|
| Mengatasi Bau Mulut? |
|
|
|
| Ditulis Oleh Administrator | ||||||
| Kamis, 27 September 2007 | ||||||
|
Punya problem bau mulut? Jangan kuatir, hampir semua orang pernah mengalami problem yang dikenal juga dengan halitosis atau malodor. Menurut Dr. Catherine T. Lee dari Singapura, hampir 90 persen penyebab bau mulut adalah bakteri penghasil sulfur yang tinggal di bagian belakang mulut. Kebanyakan, ini berkaitan dengan kebersihan mulut yang tak terjaga, selain gigi berlubang, infeksi gusi. dan xerostomia. Yang terakhir berciri mulut kering, air ludah kental dan sering merasa harus membasahi kerongkongan. Umumnya xerostomia disebabkan oleh dehidrasi, stres, pemakaian obat kumur mengandung alkohol, usia lanjut, radioterapi, dan obat-obat tertentu seperti antidepresen, antiasma, dan antihistamin (anti-alergi). Penyakit atau kelainan yang lebih serius bisa juga menyebabkan bau mulut. Misalnya, perubahan hormon, gangguan pencernaan, sinusitis, infek amandell, bahkan kanker, diabetes, bronkitis kronis dan gangguan hati serta ginjal. "Jika problem bau mulut ini muncul tiba-tiba, memburuk dalam waktu cuma beberapa hari atau minggu, atau dibarengi dengan demam, batuk atau gejala lain, segera periksakan diri ke dokter," kata Dr. Irene Chua, spesialis gigi dari Singapura. Berikut tips yang bisa diikuti untuk menjaga mulut Anda tetap bersih dan nafas segar:
Gunakan obat kumur untuk mengurangi bakteri, namun jangan pilih obat kumur dengan pembawa alkohol. Anda boleh berbahagia, karena menurut para ahli, obat kumur bisa menahan bau mulut sampai delapan jam. Namun, tentu jika kebersihan mulut tak dijaga, bau mulut akan muncul lagi. Jika Anda menggunakan kawat gigi yang dilepas, pastikan kawat gigi selalu bersih baik saat menyimpan maupun saat menggunakannya kembali. Jika ada jarak antara gigi, atau ada infeksi gusi, gunakan sikat gigi interdental yang digunakan pada segitiga antara gigi dan gusi. Jika perlu, hindari dulu makanan yang dapat memicu bau mulut seperti ikan, daging, produk susu, makanan pedas, bawang merah, bawang putih, kopi dan makanan manis. Minum banyak air! Jangan lupa sarapan dan makan secara teratur supaya produksi air ludah lancar. Jika perlu, kunyah permen karet tanpa gula untuk meningkatkan saliva. Permen mint memang bisa membantu bau mulut lebih baik, tapi hanya sementara. Ahli mengatakan, permen dengan kandungan minyak sinamon akan membantu menghilangkan bakteri mulut yang merugikan. Atasi stres! Hindari rokok dan minuman beralkohol. Tambahkan sebagai favorit (11) | Kutip artikel ini pada situs Anda | Dilihat: 390
Beri Komentar
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 |
||||||
| Pemutakhiran Terakhir ( Sabtu, 12 Januari 2008 ) | ||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
|
|
||||||||
|
|
||||||||
|
|








































































