|
Jumat, 25 Juli 2008
| Tips Hadapi Rasa Murung Saat Liburan |
|
|
|
| Ditulis Oleh Administrator | ||||||
| Senin, 06 Agustus 2007 | ||||||
|
Hari libur Natal, yang menurut tradisi merupakan saat menggembirakan, bagi sebagian orang bisa menjadi saat yang menyedihkan karena tidak hadirnya seseorang yang dicintai, tidak peduli sudah berapa lama mereka meninggal. Payahnya, perasaan ini terus berlangsung selama liburan.
Bagaimana semua ini diatasi? Meski murungnya seseorang bisa dibilang cukup individual dan personal, ada beberapa hal yang bisa dikerjakan selama musim libur untuk mengatasinya. Demikian menurut Cynthia Bozich-Keith, konsultan bagi mereka yang sedih dan kehilangan, saat wawancara dengan Reuters Health. Bozich-Keith, asisten profesor dari Purdue University's School of Nursing, Amerika Serikat, memberi saran: Bagikan pikiran dan perasaan Anda "Saya mencoba memberi hiburan dan semangat orang-orang yang sedih ini dengan menganjurkan agar mereka membicarakan perasaan dan pikirannya kepada orang sekeliling yang mereka cintai dan mencintai mereka serta menerima mereka," papar Bozich. Ingatlah seat perpisahan Penting sekali untuk bicara mengenai orang yang kita cintai dan telah meninggalkan kita sebagai sarana penyembuhan." Rayakan kehidupan "Hadiri ibadah suci, jika iman adalah bagian dart kehidupan Anda. Beramallah sebagai upaya untuk mengenang yang dicintai. Jika Anda merasa tidak nyaman untuk pergi ke pesta Natal, cobalah untuk terbuka, sekali lagi pergilah dengan orang-orang yang Anda cintai dan mencintai Anda. "Bersikaplah realistis "Pahami perbedaan antara apa yang Anda kerjakan dan apa yang seharusnya Anda kejakan. Apa yang seharusnya Anda kerjakan mesti dilakukan setiap hari. Penting untuk menyadari bahwa tidak selamanya Anda harus menyelesaikan segala persoalan sendirian. Jika Anda sudah terbiasa belanja, memasak, dan menghias rumah sendiri, biarlah semua itu dilakukan orang lain atau anggota keluarga lain." Penting pula untuk bersikap ramah dengan diri sendiri, untuk meredam diri sendiri dari segala aktivitas, dan nikmatilah liburan dengan kedamaian dan gembira. Makanlah sesuai kebutuhan dan jangan berlebihan. Lakukan olahraga dan istirahatlah secukupnya serta menghindari alkohol kemungkinan akan membantu mengembalikan perasaan Anda. Bozich-Keith juga mengatakan, "Kalau Anda ingin menangis, menangislah karena air mata menyembuhkan Anda. Jadi, jujurlah dengan diri sendiri dan biariah diri Anda menjadi manusiawi; kehilangan seseorang dan kemudian merasa sedih karenanya, itu hal yang wajar." Di lain sisi, jangan merasa bersalah bila Anda menyadari diri sendiri sedang menikmati liburan dan karenanya lantas berpikir, "Wah, sangat tidak baik bila aku bersenang-senang begini. Ingatlah bahwa orang yang Anda cintai dan telah meninggalkan Anda akan bahagia jika Anda juga bahagia dan menikmati kebahagiaan itu." Tambahkan sebagai favorit (17) | Kutip artikel ini pada situs Anda | Dilihat: 151
Beri Komentar
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 |
||||||
| Pemutakhiran Terakhir ( Sabtu, 12 Januari 2008 ) | ||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
|
|
||||||||
|
|
||||||||
|
|








































































