|
Apakah anda termasuk salah satu diantara mereka yang ingin menurunkan berat badan secara alami dengan berolah raga namun belum merasakan manfaatnya? Mungkin ada yang salah dengan cara anda berolah raga anda tak mengikuti instruksi dengan baik, atau belum mematuhi ‘peraturan dasar’ berolah raga? Berikut ini kami sajikan beberapa tips kunci yang dapat anda gunakan sebagai patokan dalam berolah raga apapun, terutama olah raga untuk menurunkan berat badan. Tapi bagi anda yang berolah raga hanya untuk alasan kesehatan pun, tips ini layak anda coba.
1. Jangan berolah raga saat terserang flu Telah terdapat bukti bahwa meningkatkan tekanan darah dengan cara berolah raga saat anda menderita infeksi virus dapat menimbulkan masalah serius pada tubuh anda. Ada baiknya pula anda beristirahat beberapa hari dari latihan rutin untuk membantu mempercepat proses penyembuhan.
2. Makan sebelum berolah raga—tapi jangan terlalu cepat Banyak orang mendapati bahwa makan segera sebelum berolah raga dapat menimbulkan perasaan tak nyaman dan kram perut, khususnya bila mengkonsumsi makanan tinggi protein dan lemak, karena bahan makanan jenis ini memerlukan waktu lama untuk dicerna. Tapi juga penting diingat untuk tidak berolah raga dengan perut kosong. Garis besarnya adalah makan makanan ringan tinggi-karbohidrat (seperti roti bakar, kentang panggang, pasta atau kue bagel) dua atau tiga jam sebelum mulai berolah raga.
3. Bagaimana menghilangkan nyeri pinggang Para ahli masih belum dapat memastikan apa yang menyebabkan rasa nyeri menusuk di pinggang yang biasa dirasakan saat berolah raga, namun bila anda sering merasakannya, coba beri jarak dua hingga tiga jam dari saat makan terakhir dengan waktu olah raga. Anda dapat pula memperkecil kemungkinan terjadinya dengan memperkuat otot perut anda—misalnya dengan rajin sit up--. Jika anda merasakan nyeri pinggang saat sedang berlari, coba putar atau bungkukkan badan anda ke depan untuk meredakan rasa nyerinya perlahan-lahan.
4. Waktu terbaik berolah raga Penelitian terbaru di Cambridge University menunjukkkan bahwa suhu otot dan parameter fisik lainnyasekitar pukul 4 sampai 6 sore, sehingga pada saat itulah sebenarnya waktu ideal untuk berolah raga. Bagi atlet professional, berlatih pada waktu yang tepat dan sesuai dengan jam biologis biasanya jadi amat penting. Sebuah penelitian di San Jose University, AS, menunjukkan bahwa perenang kelas atas di Amerika menunjukkan penurunan performa sebesar 10% saat berlatih pada waktu yang ‘salah’. Para peneliti tersebut mendapati bahwa waktu reaksi, yang sangat penting dalam olah raga prestasi, berada pada puncaknya pada pukul 4 sore, dan bahwa koordinasi mata-tangan juga mencapai puncaknya sekitar sore hari. Secara psikologis pun, kita merasa lebih mudah berolah raga di sore hari saat semua pekerjaan sudah terselesaikan, dan penelitian telah menunjukkan bahwa berolah raga di sore hari cenderung menjadi rutinitas dibanding pada waktu lain.
5. Jangan percaya mentah-mentah kepada alat penghitung kalori. Sebuah penelitian di AS baru-baru ini menemukan bahwa banyak peralatan di pusat-pusat kebugaran yang tidak memberikan hasil pembacaan yang akurat mengenai berapa banyak kalori yang telah anda bakar, dan bahkan dapat mengurangi ‘jarak’ yang telah anda ‘tempuh’ hingga 5%-nya. Sebagian besar mesin yang dijual di Inggris juga dikalibrasi menurut formula yang didasarkan atas perkiraan orang berukuran rata-rata, tanpa memperhitungkan perbedaan tinggi dan postur. Meski demikian, menurut sebagian besar pembuatnya, kalkulasi yang ditampilkan setelah anda memeras keringat di sebuah mesin treadmill akan akurat untuk 90-95% dari kebanyakan orang, sehingga anda tak perlu mengulangi aktivitas tersebut kembali.
Tambahkan sebagai favorit (27) | Kutip artikel ini pada situs Anda | Dilihat: 243
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com All right reserved |