|
Plasenta berbentuk krim atau pil diyakini berfungsi meregenerasi sel-sel kulit. Plasenta juga berkhasiat mengatasi gangguan mata, asma, luka yang membusuk dan sebagai pelancar ASI.
Banyak yang berpendapat, sebagai bagian dari anggota tubuh, plasenta seharusnya dikubur ketika tugas pokoknya sudah selesai. Karena itu, masyarakat sempat dibuat heboh ketika pada tahun 1970-an beredar kosmetik dari Jepang, Embryodanya, yang bahannya dicampuri plasenta.
Kosmetik tersebut kemudian menghilang. Namun, di beberapa tempat tetap saja ada yang menawarkan rahasia menjadi cantik menggunakan aneka produk kosmetik yang bahannya mengandung plasenta.
Lepas dari kontroversi tersebut, plasenta memang bermanfaat. Irawati (45), ibu rumah tangga, telah 5 tahun menggunakan krim wajah yang mengandung plasenta. Hasilnya, wajahnya menjadi halus, kencang, dan terlihat muda. Irawati pun meresepkan khasiat plasenta pada anaknya, Herawati, yang bare melahirkan. Herawati diberinya ramuan serbuk plasenta. Hasilnya, empat hari seusai bersalin, air susunya mengucur deras.
Plasenta atau dikenal sebagai ari-ari, berfungsi sebagai media nutrisi untuk embrio yang ada dalam kandungan. Plasenta memiliki bobot sekitar 37,5-500 gram. Plasenta keying berbentuk bulat, tidak teratur atau bulat telur, seperti piring, dengan garis tengah 9-16 cm, mengandung 200 ml darah yang mengisi jaringan seperti spon. Plasenta mudah patah atau getas, dan berbau amis.
Bagian tubuh manusia ini mempunyai sisi banyak tonjolan tak teratur, dan sisi lainnya terbungkus selaput rata nan mulus. Pada titik pusatnya tertempel bekas tali pusar dan sekelilingnya tersebar urat-urat darah halus.
Kaya protein Selain berfungsi sebagai sumber kehidupan, plesenta manusia kaya akan kandungan darah dan protein (albumin), hormon (estrogen) dan substansi lain, seperti asam deoxyribonukleat dan asam ribonukleat. Albumin yang berasa dari plasenta manusia menarik perhatian karena mengandung gamaglobulin, immunoglobulin seperti IgG, IgA dan asam-asam amino.
Drh. I Whendrato, SS, MBA, dalam bukunya Satwa Berkhasiat Pengobatan, menyatakan plasenta mengandung berbagai jenis antibodi untuk mencegah penyakit cacar, influenza, dan difteri. Protein plasenta juga mengandung interferon, zat yang bisa mencegah dan mengendalikan epidemik virus.
Di dalam praktik klinis, plasenta telah lama digunakan untuk imunisasi pasif. Pada plasenta juga ditemukan enzimenzim yang nilai penggunaannya amat tinggi, seperti lysozyme, kininase, histaminase, oxytocinase.
Dalam banyak uji coba, pemberian serbuk plasenta secara oral kepada tikes dapat meringankan gejala penyakit yang ditimbulkan oleh baksil TBC. Secara biologis, plasenta dapat juga memproduksi hormon seks.
Cangkok Mata Dalam perkembangannya, bagian-bagian di sekitar plasenta telah digunakan dunia kedokteran untuk mengatasi kerusakan mata. Misalnya, membran amniotik atau amniochorion adalah selaput amnion plasenta. Membran ini melekat pada plasenta dan meliputi fetus dalam rahim. Membran ini diambil setelah operasi caesar berlangsung.
RS Cicendo, rumah salit mata terbesar di Bandung menurut Dr. Hikmat Wangsaatmadja, Sp.M, telah lama menggunakan teknik perbaikan permukaan okular dengan cangkok membran amnion. "Banyak keuntungan yang didapat dengan menggunakan teknik ini, antara lain proses penyembuhan lukanya lebih cepat," katanya.
Prosedur memanfaatkan membran amnion juga dilakukan Dr. Taylor, dari Melbourne, Australia. Dr. Taylor menutup permukaan okular pasien dengan membran amnion untuk menyelamatkan mata, merangsang penyembuhan, dan menyiapkan transplantasi di kemudian hari. Keuntungan menggunakan membran ini adalah pada transplantasi sel-sel stem limbus (sel-sel dalam konjungtiva yang memiliki regenerasi tinggi) untuk permukaan okular yang terbakar.
Untuk kepentingan farmasi, plasenta memiliki kegunaan dan khasiat yang luas. Antara lain menyembuhkan immunodefisiensi, cacat bawaan, hypogamma globulinemia, infeksi bakteri yang berulang clan serius, kondisi membusuk . atau infeksi pada kelahiran baru, bayi prematur, menginitis dan osteomyelitis, sebagai pengganti kehilangan protein akut melalui luka bakar, dan terapi kanker. Juga untuk mengatasi infeksi virus yang serius seperti pada virus meningocephalitis dan infeksi hepatitis.
Ekstrak plasenta juga digunakan untuk mencegah infeksi virus pada pasien lansia yang staminanya lemah. Dunia kedokteran menyebutnya terapi imunosupresif.
Resep pilihan si Ari-ari
Berbagai laporan medis dan empiris mengatakan, penggunaan plasenta mampu mengatasi macam-macam penyakit. Berikut ini cara mengolah plasenta dan berbagai resep menggunakan olahan plasenta yang ditawarkan Drh.I.Whendrato, SS,MBA.
Cara mengolah 1. Plasenta segar dipotong semua saluran daraah. Masukkan ke dalam air, cuci berulangkali. Ambil adas, masukkan ke dalam kantong kain kasa, tambahkan air, rebus, lalu ambil ampasnya. Plasenta yang sudah dibersihkan itu, direbus selama 2-3 menit, kemudian diambil. Buang seluurh airnya, aduk dengan araak ketan hitam lalu direbus lagi. Jemur hingga kering, setiap 100 biji plasenta menggunakan 3 ons adas dan 1,8 kg arak ketan hitam. 2. Plasenta setelah diambil, dibersihkan dengan air leri (bekas cucian beras). Taruh dalam keranjang bambu, masukkan ke dalam air mengalir untuk membersihkan selaputnya. Kemudian cuci dengan arak atau rendaman getah pohon mastik (Pistacia lentiscas, bisa diperoleh di toko obat Cina). Letakkan di tampah, jemur hingga kering, seterusnya ditumbuk menjadi serbuk. Bisa juga dengan cara dipanggang api lalu ditumbuk halus, atau direbus dengan arak sampai hancur, lalu dijemur hingga kering.
Ramuan 1. Kurang darah, sakit saraf, pikiran tak terkendali. Plasenta segar diolah (lihat cara pengolahan diatas), lalu dimakan. 2. Asma Ambil plasenta. Setelah dibersihkan, keringkan dengan suhu rendah, dibuat ubuk dan siap digunakan. Minum 3-4 gram sehari 3 kali. Dalam 10 kasus, 9 diantaranya bisa sembuh. Bila kambuh, pengobatan bisa diulang. 3. Luka kulit membusuk Ambil plasenta segar, olah sesuai prosedur, lalu potong kecil-kecil ukuran 1-2 cm. Masukkan ke air garam steril, setelah itu simpan dalam lemari es bersuhu 1-4 derajat Celcius. Esok harinya bisa digunakan untuk transplantasi lubang luka. Bungkus dengan erat agar tak bergeser. Seminggu kemudian, saat plasenta mengering dan membentuk kulit baru, bagian kulit tersebut basah, tetapi tak terdapat bagian luka yang terasa sakit bila ditekan. Sekitar 2-3 minggu kemudian luka akan semuh.
Dalam 30 kasus, setelah transplantasi 1-2 kali, 22 kasus sembuh, 4 kasus mengalami kemajuan, 4 kasus gagal. 4. Memperlancar produksi ASI Plasentaa segar dicuci dan buang selaputnya. Setelah itu dibakar sampai hangus dengan api kecil, dibuat serbuk, diminum setelah makan malam. Dosis 2-4 gram sekali minum. |