|
Seorang pembaca setia GHS yang mengalami penyakit gondok (hipertiroid) mengaku takut dioperasi. Memang tersedia banyak jenis pengobatan untuk penyakit ini, selain pembedahan. Ada obat antitiroid, indium radioaktif, dan lainnya.
Tiroid adalah kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak di leher, di bawah jakun. Beratnya kurang dari 1 ounce (sekitar 28,4 gr), tetapi bisa menimbulkan dampak besar bagi kesehatan kita. Pada orang sehat, tiroid membuat dua macam hormon, yaitu T4 dan T3.
Setiap aspek metabolisme tubuh, dari detak jantung, pertumbuhan tinggi badan, hingga seberapa cepat tubuh membakar kalori, melibatkan kerja hormon tiroid (tiroksin) ini. Kita tak bisa hidup tanpanya. Sepanjang produksi tiroksin berjalan normal, fungsi metabolisme pun berlangsung sebagaimana mestinya.
Namun, kadang kelenjar tiroid terlalu banyak memproduksi tiroksin (hipertiroidisme), yang antara lain berupa gondok. Kondisi ini secara bermakna mempercepat metabolisme tubuh, menyebabkan penurunan berat badan secara tiba-tiba, detak jantung tak teratur atau menjadi cepat, banyak berkeringat, gelisah, dan sensitif.
Metabolisme Meningkat
Menurut penjelasan Untung S. Widodo dari Balai Penelitian GAKI (Gangguan Akibat Kekurangan lodium), Departemen Kesehatan RI, Magelang, spektrum GAKI sangat luas. Pada janin bisa menyebabkan keguguran, lahir mati, cacat bawaan, hingga kematian bayi. Dampaknya pada anak, remaja, dan orang dewasa antara lain terhambatnya pertumbuhan, gondok, hipotiroid, kerusakan fungsi mental, dan lebih rentan terkena radiasi nuklir.
Jadi gondok ini merupakan salah satu akibat dari GAKI. Menurut pemetaan tahun 1998, penderita gondok di Indonesia tercatat sekitar 10 juta orang. Beberapa penyebab hipertiroid adalah penyakit Graves, berlebihnya asupan hormon tiroid, terjadi peradangan pada kelenjar tiroid, atau sekresi TSH (thyroid stimulating hormone) oleh kelenjar pituitari secara abnormal.
Meskipun ada berbagai penyebab hipertiroid, kebanyakan gejalanya sama. Karena metabolisme tubuh meningkat, pasien kerap merasa kepanasan dan bobot tubuh bisa menurun meskipun mereka tetap banyak makan. Muncul rasa letih di ujung hari, tetapi tidak bisa tidur. Tangan gemetaran dan detak jantung menjadi kencang atau tak beraturan (palpitasi). Pasien juga kadang menjadi sensitif sehingga gampang marah atau kesal.
Bila kondisi hipertiroidisme bertambah berat, pasien bisa menderita sesak napas, nyeri dada, otot lemah. Datangnya gejala seringkali bertahap (mingguan atau bulanan) sehingga pasien tidak menyadarinya, tahu-tahu sudah parah.
Tersedia beberapa jenis pengobatan untuk hipertiroidisme. Dokter memiliki resep untuk obat antitiroid dan iodium radioaktif guna memperlambat produksi hormon tiroksin. Kadang diperlukan tindakan bedah untuk mengangkat sebagian kelenjar tiroid. Jika diabaikan, kondisi hipertiroidisme bisa berakibat fatal, tetapi kebanyakan orang dengan hipertiroid merespon pengobatan dengan sangat baik.
Kelelahan Sampai Depresi
Gejala hipertiroid yang kerap dirasakan pasien:
• Kelelahan. • Jantung berdetak kencang atau tidak teratur (palpitasi). • Merasa suhu badannya panas. • Gelisah. • Banyak berkeringat. • Susah tidur. • Sesak napas. • Gangguan menstruasi. • Tangan gemetaran. • Berat badan menurun. • Otot terasa lemah. • Kemampuan kognisi menurun. • Rambut rontok. • Depresi.
Terapi Iodium Banyak Berhasil
Jika Anda merasa mengalami gejala hipertiroid, ada baiknya segera ke dokter dan menjelaskan semua tanda yang Anda alami. Dokter bisa jadi akan meminta Anda melakukan tes darah sebagai langkah awal diagnosis, dan selanjutnya-dapat ditentukan pengobatan yang tepat. Penyakit tiroid termasuk banyak terjadi dan jika ditangani oleh ahlinya akan mudah didiagnosis dan diobati.
Pengobatan yang tersedia untuk hipertiroid meliputi:
• Pengobatan untuk mengatasi gejala, misalnya detak jantung yang cepat. Contohnya obat jenis betabloker. Obat ini beraksi mengatasi efek hormon tiroid dalam meningkatkan metabolisme, tetapi tidak mengurangi kadar hormon dalam darah. Dokter akan melihat kondisi pasien dalam memberikan obat ini, misalnya mempertimbangkan usia, ukuran kelenjar tiroid, dan jika ada obat lain yang sedang digunakan pasien.
• Obat antitiroid, contohnya propylthiouracil (PTU) yang bekerja menghambat produksi tiroksin. Risiko penggunaan obat ini yakni bisa menekan produksi sel darah putih, padahal sel darah putih penting untuk melawan infeksi. Jika Anda menggunakan obat antitiroid lalu terkena demam, sakit tenggorokan, dan gejala infeksi lainnya, segera konsultasikan ke dokter.
• Iodium radioaktif. Diberikan secara oral dalam bentuk pil atau cairan dan berguna untuk mengatasi kelenjar yang hiperaktif. Lebih dan 80 persen pasien hipertiroid sembuh dengan dosis tunggal iodium radioaktif.
• Tindakan bedah untuk mengatasi gejala. Tujuannya mengangkat jaringan tiroid yang memproduksi tiroksin secara berlebihan. Namun, jika jaringan yang diangkat kelewat banyak, bisa menimbulkan efek hipotiroid, sehingga perlu terapi sulih tiroid. Bisa juga mengenai saraf yang berkaitan dengan pita suara dan kelenjar di leher yang mengatur kadar kalsium di dalam tubuh (paratiroid). Jika ini terjadi, pasien mungkin perlu terapi sulih kalsium. |