|
| Kopi Kurangi Resiko Diabetes |
|
|
|
| Ditulis Oleh Administrator | ||||||
| Kamis, 14 Juni 2007 | ||||||
|
Beruntunglah para penikmat minuman berkopi. Adalah Besa Smith dan sejumlah peneliti dari University of California San Diego (AS) yang dengan sabar selama 8 tahun memantau para peminum kopi. Dimana para penikmat ini mampu mendapatkan keuntungan sampai 60 persen terhindar dari penyakit diabetes type 2. Studi yang dipublikasikan melalui `the journal Diabetes Care` itu dengan tegas bahwa resiko terkena penyakit diabetes type 2 sangatlah jauh bagi para pengkonsumsi minuman berkopi. Besa Smith mengaku meski penyebab pasti dari konsumsi minuman berkopi atas perlindungan terhadap penyakit diabetes type 2 namun dirinya memperkirakan bahwa hal ituk tidak hanya dengan kaitan kandungan `caffeine` dalam kopi. Sekitar 910 wanita dan pria menjadi obyek penelitian Besa Smith dimana mereka semuanya berusia diatas 50 tahun. Diawal studi semua partisipan tidak memiliki penyakit diabetes. Setelah memantau perkembangan selama 8 tahun, tim menemukan para para partisipan yang mengkonsumsi minuman berkopi memiliki resiko terhindar dari penyakit diabetes type 2 sampai 60 persen bila dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah mengkonsumsi minuman berkopi. Menurut para peneliti dampak dari proteksi minuman berkopi itu masih terus berlanjut setelah beberapa waktu kemudian tim melakukan pengkuran pada aktifitas fisik, berat badan, tekanan darah, dan kegiatan sex. Diawal studi, tim memperkirakan minuman berkopi diperkirakan memiliki dampak melindungi tubuh karena sangat toleran dengan glukosa. Sayangnya Besa Smith mengaku mereka tidak mampu memberikan saran mengenai berapa banyak minuman berkopi yang harus dikonsumsi untuk bisa membuat sesorang terlindung dari resiko penyakit diabetes type 2. Namun Besa Smith memberikan catatan bahwa selama studi yang mereka lakukan, para peserta bukanlah mereka yang memiliki kecendrungan minum kopi yang kuat. "Konsumsi kopi mungkin bisa memberikan dampak yang baik agar penyebaran obesias dan diabetes tidak terus menyebar, jelas Besa Smith. Besa Smith, MPH mengaku bahwa dimasa depan masih diperlukan penelitian lanjutan soal ini dengan fokus kandungan kopi mana ayng bertanggungjawab atas proteksi dari resiko penyakit diabetes type 2 ini. Tambahkan sebagai favorit (8) | Kutip artikel ini pada situs Anda | Dilihat: 174
Beri Komentar
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 |
||||||
| Pemutakhiran Terakhir ( Sabtu, 12 Januari 2008 ) | ||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
|
|
||||||||
|
|
||||||||
|
|








































































