Hijriah Date
Jumadil Awal
12
Minggu
1429 HIJRIAH
Berita Terbaru
Artikel Terbaru
Login Email Gratis
Smart Naco Member Area
Smart Naco Indonesia
Smart Naco International
Administrator
Main Menu
Home
Info Produk
Sertifikasi Halal & Mutu
Testimonial Indonesia
Testimonial Malaysia
Tanya Jawab
Harga & Pemesanan
Rencana Pemasaran
Jenjang Karir
Smart Support System
Cara Menjadi Distributor
Kode Etik
Pemesanan Produk
Pendaftaran Agen & Member
Konfirmasi Pembayaran
Hubungi Kami
Mobile Stockist & Agen
Metode Pembayaran
Pencarian
Web Links
Gratis Untuk Anda
Statistics
Pengunjung: 206888
Who's Online
World Time Clock
Syndicate
RSS SocialNet
Add to MyYahoo!
Subscribe in NewsGator Online
Add to Newsburst
Add to Google
Add to My AOL
Add to Pluck
Subscribe in FeedLounge
Add to Windows Live
Add to NetVibes
Subscribe in Rojo
Subscribe in Bloglines
Add to MyMSN
Add to Plusmo for your cellphone
Add to PageFlakes
Add to Technorati
Add to BlinkBits

Google PageRank Plus

Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini93
mod_vvisit_counterKemarin456
mod_vvisit_counterMinggu Ini5998
mod_vvisit_counterBulan Ini14543
mod_vvisit_counterSeluruhnya74870


-->
Minggu, 18 Mei 2008


Banyak cara menguras racun PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 0
BurukTerbaik 
Ditulis Oleh Administrator   
Rabu, 03 Oktober 2007

Beberapa model detoksifikasi cukup efektif untuk membuang racun-racun obat yang mangkal dalam tubuh pengguna, meski tidak menjamin mereka bisa lepas dari ketergantungan. Namun, detoksifikasi tetap perlu dilakukan. Pilih saja salah satu metode berikut ini:

A. Detoksifikasi Cepat
(Ultra Rapid Opiat Detoxification)

Menurut Dr. Sunatrio, Sp.An.KIC. dari Bagian Anestesiologi FKUI/RSCM Jakarta, proses ini mesti dilakukan sewaktu pasien sakaw. Digunakan untuk mereka yang kancanduan heroin, vicodin, methadone, codein, dilaudid, morfin. dan oxycontin.

Tekinik ini harus dilakukan di rumah sakit, di bawah pengawasan ahli anestesi. Sesudah pemeriksaan psikologis dan medis komprehensif, pecandu dirawat di ICU selama 24-36 jam, yang mencakup 6 jam pengobatan pratindakan dengan diberu solbutamol, klonidin, diazepam, ranitidin, omeperazol, vitamin C, oktreotid, dan ondansetron.

Anestesi dimulai dengan pemberian midazolam dan profol lewat vena (intra vena). Naltrekson, klonidin, oktreotid diberikan selama anestesi yang berlangsung 3,5-5 jam, bergantung pada berat ringannya gejala putus obat yang timbul akibat pemberian naltrekson. Bila perlu, obat analgetik dan sedatif diberikan sesudah anestesia dihentikan.

Esok harinya pasien bisa pulang dan dimulai terapi naltrekson oral selama 10-12 bulan. Harga naltrekson sekitar Rp 40 ribuh per tabel.

Efek samping detoksifikasi ini meliputi badan lemas, mengantuk, menggigil, merinding, mual, muntah, diare, nyeri perut, mialgia, insomnia, dan perasaan tidak enak. Pada kebanyakan pasien, gejala-gejala ini hilang dalam beberapa hari, tanpa perlu obat. Hanya 31,8 persen kasus yang perlu terapi simptomatik.

Pada hari pertama pasca detoksifikasi craving score (keinginan untuk mengonsumsi opiat) telah menurun sampai rata-rata 50 persen dan menjadi nol sesudah 10 bulan. Problema utama adalah rendahnya kepatuhan pasien untul minum naltrekson. Hanya 40 persen pasien yang menyelesaikan terapi. Ini bisa diatasi dengan pemakaian naltrekson implan. Biaya terapi ini sekitar Rp 13 juta-Rp20 juta.

B. Tanpa Obat
Metode lain digunakan Rumah Dampingan Terapi dan rehabilitas Cemara (RDTRC) atau Rumah cemara, di Gegerkalong, Bandung.

Tidak seperti rumah rehabilitas lainnya. Rumah Cemara tidak memberikan narkotika sedikit pun, tetapi membiarkan pecandu ketika sedang sakaw, sambil didampingi seorang pengelola.

Keadaan ini berlangsung 2-3 hari, tergantung jenis narkotika yang dikonsumsi. Selama itu, pencandu biasanya menderita diare, muntah, suhu badan panas dingin, serta keluar lendir dari mulutnya.

Jika lolos fase ini, dalam jangka 1 atau 2 minggu, urin sudah negatif atau tidak lagi mengandung racun. Bula tidak tahan, pengguna, dirujuk ke rumah sakit untuk mendapat pengobatan semestinya. Namun, mereka tetap tidak diberi narkotika.

C. Metode Alami
Metode ini baik dilakukan bila pencandu sudah selesai menjalani tahap rehabiltias. Juga baik bagi bukan pencandu, yang ingin menguras racun-racun kimia yang sudah terkumpul dalam tubuhnya.

Menurut Dr. Elson Haas, MD, direktur Preventive Medical Center of Marin di San Rafael, California dan penulis buku The Detox Diet (Celestial Arts, 1996), juga menurut Andrew Weil, MD, praktisi pengobatan spiritual-alternatif dan pengarang Spontaneous Healing (Fawcett Columbine, 1995), tubuh kita sebenarnya secara alami melakukan proses membuang dan menetralisasi racun (proses detoksifikasi) lewat pengeluaran urin, pernapasan, tinja, dan keringat.

Empat organ utama yang terlibat, yakni hati, ginjal, saluran pencernaan, dan kulit. Efek detoksifikasi antara lain sistem pencernaan akan lebih baik, kulit lebih bercahaya, sakitpunggung, persendian ataupun rasa sakit kronik lainnya akan hilang, dan vitalitas serta energi meningkat.

Detoksifikasi alami yang populer, antara lain:

1. Asupan Air
Minum air putih sedikitnya delapan gelas sehari. Air membantu mengeluarkan racun lewat kulit, ginjal, juga keringat. Air melarutkan zat-zat kimia dalam darah, membersihkan darah, membantu pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh. Kekurangan air akan mengakibatkan darah lengket dan kental, menyumbat dan meracuni sistem di dalam tubuh. Air teh dan jus buah-buahan segar juga merupakan smber air yang baik.

2. Pola Makan Sehat
Makanan berlemak, berperwarna, berpengawet dan berbahan kimia lain, akan meracuni tubuh. Mengonsumsi banyal sayur dan buah-buahan segar, serta mengurangi jenis makanan yang merugikan tubuh akan membantu proses detoksifikasi secara optimal. Buah-buahan, sayur-mayur, polong-polongan, dan makanan dengan sedikit pengolahan (beras merah, roti gandu, havermouth) berkadar serat tinggi yang membantu pengeluaran toksin dari tubuh. Jenis makanan ini juga tinggi karbohidrat, yang lebih mudah dicerna dibanding protein dan lemak.

3. Konsumsi Antioksidan
enzim antioksidan dalam tubuh akan memerangi radikal bebas. Jika jumlah radikal bebas telralu banyak, enzim tubuh memerlukan bantuan zat-zat antioksidan dari luar seperti vitamin A, C, dan E.

Antioksidan yang paling efektif terdapat dalam makanan utuh dan alami. Untuk memastikan kecukupan asupan antioksidan, konsumsilah sedikitnya lima porsi buah dan sayur tiap hari.

Mengingat tingginya jumlah toksin (racun( dan polutan yang telah mencemari lingkungan, kita perlu mengandalkan perlindungan dari makanan tambahan berupa suplemen.
Suplemen vitamin dan mineral berperan penting dalam membantu tubuh menghancurkan dan mengeluarkan unsur-unsur kima beracun.

Andrew Weil, MD, menganjurkan komposisi dan jumlah berikut:

Pagi hari: 1.000-2.000 mg vitamin C dan 25.000 betakaroten alami

Siang hari: 400-600 IU vitamin E alami dan 200-300 mcgr selenium

Malam hari: 1.000-2.000 mg vitamin C

Sebelum tidur: 1.000-2000 mg vitamin C
4. Olahragam pijat, perawatan kulit, dan lain-lain
Aktivitas fisik rutin membantu proses pengeluaran racun melalui keringat. Selain memacu keringat, olahraga juga meningkatkan sirkulasi darah dan merangsang sisitem limpa. Juga bermanfaat untuk menurunkan stres serta menstabilkan emosi.

Pijat dapat memperlancar sirkulasi darah, membuat rileks dan melepaskan sres.

Menyikat kulit dalam keadaan kering sebelum mandi membantu membersihkan toksin dari pori-pori, juga merupakan stimulasi yang baik untuk sistem limpa dan sirkulasi. Cara ini juga melepaskan sel-sel kulit mati, sehingga kulit kelihatan lebih cerah.

Sauna merupakan metode detoks yang efektif karena membantu proses penyembuhan, menghilangkan demam, memacu keringat. Juga meningkatkan metabolisme dan aktivitas organ-organ vital serta kelenjar-kelenjar tubuh.

5. Puasa
Butuh energi untuk mencerna makanan berlemak, juga membuangnya dari dalam tubuh. Itu sebabnya kita sering lelah dan mengantuk setelah makan. Para ahli berpendapat, berpuasa dengan jus adalah cara terbaik dan teraman untuk detoks. Cara ini memberikan asupan nutrisi penting dalam jumlah cukup, tanpa membebani sistem pencernaan.

Dr. Haas menganjurkan berpuasa dengan jus dalam jangka pendek (2-3 hari) dengan langkah-langkah berikut:

Sedikitnya tiga hari sebelum puasa, asuplah makanan bergizi yang mudah dicerna. Hindari alkohol, kafein, dan gula.

Untuk membersihkan tubuh, minumlah 10-15 gelas air puti, jus buah serta jus sayuran setiap hari.

Tak perlu mengonsumsi suplemen vitamin atau mineral, saat puasa.

Saat tubuh mulai mengeluarkan racun, Anda akan merasa pusing, lelah dan pening. Ini tergantung dari jumlah racun yang terdapat dalam tubuh. Beberapa orang tidak merasakan apa-apa.

Anda akan merasa lapar, jadi cobalah tidak memikirkannya. Lakukan aktivitas lain, seperti berjalan-jalan, tidur, membaca buku, menulis surat, dan lainnya untuk mengalihkan prhatian.

Menggunakan laksatif alami seperti lidah buaya, atau serbuk Psyllium pada saat berpuasa membantu proses eliminasi racun-racun dari dalam tubuh secara lebih efektif.

Akhiri masa puasa (berbuka) secara bertahap. Di hari pertama makan hanya sayuran rebus. Hari kedua, makanlah nasi merah. Anda akan merasa sangat lapar, tetapi jangan makan terlalu banyak.

Hari ketiga saat puasa usai, Anda akan merasa ringan, bersih, dan sehat.


Tambahkan sebagai favorit (10) | Kutip artikel ini pada situs Anda | Dilihat: 241

Menjadi yang pertama mengomentari artikel ini
RSS comments

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Homepage
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code
I wish being prevented by email of the comments which will follow

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved





Digg!Reddit!Del.icio.us!Google!Live!Facebook!Slashdot!Netscape!Technorati!StumbleUpon!Spurl!Wists!Simpy!Newsvine!Blinklist!Furl!Fark!Blogmarks!Yahoo!Smarking!Netvouz!Shadows!RawSugar!Ma.gnolia!PlugIM!Squidoo!BlogMemes!FeedMeLinks!BlinkBits!Tailrank!linkaGoGo!Free social bookmarking plugins and extensions for Joomla! websites! title=
Pemutakhiran Terakhir ( Sabtu, 12 Januari 2008 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >


Berita Terbaru
Pendaftaran Mobile Stockist Baru

Minggu, 13 April 2008 | Administrator

Untuk kelancaran pelayanan Mobile Stockist kepada Distributor Smart Naco Indonesia, maka per tanggal 15 April 2008, pendaftaran Mobile Stockist dibuka kembali khusus untuk wilayah di luar...
+ Selengkapnya

Berita Lain
Artikel Terbaru
Merokok dan Kopi Cegah Parkinson?

Rabu, 07 Mei 2008 | Administrator

Merokok jelas bukan kebiasan yang menyehatkan, demikian pula halnya dengan minum kopi. Lantas bagaimana jika kedua kebiasaan itu digabungkan?
+ Selengkapnya

Artikel Lain
Berita Kesehatan
Gemuk Tetap Tak Sehat

Kamis, 29 November 2007 | Administrator

Menjadi gemuk tidak akan membuat seseorang menuai kematian namun memang tidaklah sehat. Studi yang dilakukan oleh Katherine Flegal dari `the U.S. Centers for Disease Control and Prevention` ini...
+ Selengkapnya

Berita Lain
Artikel Kesehatan
Gandum, Baik untuk Kesehatan Jantung

Rabu, 28 November 2007 | Administrator

Bagi Anda yang sangat memperhatikan kesehatan jantung, sebaiknya mulailah untuk mengganti menu sarapan Anda dengan sereal yang mengandung biji padi atau gandum. Menurut sebuah studi terbaru, risiko...
+ Selengkapnya

Artikel Lain
Tips Kesehatan
6 Rahasia Temukan Pasangan yang Baik

Sabtu, 12 Januari 2008 | Administrator

Apakah anda pernah memikirkan cara melepaskan sepatu atau anda hanya mengesampingkannya begitu saja? Apa yang anda perhatikan jika anda melakukan hal ini setiap hari?
+ Selengkapnya

Tips Lain
Info Sehat
Macam Macam Susu

Selasa, 06 Mei 2008 | Administrator

Susu Pasteur (pasteurized)Susu Cair yang telah melalui proses pasteurisasi pada suhu 72° C selama 15 detik, lalu didinginkan pada suhu10° C dan dikemas dalam botol/karton steril. Krim susu...
+ Selengkapnya

Info Lain