Pada tahun 2006 di Indonesia, jumlah penderita diabetes (diabetesi) diperkirakan mencapai 14 juta orang, di mana baru setengahnya yang sadar memiliki gula darah yang tinggi, dan di antara jumlah tersebut baru 30 persen yang secara teratur mendapat pengobatan dokter.
Menurut penjelasan Prof.Dr.Sidartawan Soegondo, spesialis penyakit dalam dari Departemen Penyakit Dalam, FKUI, semua orang memiliki risiko terkena diabetes. Selain gaya hidup dan kegemukan, faktor keturunan juga sangat berperan. "Jika dalam keluarga besar ada yang menderita diabetes, berarti seseorang memiliki risiko tinggi kena diabetes," katanya.
Untuk mereka yang berada dalam kelompok risiko tinggi, Sidartawan menyarankan untuk mulai mengubah gaya hidup. "Faktor keturunan tidak dapat dicegah, tapi gaya hidup bisa diubah. Jadi jangan sampai gemuk, kurangi makanan berlemak dan manis, serta tingkatkan aktifitas fisik," kata dokter yang juga menjabat sebagai ketua Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia).
Gejalanya
Apa saja gejala yang perlu dicurigai sebagai diabetes? Antara lain buang air kecil lebih dari dua kali dalam semalam, mudah lapar dan haus, luka sulit sembuh, penglihatan kabur, gatal-gatal di sekitar kemaluan, dan kesemutan. Namun lebih banyak lagi pasien diabetes yang tidak menyadari penyakitnya karena tidak adanya gejala. "Lebih baik periksa kadar gula darah sedini mungkin, apalagi jika ada faktor keturunan," kata Sidartawan.
Secara umum ada tiga macam pencegahan diabetes. Pertama, pencegahan primer, yakni mencegah agar jangan sampai terkena diabetes. Hal ini bisa dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat. Kedua, pencegahan sekunder, "ini untuk orang yang sudah kena diabetes, dicegah jangan sampai komplikasi," ujar Sidartawan. Caranya adalah dengan menjaga dan mempertahankan kadar gula darah sebaik mungkin. Terakhir, pencegahan tersier yang mencegah penderita komplikasi diabetes agar jangan mengalami kecacatan.
Yang penting untuk diingat, pengendalian diabetes berlangsung seumur hidup, karenanya diperlukan perubahan gaya hidup, yaitu merencanakan pola makan, olahraga teratur, disiplin mengonsumsi obat penurun gula darah.