|
Wanita yang mengalami keguguran ternyata tidak berisiko mengalami perkembangan kanker payudara pada dirinya. Ini beda dengan wanita yang mengalami puber dini dan yang menunda kehamilan. Demikian menurut para ilmuwan dari Perancis.
Dalam penelitian, yang merupakan terbesar yang pernah diadakan berkaitan dengan faktor reproduksi dan kanker payudara, para ilmuwan dari lembaga penelitian Perancis INSERM menemukan bahwa wanita yang memiliki anak lebih awal tampaknya tidak akan terkena risiko penyakit kanker payudara. Dan risiko ini semakin mengecil seiring dengan bertambahnya anak.
"Kami berharap studi ini akan membukan pandangan orang tentang kanker payudara dan menawarkan kesempatan untuk lebih mengerti penyakit ini dan pencegahannya," kata Dr Francoise Clavel-Chapelon, yang memimpin penelitian ini.
Kanker payudara merupakan salah satu penyakit kanker yang paling sering ditemukan pada satu dari sembilan wanita. Pubertas dini, terlambat menopause, menunda kehamilan dan memiliki anak sedikit tampakanya menjadi pemicu meningkatnya risiko kanker payudara dengan meningkatkan paparan hormon wanita pada hormon estrogen.
Beda dengan penelitian sebelumnya, yang menganggap keguguran bisa meningkatkan risiko kanker payudara, penelitian dari Perancis ini tidak menemukan adanya kaitan antar keduanya.
"Di masa lalu, kekhawatiran terhadap kanker payudara begitu menakutkan bagi wanita yang pernah mengalami keguguran. Saya senang bisa menghapuskan kekhawatiran ini," kata Clavel-Chapelon.
Penelitian ini dilakukan dengan memeriksa catatan kesehatan 100 ribu wanita Perancis yang lahir antara tahun 1925 dan 1950 selama 10 tahun dari tahun 1990 untuk menentukan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penyakit ini.
Para wanita itu, yang kebanyakan adalah guru, dikirimi kuesioner tentang kesehatan reproduksi mereka setiap dua tahun sekali. Ditemukan ada sejumlah total 2.000 orang yang terkena kanker payudara selama penelitian. Risiko kanker meningkat sesuai dengan usia, dan biasanya terjadi setelah menopause.
Penelitian yang diterbitkan di jurnal The British Journal of Cancer menunjukkan bahwa wanita yang memulai mengalami menstruasi pada usia 15 tahun memiliki duapertiga kemungkinan menderita kanker payudara pramenopause dari wanita yang memulai menstruasinya di usia 11 tahun.
Menurut penelitian, wanita yang memiliki anak pertama dalam usia 30 tahunan akan 63% lebih mungkin mengembangkan kanker payudara sebelum menopause dibandingkan wanita yang melahirkan sebelum usia 22 tahun, dan 35% mungkin akan mengalaminya setelah itu.
Penelitian ini juga menemukan bahwa semakin banyak anak, wanita akan semakin besar pengurangannya berisiko kanker payudara, terutama pada tahun-tahun pasca menopause.
Profesor Gordon McVie, dari Pusat Kanker Inggris mengatakanb, penemuan ini sangat penting karena ini merupakan penelitian besar yang pertama untuk penyakit yang sangat kompleks ini.
"Hanya dengan melihat sejumlah besar wanita, seperti yang dilakukan penelitian ini, dapatkah kita mulai menjelaskan bagaimana dan mengapa kanker payudara berkembang," katanya. |