-->
| Tak mabuk ketika mudik... |
|
|
|
| Ditulis Oleh Administrator | ||||||
| Senin, 20 Agustus 2007 | ||||||
|
Sungguh tidak enak jika perjalanan pulang kampung untuk mengunjungi kerabat yang seharusnya menyenangkan ternyata harus terganggu gara-gara mabuk perjalanan. Pada umumnya gejala mabuk perjalanan biasanya dimulai adanya pernapasan yang tidak enak, diikuti keluarnya keringat dingin, pusing, lalu muntah dan diare. Namun, kondisi itu mereda begitu kendaraan berhenti. Selain itu ada trik lain bila Anda rentan terhadap mabuk perjalanan seperti memusatkan perhatian ke cakrawala atau jauh ke depan, ke arah pemandangan atau benda yang tidak bergerak. Sebaiknya Anda tidak membaca saat dalam perjalanan. Posisikan kepala tetap diam pada sandaran tempat duduk untuk menjaga cairan di dalam membran telinga tidak terlampau berguncang. Jangan merokok atau duduk dekat orang yang merokok. Pada beberapa penelitian senyawa karsinegen yang dibawa asap rokok selain tidak baik untuk kesehatan juga memancing keluarnya asam lambung bagi orang yang sensitif. Menghindari makanan pedas dan alkohol sama baiknya dengan membatasi makan agar tidak terlampau banyak. Kalau Anda sakit maka ada baiknya memakan kue kering atau minum minuman yang mengandung soda. Cara ini dapat menolong menenangkan lambung Anda. Tanamkan sugesti Sebelum naik mobil ucapkan "Saya tidak akan mabuk darat" berulang-ulang dalam hati. Persiapkan tubuh untuk menerima gaya belok ke kanan dan ke kiri dan terlempar-lempar dalam kabin mobil agar tubuh tidak terkejut. Ikutilah gerak belok mobil dengan santai. Selama perjalanan cobalah memperhatikan jalan di depan. Jangan memejamkan mata dan memaksakan diri untuk tidur kecuali benar-benar mengantuk. Ada baiknya membawa buah, terutama jeruk. Jika rasa tak enak mulai muncul, aroma dan rasa jeruk cukup menolong dan kembali menyegarkan tubuh. Buah-buahan menyediakan cukup air penawar dahaga, serat yang mengenyangkan, gula buah penyedia energi sekaligus penghilang pusing karena kelaparan, dan sejumlah gizi antioksidan yang dapat meredam munculnya kelelahan. Pilih buah yang praktis dan tidak repot memakannya, seperti apel, jeruk, anggur, pir, pisang, jambu biji, stroberi. Andalkan buah sebagai kudapan sehat pengganjal perut dan pereda haus, apalagi ketika bekal utama dan bekal kudapan sudah habis. Jika tidak ada buah, kepal dan lemaskan jemari tangan dan kaki berulang-ulang untuk menggiatkan peredaran darah. Selain itu, efek pijatan pada jemari dan telapak tangan mampu menghilangkan pusing ringan. Buka kaca mobil untuk mensirkulasikan udara segar ke dalam kabin mobil. Jika rasa mual makin hebat, menepi dan berhentilah sejenak. Keluar dan lakukan senam ringan, atau berjalan di sekitar mobil untuk menetralkan efek akumulasi getaran pengganggu. Tindakan tersebut sangat efektif mencegah mual atau perasaan ingin muntah, terutama bagi anak-anak. Tetapi hal ini tentunya hanya dapat dilakukan pada mobil pribadi. Nah, jika sudah mencoba semua tip tetapi tetap tidak mempan maka meminum obat mabuk (derivat antihistamin) yang dijual bebas bisa juga ditempuh sebelum Anda merasa tidak nyaman. Dan biasanya Anda akan mengantuk sebagai efek samping obat tersebut. Sebaiknya Anda bicarakan dengan dokter jika ingin mengkonsumsi jenis obat mabuk tertentu, terlebih untuk pengidap asma, glaukoma, atau susah buang air kecil. Coba jahe Kecuali menangkal mabuk perjalanan, minyak asiri gingerol dalam jahe berkhasiat mencegah kembung dan masuk angin, menghilangkan pegal, menyembuhkan luka memar. Membawa jahe sebenarnya juga memperingkas bekal kita karena kita bisa aman meskipun tidak membawa pil antimabuk perjalanan, minyak kayu putih untuk menghilangkan kembung, dan obat gosok pengusir pegal. Selipkan rimpang jahe dalam bekal Anda. Lengkapi dengan parutan keju-berukuran mungil, 10x5 cm, sehingga tidak merepotkan. Penting bagi rombongan yang membawa bayi dan balita, untuk mengatasi kembung. Parut jahe, remas-remas, balurkan ke bagian perut. Bagi orang dewasa, baluran jahe parut dapat menghilangkan pegal dan meredakan luka memar. Tip redam mabuk dalam perjalanan Tambahkan sebagai favorit (8) | Kutip artikel ini pada situs Anda | Dilihat: 206
Beri Komentar
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 |
||||||
| Pemutakhiran Terakhir ( Sabtu, 12 Januari 2008 ) | ||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
|
|
||||||||
|
|
||||||||
|
|








































































