|
Kiat Sehat Perempuan Usia Lanjut |
|
|
|
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Sabtu, 12 Januari 2008 |
|
Guna mengurangi faktor risiko PJK (Penyakit Jantung Koroner) pada perula, sebaiknya jauh sebelum memasuki usia menopause – ketika usia sudah mulai memasuki 40 tahun – haruslah dibiasakan menjalani gaya hidup sehat. Berolahraga secara teratur memberi manfaat positif untuk menurunkan kadar kolesterol total dan kolesterol jahat LDL serta mengatrol jumlah kolesterol baik HDL. Melakukan jogging antara 2 - 3 km setiap hari ternyata mampu meningkatkan kadar HDL 35 persen dan mempercepat pembakaran lemak dalam tubuh sehingga badan tampak langsing dan berat badan pun menjadi lebih ideal.
Selain berolahraga dan menjauhkan rokok, cara lain yang tak kalah dahsyatnya untuk meredam PJK adalah mengonsumsi antioksidan alami yang bisa dipasok lewat buah dan sayur. Mengonsumsi buah dan sayuran yang sarat dengan vitamin C, beta karoten dan vitamin E dapat meningkatkan status antioksidasi tubuh. Vitamin antioksidan ini berperan sebagai penangkap (scavenger) radikal bebas dan quenching oksigen singlet guna mencegah oksidasi lemak tidak jenuh ganda dan kolesterol di dalam darah.
Telah lama diketahui bahwa terjadinya aterosklerosis dipicu oleh adanya luka di lapisan endothelium pada dinding pembuluh darah. Dan kini diayakini produk oksidasi lemak bisa menginduksi terjadinya luka pada pembuluh darah dalam waktu yang relatif singkat. Dari hipotesis ini muncul pemikiran baru bahwa dimungkinkan produk oksidasi lemak dan kolesterol jahat LDL yang teroksidasi dapat menginisiasi terjadinya luka pada pembuluh darah. Penelitian Yagi bertajuk Lipid Peroxides in Atherosclerosis dalam Raharjo (1995) menunjukkan hidroperoksida asam linolenat dapat menghambat sintesis prostacyclin oleh arteri, sehingga mendorong meningkatnya aktivitas platelet yang selanjutnya mengarah terjadinya aterosklerosis dan risiko terjadinya PJK juga meningkat. Mengonsumsi makanan yang ditengarai mengandung produk oksidasi lemak seperti makanan gorengan, minyak goreng yang dipakai secara berulang, produk daging dan ikan olahan dapat menginisiasi terjadinya luka pada pembuluh darah. Produk oksidasi ini selanjutnya dapat mengoksidasi kolesterol jahat LDL sehingga memiliki kemampuan menembus dinding arteri dan kemudian menyumbat pembuluh darah.
Diet makanan berimbang gizinya dengan menjauhi makanan atau kemilan yang mengandung produk oksidasi dan memperbanyak mengonsumsi produk olahan kedelai, buah dan sayuran dapat dipakai sebagai kiat sehat merawat jantung. Kandungan isoflavon pada tempe, likopen pada tomat, limonoid dan asam askorbat pada jeruk, kuersetin pada teh, bawang dan coklat adalah contoh antioksidan yang mampu menahan laju oksidasi kolesterol jahat sehingga tidak mampu menyumbat pembuluh darah. Oleh karena itu, sudah saatnya pemerintah lewat Depkes meningkatkan pelayanan kesehatan guna melindungi perula dari PJK dan stroke lewat penyediaan peralatan seperti treadmill, radionuklir dan angiografi di setiap puskesmas untuk deteksi awal, mengingat gejala-gejala menopause hampir mirip dengan gejala PJK. Selain itu, berbagai kiat sehat yang mudah dan murah dapat diberikan tenaga penyuluh kesehatan guna menambah pemahaman tentang manfaat positif berolahraga secara teratur, mengonsumsi buah dan sayur serta tidak merokok untuk mencegah PJK. Ini penting mengingat biaya yang mahal untuk pengobatan PJK amat berat ditanggung masyarakat kebanyakan. |