Hijriah Date
Rajab
16
Minggu
1429 HIJRIAH
Berita Terbaru
Artikel Terbaru
Artikel Lainnya
Login Email Gratis
Member Area
Smart Naco Indonesia
Smart Naco International
Administrator
Main Menu
Home
Info Produk
Sertifikasi Halal & Mutu
Testimonial Indonesia
Testimonial Malaysia
Tanya Jawab
Harga Produk
Rencana Pemasaran
Jenjang Karir
Smart Support System
Cara Menjadi Member
Kode Etik Member
Pemesanan Produk
Pendaftaran Member Baru
Konfirmasi Pembayaran
Hubungi Kami
Alamat Mobile Stockist & Agen
Tabel Ongkos Kirim
Cara Pembayaran
Pencarian
Web Links
Gratis Untuk Anda
Kumpulan Video
Semua Ada Disini
Statistics
Pengunjung: 343414
Who's Online
Saat ini ada 1 tamu online
World Time Clock
Syndicate
RSS SocialNet
Add to MyYahoo!
Subscribe in NewsGator Online
Add to Newsburst
Add to Google
Add to My AOL
Add to Pluck
Subscribe in FeedLounge
Add to Windows Live
Add to NetVibes
Subscribe in Rojo
Subscribe in Bloglines
Add to MyMSN
Add to Plusmo for your cellphone
Add to PageFlakes
Add to Technorati
Add to BlinkBits

Google PageRank Plus

Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini222
mod_vvisit_counterKemarin559
mod_vvisit_counterMinggu Ini5425
mod_vvisit_counterBulan Ini15337
mod_vvisit_counterSeluruhnya122527


Advertisement




Minggu, 20 Juli 2008


Bagi orang gemuk makanan ibarat obat bius PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 0
BurukTerbaik 
Ditulis Oleh Administrator   
Kamis, 12 Juli 2007
Hasil temuan beberapa peneliti AS menunjukkan makan berlebihan dan kecanduan obat bius adalah hal yang terkait. Sebab, sirkuit otak yang sama terlibat ketika orang yang sangat gemuk mengisi perut mereka bagaikan ketika seorang pecandu obat bius memikirkan obat bius.
 Temuan itu mungkin membantu menciptakan perawatan yang lebih baik bagi orang yang kelebihan berat badan, yang kini menjadi masalah kian besar di Amerika Serikat dan negara lain.

"Kami ingin mengetahui mengapa, ketika orang sudah kenyang, orang masih menyantap banyak makanan," kata Gene-Jack Wang dari Brookhaven National Laboratory di Upton, New York.

Lebih lanjut mereka mengatakan dapat mensimulasikan proses yang terjadi ketika perut sudah penuh, dan untuk pertama kali mereka dapat melihat jalan kecil dari perut ke otak dan 'mematikan' keinginan otak untuk terus makan."

Wang dan rekan-rekannya menguji-coba tujuh relawan yang kelebihan berat badan dan telah menyesuaikan diri dengan perangsang perut -alat yang mengelabui badan untuk berfikir bahwa perut sudah penuh, alias kenyang.

Mereka menggunakan alat pengamatan positron emission tomography (PET) untuk melihat bagian otak mana yang aktif ketika alat perangsang dihidupkan.

Mereka juga secara seksama menanyai relawan mereka, yang semuanya sangat gemuk, mengenai mengapa dan kapan mereka makan secara berlebihan.

"Kami menduga daerah (otak) yang aktif harus lah di pusat rasa kenyang, yang kami pelajari di fakultas medis mestinya berada di hypothalamus," kata Wang.

Wang melihat banyak kegiatan di semua daerah otak, terutama di hippocampus. Wilayah itu berkaitan dengan belajar, ingatan dan juga berhubungan dengan banyak hal seperti getaran sensor dan gerak serta prilaku emosi.

Wang dan rekannya, yang menulis di Proceedings of National Academy of Sciences, mengatakan hippocampus 18% lebih aktif ketika alat perangsang perut dihidupkan.

Alat perangsang tersebut juga mengirim pesan kenyang ke sirkuit otak di orbitofrontal cortex dan stiriatum, yang telah berkaitan dengan rasa lapar dan keinginan pada pecandu kokain.

"Ini memberi bukti lebih jauh mengenai hubungan antara hippocampus, emosi dan keinginan untuk makan, dan memberi kita pandangan baru mengenai mekanisme bagaimana orang yang kelebihan berat badan menggunakan makanan untuk menenangkan emosi mereka," kata Wang.

Semua relawan tersebut memang sedang lapar --mereka telah berpuasa selama 16 sampai 17 jam ketika alat pemantau PET dioperasikan. Alat perangsang itu berhasil membuat rasa lapar mereka berkurang, kata Wang.

Namun, yang mengejutkan ialah di bagian sirkuit otak yang digunakannya untuk melakukan itu.

"Itu serupa dengan studi mengenai ketika pemakai obat bius, ketika mereka memikirkan kokain, mereka sangat mengingini kokain," katanya.

Jalan kecil ini mesti diteliti dalam studi lebih lanjut guna memastikan apakah ada dampak bagi perawatan atau pencegahan kelebihan berat badan, katanya.

Pengatur makan
Sebelumnya, sekelompok ilmuwan Jepang berhasil menemukan satu molekul yang diyakini bertanggung jawab untuk menentukan 'rasa kenyang' bagi kelompok mamalia (hewan menyusui). Penelitian itu bisa berlanjut kepada penemuan untuk merawat dan menangani obesitas yakni masalah kelebihan berat badan pada manusia.

Kelompok ilmuwan Jepang tersebut meyakini rasa selera makan dikendalikan dari dan oleh bagian otak yang terletak pada bagian depan yang disebut hypothalamus dan mereka mengatakan telah mengidentifikasikan molekul yang menjadi penentu untuk meningkatkan atau menurunkan selera makan.

Makalah hasil penelitian tersebut dipublikasikan pada media online dari majalah kedokteran the Journal Nature. Penemuan itu menjelaskan molekul yang dimaksud dinamakan nesfatin-1 yang dihasilkan secara alami di otak.

Setelah menyuntikkan molekul tersebut ke dalam otak sejumlah tikus, para peneliti menyaksikan hewan pengerat yang umumnya hidup di saluran pembuangan air (got) semakin lama kian berkurang selera makannya sampai mengalami kehilangan sejumlah berat badan.

Selanjutnya para ilmuwan juga melakukan pemblokiran atau penyumbatan pada nesfatin-1 pada hewan tikus tersebut dan melihat perkembangan selera makan yang bertambah yang mengakibatkan bertambahnya bobot hewan tersebut.

"Kami telah menyuntikkan antibody anti-nesfatin-1 yang memperlihatkan bertambahnya selera makan hewan tikus yang mengakibatkan pertambahan berat badan," kata Masatomo Mori dari Unit Pengembangan Ilmu Kedokteran Molekul di Fakultas Kedokteran Universitas Gunma, kepada Reuters.

Mori mengatakan penemuan itu dapat membuka jalan bagi pengembangan terapi obesitas yang menjadi masalah utama kesehatan di negara berkembang maupun di negara maju.

Sedikitnya tercatat ada satu miliar orang dewasa di dunia yang dinyatakan kelebihan berat badan, 300 juta di antaranya masuk kelompok 'kegemukan' demikian catatan organisasi kesehatan internasional, WHO.

Obesitas terkait erat dengan penyakit kronis antara lain diabetes tipe 2, penyakit cardiovascular (penyakit jantung), penyakit hypertensi (tekanan darah tinggi) dan stroke (perdarahan atau penggumpalan darah pada otak) dan beberapa jenis penyakit kanker.

Tambahkan sebagai favorit (15) | Kutip artikel ini pada situs Anda | Dilihat: 292

Menjadi yang pertama mengomentari artikel ini
RSS comments

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Homepage
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code
I wish being prevented by email of the comments which will follow

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved





Digg!Reddit!Del.icio.us!Google!Live!Facebook!Slashdot!Netscape!Technorati!StumbleUpon!Spurl!Wists!Simpy!Newsvine!Blinklist!Furl!Fark!Blogmarks!Yahoo!Smarking!Netvouz!Shadows!RawSugar!Ma.gnolia!PlugIM!Squidoo!BlogMemes!FeedMeLinks!BlinkBits!Tailrank!linkaGoGo!Free social bookmarking plugins and extensions for Joomla! websites! title=
Pemutakhiran Terakhir ( Sabtu, 12 Januari 2008 )
 
< Sebelumnya   Berikutnya >







Berita Terbaru
The Great Smart Business Seminar 2008

Rabu, 16 Juli 2008 | Administrator

The Great Smart Business Seminar 2008, Live for U Luar biasa!!! The Great Smart Business Seminar 2008 yang akan dihadiri para pembicara Top-Top Leader Smart Presidential Director (SPD) di 7 kota...
+ Selengkapnya

Berita Lain
Artikel Terbaru
Ponsel Pengaruhi Kualitas Sperma?

Rabu, 16 Juli 2008 | Administrator

Dampak negatif dari radiasi telepon selular kembali mendapat sorotan.  Kali ini,  sebuah riset mengklaim penggunaan ponsel yang berlebihan dapat mempengaruhi kualitas sperma.
+ Selengkapnya

Artikel Lain
Berita Kesehatan
Ini Dia Orgasme yang Sesungguhnya!

Jumat, 18 Juli 2008 | Administrator

Pada artikel sebelumnya disebutkan, wanita seringkali memalsukan orgasmenya, dan pasangan kerap tidak menyadari hal tersebut. Ini disebabkan karena banyak orang yang belum tahu ciri serta definisi...
+ Selengkapnya

Berita Lain
Artikel Kesehatan
Telapak Tangan Bukan Termometer

Rabu, 28 November 2007 | Administrator

Menempelkan telapak tangan ke dahi di Buyung atau si Upik bukan cara tepat untuk menggolongkan suhu badannya panas, normal, atau dingin. Naiknya suhu tubuh bukan serta merta petunjuk ia harus...
+ Selengkapnya

Artikel Lain
Tips Kesehatan
P 3 K - Tenggelam

Jumat, 21 Maret 2008 | Administrator

Ketika orang berjuang agar tidak tenggelam, air dapat masuk ke saluran pernapasan, menutup persediaan udara. Jika napas berhenti dan aliran oksigen ke otak terputus, otak dapat rusak atau korban...
+ Selengkapnya

Tips Lain
Info Sehat
Diabetes Mengancam Anak-Anak

Senin, 26 November 2007 | Administrator

Rasanya semakin banyak saja penderita diabetes melitus di Indonesia. Penyakit gula ini kini tak lagi monopoli orang tua atau dewasa, tapi juga anak-anak yang umumnya berupa diabetes tipe I. Faktor...
+ Selengkapnya

Info Lain