| Tahu pun Ada Titik Kritisnya |
|
|
|
| Written by Administrator | |||
| Thursday, 29 January 2009 07:00 | |||
|
Tahu menjadi bagian menu keseharian yang murah meriah. Selain itu, makanan ini juga sarat gizi. Tak heran jika lauk yang terbuat dari kedelai ini banyak penggemarnya. Namun halal dan thayyib (baik) kah tahu?
Menurut Anton Apriyantono, Dosen Teknologi Pangan dan Gizi, Institut Pertanian Bogor (IPB), secara prinsip pembuatan tahu mirip dengan pembuatan keju. Tetapi, dalam pembuatan tahu tidak menggunakan enzim sebagai bahan penggumpal. Seperti yang terjadi pada pembuatan keju. Juga tidak menggunakan susu melainkan kedelai. Penyakit atau masalah kesehatan ini dapat dibantu penyembuhannya dengan mengkonsumsi Susu Kolostrum secara rutin. Seperti diketahui bahwa untuk melakukan penggumpalan keju cara yang paling banyak dengan menggunakan enzim dengan memanfaatkan 'jasa' koagulan (penggumpal). Koagulan yang digunakan adalah yang berasal dari perut sapi muda (anak sapi) yang disebut dengan rennet. Penggunaan koagulan dari hewan rawan menghasilkan keju yang haram. Pada pembuatan tahu, bahan yang digunakan untuk menggumpalkan protein kedelai pada umumnya menggunakan kalsium sulfat. Nama dagangnya siokoh atau seringkali disebut batu tahu. Untuk menggumpalkan protein kedelai, banyak pengrajin tahu tradisional yang menggunakan air sisa perasan gumpalah tahu yang dibiarkan semalam. Dalam proses pembuatan tahu setelah protein kedelai menggumpal, gumpalan ini disaring. Sisa cairannya sebagian besar dibuang. Sedangkan bagian sisanya ditampung dan dibiarkan selama satu malam. Supaya cepat menjadi bahan penggumpal yang baik, biasanya si pengrajin tahu akan menambahkan cairan hasil peraman malam sebelumnya. Selama satu malam itu, tambah Anton, akan terjadi fermentasi asetat secara spontan. Pada akhirnya, terbentuklah cairan yang asam. Cairan inilah yang dapat digunakan untuk menggumpalkan protein kedelai. Dari bahan yang digunakan untuk penggumpalan ini, tidak ada yang rawan kehalalannya. Kesimpulannya, tahu tradisional biasanya tidak bermasalah dari segi kehalalannya. Kecuali tahu yang diawetkan dengan formalin. Mungkin pula tahu yang ditambahkan pewarna metanil yellow. Merupakan pewarna sintetik berwarna kuning yang dilarang digunakan untuk pembuatan bahan pangan. Namun ada pula pengrajin tahu tradisional yang menggunakannya sebagai pengganti kunyit. Ini bisa mempengaruhi kethayiban tahu tersebut. Selain itu, ada pula jenis tahu lain. Dapat dikatakan sebagai tahu modern. Pada umumnya, tahu jenis ini diproduksi di Jepang. Dalam proses pembuatan tahu modern ini bahan penggumpal yang digunakan adalah glukonodekalakton. Menurut literatur, glukonodekalakton dibuat dari glukosa yang dioksidasi. Yang menjadi masalah, dalam pembuatan glukosa ini biasanya menggunakan enzim alfa-amilase. Enzim ini bisa berasal dari mikroorganisme. Namun bisa juga berasal dari hewan. Jadi glukosanya sendiri bisa bersentuhan dengan bahan haram, bisa juga tidak. Bergantung pada bahan baku pembuatnya. ''Tahu modern baik tahu Jepang atau jenis tahu yang disebut tahu sutera (silk tofu), memang perlu diwaspadai. Karena dalam proses pembuatannya menggunakan penggumpal glukonodekalakton yang masih perlu ditelusuri lagi status kehalalannya,'' kata Anton Apriyantono. Walaupun demikian, tambahnya, jenis tahu ini tak banyak beredar di masyarakat. Paling hanya di kalangan tertentu saja yang dapat menikmatinya. Supermarket besar biasanya menjual produk ini. FORTICO susu bubuk skim dengan kolostrum diformulasikan dan dikembangkan secara khusus oleh Smart Naco, Sdn, Bhd. ini adalah komponen Bio-aktif yang diperoleh dari sumber bahan terbaik dari New Zealand untuk meningkatkan kesehatan secara maksimum. Dapatkan Susu Kolostrum FORTICO original hanya di SusuKolostrum.com. Untuk pemesanan silahkan sms nama, alamat, nomor telepon dan jumlah pesanan ke 085692263999. Ongkos kirim GRATIS ke seluruh Indonesia.
|
|||
| Last Updated on Thursday, 15 January 2009 11:42 |
Berita Terbaru
| Produk Baru: Chlocyanin 21/05/2012 | Administrator Mulai tanggal 1 Juni 2012, kami menyediakan produk baru yang bernama Chlocyanin. Chlocyanin adalah serbuk minuman alami yang merupakan perpaduan antara KLOROFIL (CHLOROPHYLL) yaitu pigmen hijau d [ ... ] | Berita Lainnya | |
Berita Kesehatan
| Hati-Hati...Susu Formula Bikin Bayi Kegemukan Lho 06/06/2012 | Administrator Bayi yang mengkonsumsi susu formula ternyata adalah yang paling rawan mengalami kegemukan pada usia lima tahun.Sebuah penelitian menunjukkan bahwa bertambahnya berat badan bayi dalam waktu yang lebih [ ... ] | Berita Lainnya | |
Artikel Terbaru
| Alquran dan Sains: Manfaat Air Susu Ibu (ASI) 25/04/2012 | Administrator Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal Setelah proses penciptaan dan perkembangan janin sempurna, maka janin tersebut siap untuk meninggalkan tempat di mana selama ini ia tempati, y [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Artikel Kesehatan
| Anak Alergi Susu, Kok Bisa? 04/04/2012 | Administrator Alergi susu dapat diartikan ketika sistem kekebalan anak keliru dalam mengenali protein susu sebagai sesuatu yang berbahaya dan harus dilawan. Gejala yang terjadi pada alergi susu sapi secara umum ham [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Tips Kesehatan
| Pengapuran? Bukan Susu Obatnya 04/04/2012 | Administrator Selama ini, masyarakat awam sering menyamakan osteoporosis dengan pengapuran. Padahal, menurut ahli ortopedik, dr Andre Pontoh, SpOT, kedua hal ini beda jauh. Menurutnya, Osteoporosis adalah penyakit [ ... ] | Tips Lainnya | |
Info Sehat
| Mengenal Susu dan Manfaatnya 22/05/2012 | Administrator Dalam menu sehat dikenal istilah "empat sehat lima sempurna". Penyempurna ini adalah susu. Istilah ini tidak berlebihan karena minuman putih bersih ini memiliki kandungan nutrisi yang lengkap diband [ ... ] | Info Lainnya | |
Data Penyakit
| Kolesistitis Kronis Kolesistitis Kronis DEFINISI Kolesistitis Kronis adalah peradangan menahun dari dinding kandung empedu, yang ditandai dengan serangan berulang dari nyeri perut yang tajam dan [ ... ] | Data Lainnya | |

















