|
Jumat, 04 Juli 2008
| Mengatasi Shock |
|
|
|
| Ditulis Oleh Administrator | ||||||
| Sabtu, 12 Januari 2008 | ||||||
|
Sisitem sirkulasi berfungsi mendistribusikan darah ke seluruh tubuh agar oksigen dan zat gizi dapat masuk ke dalam jaringan. Bila seistem tidak berfungsi dan oksigen jairngan tidak cukup, dapat trjadi kelainan medis yang disebut shock.
Shock yang tidak segera diatasi akan menyebabkan kerusakan organ-organ vital dan korban bisa meninggal. Perlu diketahui bahwa rasa takut dan nyeri dapat memperberat shock. Shock dapat terjadi bila pompa jantungtidak bekerja, sehingga tekanan darah sirkulasi menurun. Penyebab utama shock seperti ini adalah serangan jantung. Bisa juga terjadi karena berkurangnya volume cairan tubuh. Perdarahan luar maupun dalam atau pengeluaran cairan tubuh akibat diare, muntah, atau luka bakar sering menjadi penyebabnya. Tubuh akan bereaksi dengan menarik darah yang ada di permukaan badan ke organ-organ bagian dalam. Keluhan dan gejala shock seperti ini merupakan akibat dari resitribusi sirkulasi. Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan bila terjadi shock dan pingsan menurut St. Andrew's Ambulance Association. Bila seeorang akan mengalami shock bisa dikenali dengan ciri sebagai berikut: * Nadi menjadi cepat. * Kulit pucat, terutama di bagian dalam bibir. Kalau kuku jari atau cuping telinga ditekan, warnanya tidak segera kembali seperti semula. * Berkeringat. Kulit dingin dan lembab karena keringan tidak bisa menguap. Saat shock terjadi, penderita akan terlihat: o Lemah dan pening. o Mual, mungkin muntah. o Haus. o Napas cepat dan dangkal. o Nadi cepat dan tidak teratur. Bila nadi radial tidak teraba, cairan yang hilang mungkin sampai separuh dari volume darah. Saat persediaan oksigen ke otak mulai kurang, pasien akan: 1. Gelisah, cemas, bahkan agresif. 2. Mulutnya menganga dan napasnya terengah-engah (disebut lapar udara). 3. Tidak sadar. 4. Jantung berhenti berdenyut. Bila terjadi shock, berikut ini yang bisa Anda lakukan terhadap penderita: 1. Atasi setiap penyebab shock yang mungkin dapat Anda tangani, misalnya perdarahan luar. 2. Pasien dibaringkan. Kepalanya harus lebih rendah. 3. Kaki ditinggikan dan ditopang. Hati-hati kalau Anda menduga ada patah tulang. 4. Longgarkan pakaian yang ketat termasuk ikat pinggang, supaya tekanan pada leher, dada dan pinggang berkurang. 5. Pasien diselimuti supaya tidak kedinginan. Hubungi pihak gawat darurat dan minta ambulans. 6. Periksa dan catat pernapasan, nadi dan tingkat reaksi setiap 10 menit. Catatan: 1. Jangan membiarkan pasien melakukan gerakan yang tidak perlu, atau merokok. Kalau merasa haus, basahi bibirnya dengan air. 2. Jangan meninggalkan korban tanpa ada yang menemani. Korban harus ditenangkan. Tambahkan sebagai favorit (17) | Kutip artikel ini pada situs Anda | Dilihat: 189
Beri Komentar
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 |
||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
|
|
|
|
||||||||
|
|
||||||||
|
|
|
|







































































