|
Bila kanker payudara menjadi pembunuh nomor satu bagi kaum perempuan, pria juga memiliki musuh teratas bagi tubuhnya, kanker prostat!
Kelenjar prostat, yang ukurannya hanya sebesar tomat ceri, terletak di antara kandung kemih dan uretra. Fungsi utamanya adalah untuk mensekresi cairan seminal ketika pria berejakulasi, menembakkan sperma melalui uretra ke saluran indung guna mencari sel telur.
Tak hanya berguna bagi kaum pria, kelenjar prostat juga penting untuk kesuburan sel telur wanita dan menciptakan keturunan. Sayangnya, kelenjar ini juga mengambil nyawa dan menyebabkan kematian pada 30 ribu kaum pria akibat kanker prostat setiap tahunnya.
Menurut American Cancer Society, kanker prostat adalah kanker yang paling umum didapati dan merupakan penyebab kedua kematian akibat kanker pada kaum pria di dunia. Hampir semua pria mengembangkan sel kanker prostat tersembunyi jika mereka berumur cukup panjang.
Lantas, bagaimana membuat organ sebesar kacang ini dapat bertahan sepanjang usia Anda? Jawabannya adalah Satari (Periksa Prostat Sendiri)!
Faktor risiko
Tak mungkin ada asap bila tak ada api. Ya, tidak mungkin ada penyakit bila tak ada pemicunya. Dalam kanker prostat, beberapa penelitian menunjukkan bahwa peningkatan berat badan secara signifikan dapat menjadi salah satu bentuk pemicu yang agresif.
Selain itu, kelebihan lemak tubuh di sekitar organ internal juga dapat menyebabkan risiko partikular, meskipun si pria tidak mengalami obesitas. Studi terbaru menyebutkan bahwa pria dengan kanker prostat rata-rata memiliki hingga 50% lebih total lemak perut ketimbang pria sehat pada usia yang lama.
Bahkan, dalam sebuah studi random, beberapa pria yang berusia antara 25-40 tahun dan berat badannya meningkat lebih dari 7 kilogram setahun, memiliki risiko ganda terkena kanker prostat.
Namun bila Anda merasa tidak mengalami obesitas, Anda mungkin berisiko memilikinya melalui faktor genetik. Terutama bila lahir dari ayah yang memiliki penyakit yang sama. Pada pria yang usianya di bawah 55 tahun yang terkena kanker prostat, 40% diantaranya memiliki ayah yang menurunkan mutasi genetik yang menyebabkan kanker.
Meski letaknya berada di bagian bawah tubuh Anda, kesehatan prostat juga dipengaruhi oleh organ bagian atas tubuh Anda, yakni otak! Bila Anda merasa cepat tua, jarang atau bahkan berlebihan melakukan hubungan seks, Anda berkesempatan sepertiga kali sejumlah kecil sel kanker, yang mungkin saja memilih prostat Anda sebagai sasarannya.
Yang terakhir, faktor risikonya berada dalam kontrol Anda. Buang rokok, bersihkan debu pada sepatu olahraga Anda dan memulai pola makan sehat akan membantu melawan kanker prostat.So, fight the prostate cancer and keep your balls rolling.
Food for Your Prostate
Penelitian menunjukkan bahwa kesehatan prostat bergantung diet rendah lemak dan kaya akan buah-buahan, sayuran dan gandum.
Brokoli, kale (sayuran hijau semacam kangkung), cabai, dan bayam mengandung komponen yang disebut karoten, neoxanthin, dan indoles, yang dapat membantu menghambat perkembangan sel-sel kanker prostat. Bahkan, Food and Drug Administration (Badan Pengawasan Obat dan Makanan di Amerika Serikat) baru-baru ini melaporkan bukti-bukti terbatas yang mendukung pernyataan bahwa memakan semangkuk tomat setiap minggu dapat mengurangi risiko kanker prostat.
Para peneliti di National Cancer Institute menemukan bahwa diet kaya allium - seperti bawang putih dan bawang Bombay - akan membantu mengurangi risiko kanker prostat sebanyak hingga setengahnya. Herbal dan nutrisi seperti ekstrak teh hijau (green tea), akar rumput jelatang, jahe, rosemary, zat besi, lycopene, dan selenium juga telah menunjukkan bantuannya dalam menjaga kenormalan kesehatan prostat.
Screening And Test
Tes sendiri: Di samping tes rutin tahunan (regular prostate cancer screening), lakukan juga tes prostat sendiri minimal setiap 6 bulan sekali. Anda dapat merasakan prostat dengan cara memasukkan salah satu jari kedalam rektum. Kebanyakan pria akan dapat merasakan bila mereka telah menyentuh kelenjarnya, karena area ini sangat sensitif. Kelenjar Prostat harus terasa lembut, seperti kulit antara ibu jari dan jari telunjuk. Jika terasa keras, seperti tulang, segera temui dokter Anda. Pastikan juga bahwa prostat Anda tidak membesar. Kelenjar yang sehat seharusnya hanya sebesar tomat ceri atau kacang.
Test PSA: Semua pria diatas usia 40 tahun seharusnya melakukan test PSA, - tingkat protein buatan dalam prostat. Tingkat protein ini dapat diukur dengan tes darah rutin. Jika seorang pria memiliki kanker prostat atau jika prostatnya membesar, tingkat PSA-nya akan meningkat.
Digital Rectal Exam: Selama pemeriksaan ini, dokter akan dapat merasakan jika terdapat pembengkakan atau benjolan dalam prostat, yang mungkin dapat berpotensi menjadi kanker. Seperti tes PSA, pria berusia sekitar 40 tahun dianjurkan melakukan tes ini.
Pasangan Anda dapat membantu memberikan dukungan dengan cara menyiapkan makanan diet yang kaya buah-buahan, sayur-sayuran, dan gandum-ganduman; serta melakukan olahraga rutin bersama.
|