Menurut studi yang dilakukan peneliti dari Universitas Rochester, New York, AS, tersebut, hormon stres yang dikeluarkan tubuh saat ibu hamil mengalami stres, cemas, atau depresi akan mengganggu perkembangan otak janin dan menyebabkan bayi yang baru dilahirkan mengalami gangguan tidur.
Hasil studi tersebut menjadi penting, mengingat pada masa awal kehidupannya bayi membutuhkan kualitas tidur yang baik. Menurut Dr Thomas O’Connor, salah seorang peneliti, bayi yang kualitas tidurnya kurang, cenderung mengalami masalah perilaku di masa kanak-kanak. "Kualitas tidur bayi bisa menjadi indikator perkembangan kesehatannya," kata O’Connor.
Meskipun ini baru tahap awal penelitian, namun para peneliti menyarankan wanita hamil untuk melakukan lebih banyak kegiatan relaksasi. Selain itu hal lain yang harus dihindari ibu hamil adalah emosi yang naik turun atau perasaan takut dan cemas berlebihan. Jadi, bersikaplah santai demi kesehatan si buah hati.