawan mengalami kegemukan pada usia lima tahun.Sebuah penelitian menunjukkan bahwa bertambahnya berat badan bayi dalam waktu yang lebih [ ... ] | Berita Lainnya | |
Artikel Terbaru
| Alquran dan Sains: Manfaat Air Susu Ibu (ASI) 25/04/2012 | Administrator Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal Setelah proses penciptaan dan perkembangan janin sempurna, maka janin tersebut siap untuk meninggalkan tempat di mana selama ini ia tempati, y [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Artikel Kesehatan
| Anak Alergi Susu, Kok Bisa? 04/04/2012 | Administrator Alergi susu dapat diartikan ketika sistem kekebalan anak keliru dalam mengenali protein susu sebagai sesuatu yang berbahaya dan harus dilawan. Gejala yang terjadi pada alergi susu sapi secara umum ham [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Tips Kesehatan
| Pengapuran? Bukan Susu Obatnya 04/04/2012 | Administrator Selama ini, masyarakat awam sering menyamakan osteoporosis dengan pengapuran. Padahal, menurut ahli ortopedik, dr Andre Pontoh, SpOT, kedua hal ini beda jauh. Menurutnya, Osteoporosis adalah penyakit [ ... ] | Tips Lainnya | |
Info Sehat
| Mengenal Susu dan Manfaatnya 22/05/2012 | Administrator Dalam menu sehat dikenal istilah "empat sehat lima sempurna". Penyempurna ini adalah susu. Istilah ini tidak berlebihan karena minuman putih bersih ini memiliki kandungan nutrisi yang lengkap diband [ ... ] | Info Lainnya | |
Data Penyakit
| Demam Berdarah Dengue Demam Berdarah Dengue DEFINISI Demam dengue adalah demam virus akut yang disertai sakit kepala, nyeri otot, sendi dan tulang, penurunan jumlah sel darah putih dan ruam-ruam. [ ... ] | Data Lainnya | |
















