|
| Menangkal Serangan Alergi Pada Anak |
|
|
|
| Ditulis Oleh Administrator | ||||||
| Sabtu, 01 Desember 2007 | ||||||
|
Alergi sebenarnya bisa dihindari dengan mencermati berbagai hal yang menjadi pemicunya. Alergi bisa diartikan sebagai reaksi penolakan pada benda-benda tertentu. Bentuk penolakannya bisa bermacam-macam, misalnya bersin dan eksim (neurodermitis). Ada pula orang yang menunjukkan gejala berupa pilek, bronkitis kronis, dan asma. Selain benda, beberapa jenis makanan seperti susu sapi, kedelai, telur, dan kacang-kacangan juga sering ditolak oleh tubuh penderita alergi. Semua benda yang menyebabkan alergi disebut alergen. Alergi juga bisa disebabkan oleh obat-obatan. Biasanya, reaksi penolakan terhadap obat-obatan disertai dengan biduren (bentol-bentol pada kulit yang terasa gatal). Tidak sedikit orang yang alergi terhadap serbuk sari, sengatan serangga, debu rumah, dan bulu hewan. Pada bayi atau balita, mencret, kolik, atau radang telinga tengah merupakan gejala alergi yang umum terjadi. Apabila anak Anda menunjukkan gejala-gejala alergi, tips berikut diharapkan bisa membantu Anda. 1. Telusuri kemungkinannya Coba amati riwayat kesehatan keluarga Anda. Apabila salah satu dari Anda menderita alergi keturunan, berarti anak Anda memiliki kemungkinan 37% untuk menderita penyakit yang sama. Tetapi bila Anda berdua mengidapnya, kemungkinan itu menjadi lebih besar lagi. 2. Berhentilah merokok Merokok selama masa kehamilan berbahaya bagi janin. Anjuran untuk berhenti merokok tidak hanya ditujukan bagi para ibu tetapi juga para ayah jauh-jauh hari sebelum anaknya lahir. Sebab, bayi yang menjadi perokok pasif akan menanggung risiko lebih besar untuk menderita alergi dibandingkan dengan para bayi yang bukan perokok pasif. Menurut dokter anak dan ahli imunologi, bayi yang menjadi perokok pasif memiliki risiko mengalami infeksi saluran pernapasan, dan hiper sensitif bronkial. Selain itu, sistem kekebalan anak-anak ini pun bisa terganggu. 3. Bebaskan rumah Anda dari debu Jangan memasang benda-benda yang menahan debu di kamar tidur dan ruang keluarga Anda, misalnya karpet, permadani, gorden tebal, dan bed cover. Sebab benda-benda ini merupakan tempat hidup ideal bagi tungau debu rumah. Penting diketahui tungau debu rumah bisa menyebabkan alergi. Alergen ini sangat menyenangi mebel yang berjok, dan udara yang hangat serta lembab. Oleh karena itu, jendela kamar anak Anda harus sering dibuka. Jika Anda membersihkan perabot rumah tangga, gunakan kain basah. Apabila Anda sudah terbiasa menggunakan alat penghisap debu, pastikan bahwa alat itu bekerja dengan baik. Juga, jangan membuka pakaian dan sepatu berdebu di dalam kamar tidur anak Anda. 4. Jangan memelihara hewan Anjuran ini mungkin agak sulit diterima oleh Anda yang menyayangi hewan. Tetapi penelitian menunjukkan hewan sangat potensial menyebarkan alergen. Karena itu jauhkan anak Anda dari kucing, anjing, dan burung. Alergen-alergen yang berasal dari hewan kebanyakan mampu bertahan selama bertahun-tahun di tempat terkumpulnya debu rumah. Seringkali, alergen tersebut bisa terbawa ke rumah-rumah lain melalui pakaian dan sepatu. 5. Beri ASI sejak dini Memberi minum bayi dengan botol susu sebelum pemberian ASI berjalan lancar, sebenarnya memberi risiko besar bagi bayi untuk menderita alergi. Oleh karena itu, usahakan agar sejak dini bayi memperoleh ASI. Untuk kelancaran proses menyusui ini, mintalah penjelasan terinci kepada dokter mengenai teknik menyusui yang baik dan benar. 6. Berikan ASI sebanyak mungkin Telah terbukti ASI mengandung zat-zat kekebalan yang dibutuhkan oleh bayi. Bila bayi Anda termasuk yang berisiko tinggi terkena alergi, segeralah beri ia ASI meskipun hanya dalam waktu singkat. Lebih baik lagi bila Anda hanya memberikan ASI saja kepada bayi Anda, tanpa makanan tambahan sama sekali selama empat sampai enam bulan. Dengan cara ini, munculnya alergi bisa dikurangi atau ditunda. 7. Pilihlah makanan yang tepat Apabila anak Anda berisiko terkena alergi, dan sementara Anda tidak bisa menyusui, maka harus dicari bahan pengganti ASI yang bersifat hypo-alergea (rendah kemungkinan mengandung alergen). Namun makanan hypo alergen ini harus tetap mengandung sejumlah kecil protein yang mungkin juga bersifat alergen bagi bayi. Karenanya, bila bayi Anda memperlihatkan gejala alergi, Anda harus mencari makanan pengganti lainnya. 8. Jangan lupa imunisasi batuk rejan Cegahlah anak Anda dari serangan batuk rejan. Batuk rejan sangat buruk bagi kesehatan anak. Penyakit ini tidak hanya menimbulkan komplikasi seperti radang paru-paru, kejang-kejang, serta gangguan irama jantung, tetapi juga mempertinggi kemungkinan untuk terkena alergi di kemudian hari. Salah satu cara pencegahannya dengan memberi anak imunisasi batuk rejan. 9. Lindungi anak dari alergen Anda bisa melindungi anak dari alergen dengan berbagai cara antara lain: jangan terlampau sering memandikan bayi dan hindari pemakaian sabun yang tajam. Misalnya sabun yang bersifat alkali atau basa. Kurangi pemakaian bahan-bahan kimia untuk keperluan sehari-hari. Gunakan deterjen yang bebas enzim. Saat mencuci, bilaslah pakaian Anda dengan air beberapa kali; lindungilah anak Anda dari udara panas. Sebab, keringat yang berlebihan dapat menimbulkan gatal-gatal. 10. Perhatikan keadaan lingkungan Anda Polutan di sekitar kita sebenarnya tidak bersifat alergen. Meskipun demikian bisa menyebabkan alergi, seperti asap rokok. Selain itu, asap hitam berupa gas buangan dari kendaraan bermotor dan cerobong pabrik serta ozon juga bisa menimbulkan alergi. Polutan-polutan tersebut dapat merusak selaput lendir sehingga memudahkan penyusupan alergen ke dalam tubuh. Bila Anda tinggal di daerah yang mengandung banyak polutan, misalnya di kawasan industri, sebaiknya jendela rumah Anda tidak terlalu sering dibuka. Serbuk sari juga sering menjadi penyebab alergi. Karenanya, bila anak Anda cenderung menderita alergi, janganlah menanam tanaman berbunga yang memiliki banyak serbuk sari. Tambahkan sebagai favorit (21) | Kutip artikel ini pada situs Anda | Dilihat: 412
Beri Komentar
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 |
||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
|
|
||||||||
|
|
||||||||
|
|




























































