| Tentang Perisa |
|
|
|
| Written by Administrator | |||
| Sunday, 01 February 2009 07:00 | |||
|
Perisa (flavour) tak asing dalam industri pangan. Dengan perisa, dihasilkan produk yang memiliki rasa yang diinginkan. Memiliki intensitas bau dan rasa seperti yang diinginkan. Tak heran jika kita banyak menjumpai makanan dengan rasa daging sapi atau ayam goreng, kendati dalam makanan itu tak dijumpai secuilpun daging. Demikian pula dengan makanan ringan, produk susu, mie instans dan lainnya.
Menurut Anton Apriyantono, sosen Teknik Pangan dan Gizi IPB, secara umum perisa dihasilkan melalui tiga cara. Bisa melalui bahan-bahan kimia yang disebut aroma chemicals. Bahan-bahan kimia ini kemudian dilarutkan dalam pelarut yang sesuai. Untuk perisa yang digunakan dalam bahan pangan, pelarut yang biasa dipakai adalah propilen glikol dan alkohol. Penyakit atau masalah kesehatan ini dapat dibantu penyembuhannya dengan mengkonsumsi Susu Kolostrum secara rutin. Namun penggunaan pelarut alkohol di Indonesia tidak diperbolehkan. Sebab perisa yang dihasilkan masuk dalam kategori tidak halal untuk umat Islam. Sedangkan perisa yang akan digunakan dalam bahan pangan berlemak, pelarutnya biasanya minyak nabati atau gliserol. Ada pula perisa emulsi. Jenis perisa ini tersusun dari bahan-bahan kimia yang kurang larut air. Sehingga harus dibuat menjadi emulsi agar bisa larut. Oleh karenanya diperlukan pengemulsi (emulsifer). Dalam prosesnya, bahan lain seperti pewarna dapat ditambahkan. Meski perisa telah banyak digunakan. Status kehalalan tetap menjadi kekhawatiran. Kekhawatiran ketidakhalalan perisa disebabkan oleh sejumlah hal. Yaitu pelarut yang digunakan baik etanol maupun gliserol, bahan dasar pembuatannya, serta asal bahan dasar yang digunakan. Etanol tidak boleh digunakan sebagai pelarut akhir komponen-komponen perisa. Sebagai gantinya dapat digunakan propilen glikol. Gliserol yang digunakan sebaiknya tidak berasal dari hasil hidrolisis lemak hewani. Dengan pertimbangan kerentanan kehalalanya lebih tinggi jika menggunakan hidrolisis lemak hewani. Guna menghasilkan perisa daging, diperlukan base yang dibuat dari hasil reaksi asam amino atau protein hidrolisat, gula dan tak jarang lemak atau turunannya. Pada saat pembuatan flavour daging ayam, misalnya, sering juga diperlukan lemak ayam, sehingga perlu jelas dari mana asalnya. ''Selain itu, dalam pembuatan perisa daging kadang juga digunakan ekstrak daging. Kita pun harus mengetahui secara jelas jenis daging dan cara penyembelihannya. Dengan demikian akan menjamin status kehalalannya,'' katanya. Anton menambahkan, dalam perisa dairy baik susu, mentega, keju maupun lainnya. Tak hanya diperlukan bahan-bahan kimia tunggal pembentuk aroma. Namun juga asam-asam lemak untuk membentuk rasa. Maka harus jelas pula asal lemak yang digunakan untuk kepentingan tersebut. Selain itu, banyak komponen-komponen pembentuk aroma produk dairy ini dibuat dengan cara enzimatis dengan menggunakan lemak sebagai substrat. Dengan demikian baik substrat maupun enzimnya harus jelas sumbernya. Artinya tidak boleh berasal dari babi atau hewan yang disembelih secara tidak Islami. Ia menambahkan, beberapa bahan perisa berasal dari hewan. Misalnya, civet yang berasal dari kucing civet yang banyak hidup di pegunungan Himalaya. Juga ada musk oil yang berasal dari rusa hidup dan castoreum yang berasal dari berang-berang, walaupun sudah jarang ditemukan dalam formulasi flavor. Menurutnya, perisa kini jumlahnya ribuan. ''Bisa dibayangkan bagaimana repotnya mengaudit kehalalan bahan perisa ini,'' ujarnya. Ia menyatakan bahwa hal ini memang bukan pekerjaan yang mudah. Dan memerlukan keahlian dan bekal pengetahuan yang tinggi serta tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Sebetulnya International Organisation of Flavour Industry (IOFI), telah memberikan panduan kepada anggotanya dalam pembuatan perisa. Panduan ini, merupakan aturan dasar dalam good manufacturing practices untuk pembuatan perisa halal. Aturan yang diterapkan dalam pembuatan perisa halal dalam panduan tersebut, di antaranya adalah tidak boleh menggunakan bahan baku yang berasal dari hewan. Etanol juga tidak boleh ditambahkan secara sengaja pada jumlah berapapun. Bahan dasar yang mengandung alkohol yang berasal dari proses fermentasi alkohol seperti cognac oil dan fusel oil, tidak boleh digunakan. Etanol yang digunakan sebagai solven pengekstrak untuk natural flavourings harus dihilangkan sampai serendah mungkin sisanya (to the lowest level technologically possible). Etanol yang secara alami terdapat dalam beberapa bahan dasar (jus buah-buahan, minyak atsiri dan lainnya) adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari dan dapat ditoleransi keberadaannya. Perisa yang ditujukan untuk pembuatan pangan halal tidak boleh mengandung etanol lebih dari 0.05% (500 ppm). FORTICO susu bubuk skim dengan kolostrum diformulasikan dan dikembangkan secara khusus oleh Smart Naco, Sdn, Bhd. ini adalah komponen Bio-aktif yang diperoleh dari sumber bahan terbaik dari New Zealand untuk meningkatkan kesehatan secara maksimum. Dapatkan Susu Kolostrum FORTICO original hanya di SusuKolostrum.com. Untuk pemesanan silahkan sms nama, alamat, nomor telepon dan jumlah pesanan ke 085692263999. Ongkos kirim GRATIS ke seluruh Indonesia.
|
|||
| Last Updated on Thursday, 15 January 2009 11:42 |
Berita Terbaru
| Produk Baru: Chlocyanin 21/05/2012 | Administrator Mulai tanggal 1 Juni 2012, kami menyediakan produk baru yang bernama Chlocyanin. Chlocyanin adalah serbuk minuman alami yang merupakan perpaduan antara KLOROFIL (CHLOROPHYLL) yaitu pigmen hijau d [ ... ] | Berita Lainnya | |
Berita Kesehatan
| Hati-Hati...Susu Formula Bikin Bayi Kegemukan Lho 06/06/2012 | Administrator Bayi yang mengkonsumsi susu formula ternyata adalah yang paling rawan mengalami kegemukan pada usia lima tahun.Sebuah penelitian menunjukkan bahwa bertambahnya berat badan bayi dalam waktu yang lebih [ ... ] | Berita Lainnya | |
Artikel Terbaru
| Alquran dan Sains: Manfaat Air Susu Ibu (ASI) 25/04/2012 | Administrator Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal Setelah proses penciptaan dan perkembangan janin sempurna, maka janin tersebut siap untuk meninggalkan tempat di mana selama ini ia tempati, y [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Artikel Kesehatan
| Anak Alergi Susu, Kok Bisa? 04/04/2012 | Administrator Alergi susu dapat diartikan ketika sistem kekebalan anak keliru dalam mengenali protein susu sebagai sesuatu yang berbahaya dan harus dilawan. Gejala yang terjadi pada alergi susu sapi secara umum ham [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Tips Kesehatan
| Pengapuran? Bukan Susu Obatnya 04/04/2012 | Administrator Selama ini, masyarakat awam sering menyamakan osteoporosis dengan pengapuran. Padahal, menurut ahli ortopedik, dr Andre Pontoh, SpOT, kedua hal ini beda jauh. Menurutnya, Osteoporosis adalah penyakit [ ... ] | Tips Lainnya | |
Info Sehat
| Mengenal Susu dan Manfaatnya 22/05/2012 | Administrator Dalam menu sehat dikenal istilah "empat sehat lima sempurna". Penyempurna ini adalah susu. Istilah ini tidak berlebihan karena minuman putih bersih ini memiliki kandungan nutrisi yang lengkap diband [ ... ] | Info Lainnya | |
Data Penyakit
| Penyakit Kista Meduler Penyakit Kista Meduler DEFINISI Penyakit Kista Meduler adalah suatu penyakit dimana gagal ginjal terjadi bersamaan dengan terbentuknya kista jauh di dalam ginjal. [ ... ] | Data Lainnya | |
















