| Penis Palsu, Siapa Mau ? |
|
|
|
| Written by Administrator | |||
| Thursday, 14 August 2008 11:02 | |||
|
Mata palsu, kaki palsu, atau tangan palsu, itu mah biasa. Namun, penis palsu bisa bikin luaaar biasa?Menyusul penggunaan beragam alat, obat, dan terapi lain untuk mengatasi disfungsi ereksi, kini muncul prostesis penis atau penis palsu. Bagaimana prosedur pemasangannya dan seberapa perkasakah dia?
Ada seorang lelaki, usia kira-kira 45 tahun. "Dia sangat mapan, punya rumah mewah, perusahaan dengan ribuan karyawan, istri cantik, dan tiga putra yang membanggakan," ujar seorang dokter spesialis bedah urologi, memulai ceritanya kepada GHS. Namun, pengusaha ini bermasalah dengan alat vitalnya. Penisnya membengkak, sehingga pembuluh darahnya "hancur".
Kecelakaan lalu lintas telah merenggut "senjata" ampuhnya itu. Sang pengusaha lalu minta dokter untuk memperbaiki alat vitalnya. "Prostesis penis harus dipasang," kata dokter. Orang kaya itu pun setuju. Selanjutnya operasi berjalan lancar dan sang pengusaha bisa memuaskan istrinya lagi. Sekarang sudah lima tahun "senjata" baru itu menjadi bagian dari tubuhnya dan tetap berfungsi baik. Arti Negatif Persoalan yang melatarbelakangi penggunaan prostesis penis masih kerap dianggap tabu. Ya, memang penis palsu terkait sekali dengan Disfungsi Ereksi (DE). Di masa lalu DE kerap disebut impotensi. National Institute of Health (NIH) kemudian mengemukakan istilah disfungsi ereksi untuk menggantikannya karena terminologi ini memberi definisi lebih spesifik dibanding kata "impotensi" yang bisa mencakup problem lain yang terkait dengan libido, ejakulasi, atau orgasme. Selain itu, impotensi memiliki arti negatif yang bisa dianggap cukup mempermalukan pria. Prof. Wimpie Pangkahila, Sp.And, menyebutkan bahwa DE merupakan ketidakmampuan mencapai atau mempertahankan ereksi penis yang cukup untuk melakukan hubungan seksual. Menurut studi yang diterbitkan oleh British Journal of Urology, DE merupakan kondisi umum yang diperkirakan diderita 152 juta pria di dunia. Ini termasuk perkiraan total 90 juta pria di Amerika Serikat, Perancis, Jerman, Italia, Spanyol, Inggris, Jepang, dan Brasil. Ada banyak hal yang menyebabkan seseorang mengalami DE, mulai dari bertambahnya usia, penggunaan obat (psikotropik, antidepresan, antihipertensi, dll), operasi, trauma saraf, hingga kebiasaan buruk (merokok, konsumsi alkohol, narkoba), dan banyak lagi. Tentu saja pengobatan DE harus sesuai dengan penyebabnya. "Tanpa pengobatan terhadap penyebab, pengobatan DE tidaklah rasional dan tidak mengatasi masalah yang sebenarnya," ujar Prof. Wimpie. Sebab itu, dibutuhkan pemeriksaan lengkap dan teliti. Usai pengobatan tahap pertama, selanjutnya adalah pengobatan untuk membantu terjadinya ereksi. Dalam hal ini, setidaknya ada tiga lini pengobatan. Lini pertama termasuk tahap yang tidak invasif (tanpa pembedahan atau operasi), dengan terapi seks, obat minum, dan pompa vakum. Lini kedua, termasuk injeksi bahan untuk mengaktifkan pembuluh darah. Bahan disuntikkan langsung ke penis atau dimasukkan melalui saluran kencing. Pengobatan yang termasuk lini ketiga adalah operasi pemasangan prostesis. Berdiri Terus Lini ketiga, menurut Dr. Johan R. Wibowo, Sp.BU, merupakan lini terakhir. Artinya, lini ini bisa ditempuh bila lini pertama dan kedua sudah tidak bisa lagi menyelesaikan masalah. Jadi tidak bisa serta merta langsung menerapkan tahap ketiga ini. Tindakan operasi, menurut Johan, bisa datang atas permintaan pasien. "Bisa terjadi karena operasi penis ini tidak terkait dengan hidup mati seseorang. Pasien tahu bahwa hasilnya pasti memuaskan," katanya. Namun, kerap juga penderita harus mengikuti petunjuk dokter karena lini pertama dan kedua sudah tidak bisa diandalkan. Biasanya, karena ada kerusakan pembuluh darah penis, entah itu kecelakaan atau akibat priapismus (penis tegak terus-menerus). Bisa juga diterapkan bila penis mengalami fibrosis (terbentuknya jaringan semacam parut dan tebal yang menghambat aliran darah). "Sesuai hukum alam, semakin invasif, keberhasilannya makin tinggi. Lini ketiga ini seratus persen bisa menyelesaikan masalah," ungkap spesialis bedah urologi dari RS Omni Medical Center ini. Johan melanjutkan, saat ini setidaknya ada dua jenis prostesis yang kerap digunakan, inflatable dan non-inflatable. "Yang pertama bisa dikembang-kempiskan. Biasanya isinya silikon atau udara dengan reservoir yang ditanam di perut. Dengan electronic device yang bisa ditekan, alat ini bisa langsung dibuat tegak, sedangkan yang kedua tidak bisa," paparnya. Jenis non-inflatable ada yang semi rigid atau bisa ditekuk, ada juga yang tak bisa ditekuk atau rigid. "Ini yang paling tidak disukai pemakainya karena pasti malu akan kelihatan berdiri terus," ujarnya. Jenis inflatable, menurut Johan, paling mahal karena lebih rumit dan canggih teknologinya serta dibuat di AS. "Sekitar 10.000 dolar AS, kira-kira 91 juta rupiah dengan nilai kurs 9.100 rupiah," imbuhnya. Jenis non-inflatable lebih murah. Untuk produk buatan AS bisa mencapai 3.000 dolar AS (lebih 27 juta rupiah). Yang buatan India sekitar 900 sampai 1.000 dolar AS (8,5 juta - 9,5 juta). Anda pilih yang mana?
|
Tips Kesehatan
| 8 Tip Pola Makan Sehat 07/08/2007 | Administrator Kesehatan berpangkal pada kebiasaan makan. Tidak percaya? Praktikkan tip berikut, niscaya Anda akan merasa lebih sehat dari sebelumnya. |
Tips Perawatan Rambut untuk Pria 13/01/2008 | Administrator Berikut adalah tips yang kami kumpulkan dari sejumlah penata rambut ternama tentang perawatan rambut yang sebaiknya dilakukan oleh kaum pria. | |
| Buang Khawatir Terhadap Tubuh 12/01/2008 | Administrator Ketika anda mulai mengkhawatirkan perut, payudara, pantat, selulit atau apapun bentuknya, anda tidaklah sendirian. Dalam survei Women on Sex ditemukan 98 persen wanita mengungkapkan khawatir dengan tu [ ... ] | Tips Lainnya | |
Artikel Kesehatan
| Celana Ketat Risiko Alami Keputihan 14/08/2008 | Administrator Hindari penggunaan celana ketat terutama berbahan sintetis. Sebab langkah ini menyebabkan wanita mudah terkena keputihan. |
Koreksi Kesalahan di Ranjang 17/11/2008 | Administrator Tentunya Anda pernah merasakan ada sesuatu yang tidak beres seusai bercinta dengan pasangan. Kadangkala hal itu bukan masalah penting, hanya kesalahan-kesalahan kecil di ranjang, namun bila dibiarkan, [ ... ] | |
| Fantasi Seks Selain di Atas Ranjang 12/02/2009 | Administrator Jangan pernah takut untuk berhubungan seks di tempat yang tak biasa. Keberanian untuk mencobanya akan menghadirkan sensasi tersendiri bagi Anda dan pasangan. | Artikel Lainnya | |
Berita Kesehatan
| Hiperglikemia Gula Darah Tinggi, Rentan Komplikasi 28/11/2007 | Administrator PENDERITA diabetes atau diabetesi harus mewaspadai risiko hiperglikemia sesudah makan. Kadar gula darah yang semakin tinggi akan merusak jaringan tubuh dan menimbulkan komplikasi terhadap pembuluh dar [ ... ] |
Penyakit Asma, Kontrol Teratur, Cegah Kekambuhan 28/11/2007 | Administrator PENGETAHUAN yang terbatas tentang asma membuat penyakit ini seringkali tidak tertangani dengan baik. Akibatnya, jumlah penderita dari tahun ke tahun semakin meningkat. | |
| Obstructive Sleep Apnea, Ngorok Pembawa Maut 28/11/2007 | Administrator SUARA dengkur atau ngorok sangat mengganggu orang lain. Namun, bagi si pendengkur kebiasaan itu ternyata juga menjadi bom waktu dari penyakit yang disebut sebagai penyakit obstructive sleep apne [ ... ] | Berita Lainnya | |
Berita Terbaru
| Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H 18/09/2009 | Administrator Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1430 H, SusuKolostrum.com mengucapkan: |
Selamat Menunaikan Ibadah Shaum Ramadhan 1430 H 22/08/2009 | Administrator Kami dari SusuKolostrum.com mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Shaum Ramadhan 1430 H bagi Anda yang menjalankannya. Semoga amal ibadah kita di bulan Ramadhan ini selalu dalam ridho Allah SWT. Amiin [ ... ] | |
| Produk Baru Smart Naco,Sdn, Bhd. 01/06/2009 | Administrator Pelanggan Yth, kami memperkenalkan produk susu kolostrum IgG Plus terbaru dari Smart Naco, Sdn, Bhd. yaitu FORTICO. FORTICO ini berisi 20 sachet dan memiliki kandungan gizi serta khasiat yang sama [ ... ] | Berita Lainnya | |
Artikel Terbaru
| Saran untuk yang Alergi Susu 24/03/2009 | Administrator Alergi susu dialami oleh orang yang perutnya tak bisa mencerna gula susu yang disebut laktosa. Jika mereka minum susu, bisa mengalami kram perut parah dan diare. |
Kandungan ASI Lebih Stabil ketimbang Susu Formula 14/03/2009 | Administrator MUNGKIN tak ada susu apapun di dunia ini yang kandungannya bisa menyamai air susu ibu (ASI). Kelengkapan gizi dan nutrisi yang dimilikinya memungkinkan si bayi bisa bertahan hidup, tanpa harus mengasu [ ... ] | |
| 5 Jenis Pantangan Susu 03/02/2009 | Administrator Sering minum susu sangat bermanfaat bagi kesehatan, tetapi dalam hidup sehari-hari kita juga harus berhati-hati, bahwa ada sebagian makanan tidak boleh dimakan bersamaan. | Artikel Lainnya | |
Data Penyakit
| Kista Payudara 25/02/2009 | Administrator Kista PayudaraDEFINISI |
Depresi Setelah Melahirkan 18/03/2009 | Administrator Depresi Setelah Melahirkan DEFINISI Depresi setelah melahirkan adalah perasaan sangat sedih dan berhubungan dengan gangguan psikologi selama beberapa minggu pertama atau satu bulan set [ ... ] | |
| Amenore (tidak menstruasi) 18/03/2009 | Administrator Amenore (tidak menstruasi) DEFINISI | Data Lainnya | |
Info Sehat
| Macam Macam Susu 06/05/2008 | Administrator Susu Pasteur (pasteurized) |
Pengenalan Penyakit GBS 07/07/2008 | Administrator Apa itu GBS? | |
| Buah Anggur Bukan Sekadar Gengsi 30/11/2007 | Administrator Buah anggur yang banyak beredar di Indonesia sebagian besar diimpor langsung dari luar negeri, itu sebabnya makan buah tanaman merambat ini dianggap bisa menaikkan gengsi karena harganya yang relatif [ ... ] | Info Lainnya | |















