|
Minggu, 07 September 2008
| Kondom Sudah Tuntas Uji |
|
|
|
| Ditulis Oleh Administrator | ||||||
| Jumat, 21 Maret 2008 | ||||||
|
Mungkin kita pernah mendengar keluhan tentang kondom yang cepat koyak atau bocor. Benarkah kenyataan ini atau mungkin adakah masalah lain? Menurut Dr. Linda Sitanggang, Direktur Penilaian Obat dan Produk Biologi BPOM, sebenarnya kondom yang ada di pasaran sekarang ini sudah melalui serangkaian uji laboratorium yang ketat sebelum dipasarkan.
Ada beberapa standar internasional yang digunakan, yang ditetapkan oleh salah satu badan berikut, yakni International Organization for Standardization (ISO), Committee European de Normalization (CEN). dan American Society for Testing and Materialism (ASTM). Beberapa standar atau uji mutu laboratorium yang biasa dijalankan mencakup hal berikut: 1. Volume peledakan Daya rekah merupakan kriteria untuk mengukur elastisitas dan kekuatan kondom. Kondom diisi udara dan dihitung berapa volume udara yang bisa ditampung hingga meledak. Menurut ketentuan Laboratorium Enersol (Australia), batas minimum volume saat meletus adalah 15 liter dan jumlah kondom yang meledak maksimum adalah 7 dari tiap 200 kondom yang diuji. 2. Dimensi kondom Kondom bermutu harus mempunyai panjang lebih besar atau sama dengan 160 milimeter dan lebarnya harus berkisar 50-54 milimeter. 3. Tegangan putus Tegangan putus adalah kriteria mengukur kekuatan kondom. Kondom ditarik dengan alat/beban tertentu dan kemudian diukur berapa tegangannya saat putus. Enersol menentukan standar tersebut sama dengan 30 Neston dan jumlah maksimum yang diizinkan adalah 1 dari 20 kondom yang diuji. 4. Kebocoran Kriteria ada tidaknya lubang pada kondom ini mempunyai proporsi penilaian paling besar dibandingkan dengan kriteria lain. Prinsipnya kondom diisi air untuk mengetahui ada tidaknya lubang. Jumlah maksimum yang diizinkan untuk tidak memenuhi standar adalah 2 buah dari tiap 200 kondom yang diuji. 5. Keutuhan segel pengaman Kondom dalam kemasan ditempatkan pada suatu wadah dan dialiri gas sampai tekanan tertentu. Syarat yang dipakai adalah tak boleh ada kondom yang tidak utuh segelnya dari tiap 13 kondom yang diuji. 6. Pelabelan Dari kacamata konsumen hal ini penting sekali. Sayangnya, tidak semua produk kondom mencantumkan label yang informatif. Periksalah apakah kondom tersebut mempunyai tanggal kedaluwarsa atau tidak, petunjuk pemakaian atau tidak, dan lain sebagainya. Kondom yang memperhatikan konsumen adalah kondom yang mencantumkan semua informasi ini. Biasanya ini adalah kondom yang baik. Tambahkan sebagai favorit (10) | Kutip artikel ini pada situs Anda | Dilihat: 82
Beri Komentar
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 |
||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
|
|
||||||||
|
|
||||||||
|
|




























































