|
Kamis, 16 Oktober 2008
| Kiat Memilih Obat Bebas |
|
|
|
| Ditulis Oleh Administrator | ||||||
| Jumat, 14 Desember 2007 | ||||||
|
Obat merupakan bahan yang sangat berpotensi membantu menyembuhkan penyakit. Namun obat baru akan bekerja efektif mengatasi masalah kesehatan bila digunakan dengan tepat. Dari sisi perolehan dan penggunaan, obat digolongkan menjadi dua. Pertama, obat yang hanya dapat diperoleh dengan resep dokter (ethical). Kedua, obat yang dapat diperoleh tanpa resep dokter. Obat golongan kedua ini terdiri dari dua macam yaitu: obat bebas dan obat bebas terbatas.
Apa Yang Dimaksud Dengan Obat Bebas? Obat bebas umumnya digunakan pada pengobatan sendiri (self medication). Biasanya dilakukan untuk mengatasi gangguan kesehatan ringan semisal batuk pilek, demam, sakit kepala, diare, sembelit, perut kembung, gangguan lambung (maag), dan gatal-gatal karena infeksi jamur kulit. Obat bebas dengan mudah diperoleh di semua outlet yang menjual obat. Karena mudah didapat, seringkali obat bebas dikonsumsi semaunya. Semestinya, sebelum menggunakan obat bebas, kosumen mengetahui benar sifat dan cara pakai obat yang tepat dan aman. Informasi tata cara penggunaan ini dapat dilihat pada etiket atau brosur yang menyertai obat tersebut. PEMILIHAN OBAT BEBAS Agar pengobatan tepat, aman dan sesuai dengan kebutuhan, pada saat memilih obat bebas perhatikan hal-hal yang terkait dengan diri Anda, seperti berikut ini: 1. Apakah Anda, pernah mengalami alergi atau reaksi yang tidak diinginkan terhadap obat-obat tertentu2 Bila pernah, jangan mengonsumsinya dan carilah obat lain yang fungsi dan kegunaan sama dengan obat tersebut. 2. Apakah Anda sedang diet rendah garam, rendah gula atau senyawa lain? Selain mengandung zat berkhasiat, suatu obat dapat juga mengandung bahan tambahan seperti pemanis. 3. Apakah Anda sedang hamil atau merencanakan untuk hamil2 Beberapa obat dapat mempengaruhi janin. 4. Apakah Anda sedang menyusui2 Obat-obatan bisa terserap ke dalam ASI dan dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan pada bayi. 5. Apakah Anda sedang meminum obat lain pada saat yang bersamaan2 Pengonsumsian beberapa jenis obat dapat terjadi interaksi antarobat. DARI SISI PRODUK OBAT PERHATIKAN: 1. Nomor registrasi. Setiap obat harus memiliki nomor registrasi yang berarti telah memiliki persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan sebagai tanda izin edar yang absah. 2. Baca dan pelajari etiket atau brosur yang menyerfai obat tersebut. Setiap produk obat selalu dicantumkan informasi mengenai nama obat, komposisi obat, informasi mengenai cara kerja obat, indikasi, aturan pakai, peringatan perhatian, cara penyimpanan, nama produsen, nomor pembuatan obat dan tanggal kadaluwarsa. Jangan sekali-sekali mengonsumsi obat yang telah lewat masa kadaluwarsanya. 3. Efek samping. Di samping efek pengobatan yang diinginkan, obat dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan atau dikenal dengan istilah efek samping obat. Ini merupakan setiap respons obat yang merugikan dan tidak diharapkan terjadi pada penggunaan dengan dosis atau takaran normal. Jangan ragu untuk menanyakan kepada apoteker di apotek efek samping yang mungkin terjadi dan apa tindakan yang harus dilakukan jika timbul efek samping. 4. Tanda. Untuk memastikan obat yang Anda minum tergolong jenis 'bebas' atau `bebas terbatas', perhatikan tanda khusus pada kemasan. * Obat bekias diberi tanda lingkaran hijau dengan garis tepi berwarna hitam. * Obat bebas terbatas bertanda lingkaran biru dengan garis tepi berwarna hitam. Khusus obat bebas terbatas memiliki tanda 'peringatan untuk aturan pakai obat', karena hanya dengan takaran dan kemasan tertentu obat ini aman dipergunakan sebagai obat bebas. Penggunaan Obat Yang Benar Setelah menentukan pilihan, perhatikan cara pengonsumsian obat yang benar: * Minumlah obat sesuai anjuran dan aturan yang tertera pada kemasa obat, kecuali ada saran lain dari tenaga medis. * Penggunaan obat bebas atau obat bebas terbatas tidak dimaksudkan untuk digunakan secara terus menerus. * Jangan mencampur berbagai jenis obat dalam satu wadah. * Brosur atau etiket pada wadah obat jangan dibuang, karena di situ tercantum informasi penting mengenai obat dan cara penggunaannya. * Untuk menghindari kesalahan, jangan meminum obat di tempat gelap. Bacalah cara pemakaian setiap kali sebelum meminum obat. * Jika pemakaian obat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, seperti gatal-gatal, segera hubungi tenaga medis. * Jika Anda merasa obat yang digunakan tidak memberikan manfiaat segera berkonsultasi dengan tenaga medis, misal: o Setelah minum obat penurun panas selama dua hari, demam atau panas tidak menurun. o Setelah minum obat pereda nyeri selama lima hari, rasa nyeri tidak menghilang. o Batuk berlangsung lebih dari tiga hari atau setelah mengonsumsi obat bebas tidak ada perbaikan atau penyakit menjadi bertambah berat. Penyimpanan Obat Agar kualitas obat terpelihara, sebaiknya: * Jauhkan dari jangkauan anak. * Simpan obat dalam kemasan aslinya dan dalam wadah tertutup rapat. * Simpan obat ditempat yang sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung. * Jangan menyimpan obat di tempat panas dan atau lembab karena dapat menyebabkan obat jadi rusak. * Jangan disimpan pada lemari pembeku. Menyimpan obat dalam lemari pendingin hanya dilakukan bila disebutkan dalam etiket atau kemasan obat. Jaga agar obat dalam bentuk cair jangan menjadi beku. * Jangan tinggalkan obat di dalam mobil dalam jangka waktu lama karena perubahan suhu dapat merusak obat. * Segera buang obat yang telah kadaluwarsa. Tambahkan sebagai favorit (30) | Kutip artikel ini pada situs Anda | Dilihat: 401
Beri Komentar
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 |
||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
|
|
||||||||
|
|
||||||||
|
|


























































