| Keju Lezat dan Halal |
|
|
|
| Written by Administrator | |||
| Friday, 13 February 2009 07:00 | |||
|
Keju berasal dari kata Inggris kuno yaitu cese dan chiese, atau dari bahasa latin caseus. Keju terbuat dari bahan baku susu, baik susu sapi, kambing, atau kerbau. Proses pembuatannya dilakukan dengan pembentukan dadih setelah terlebih dahulu melakukan pasteurisasi terhadap susu. Pasteurisasi ditujukan untuk menghilangkan bakteri pathogen sekaligus menghilangkan bakteri pengganggu dalam proses pembuatan dadih. Pembuatan dadih atau proses penggumpalan mulai terjadi saat ditambah starter kultur bakteri laktat. Kultur bakteri ini menyebabkan terjadinya fermentasi hingga pada pH tertentu. Enzim atau asam ditambahkan saat telah dicapai kondisi yang sesuai untuk enzim atau asam sehingga proses koagulasi tercapai. Penambahan enzim atau pun asam bertujuan untuk menurunkan pH hingga 4,5 dimana pH tersebut merupakan titik isoelektrik kasein. Gumpalan susu yang terbentuk di dasar alat, kemudian diambil dengan cara filtrasi. Gumpalan susu ini kemudian dipres untuk mengeluarkan whey-nya. Penambahan garam pada hasil gumpalan yang difiltrasi akan menghasilkan keju cottage. Untuk menghasilkan keju jenis lainnya, gumpalan susu yang disaring ini kemudian dipres dengan waktu yang bervariasi tergantung jenis keju yang diinginkan. Pada proses penekanan ini terjadi pula proses pematangan. Biasanya di Inggris proses pematangan memakan waktu lebih kurang 10 minggu sehingga menjadi keju yang dinamakan keju keras (cheddar) sedangkan di Amerika untuk menghasilkan cheddar dengan terlebih dahulu dicelupkan dalam paraffin untuk mencegah kekeringan, serta dibiarkan mengeras sekitar 6 bulan. Pada proses pematangan ini pun dapat ditambahkan mikroba-mikroba tertentu untuk menghasilkan keju yang diinginkan. Selama proses pematangan ini banyak senyawa-senyawa khas yang dihasilkan tergantung dari bakteri yang ditambahkan. Keju Swiss yang khas dengan citarasa asam propionatnya dihasilkan oleh bakteri Propionibacterium shermani. Selain itu lubang-lubang yang dihasilkan pun terjadi karena terbentuknya gas karbon dioksida yang diproduksi selama fermentasi. Ada lagi keju yang dinamakan keju roquefort, yang berwarna biru khas. Keju ini berasal dari desa Roquefort di Perancis. Dalam prosesnya keju ini ditambahkan dengan jamur Penicilin roqueforti. Penambahan jamur selama proses pematangan ini mengakibatkan keju berurat dan warnanya menjadi biru yang khas. Adapun keju camemberti, ditambahkan Penicilin camemberti pada proses pematangannya yang juga memberikan efek warna biru dan citarasa khas camembert. Adapun keju yang dikenal oleh para ibu yang sering membuat kastengel atau cheese stick adalah jenis keju Edam. Keju ini berasal dari Belanda yang termasuk golongan keju keras (hard cheese) yang kadar airnya berkisar antara 20-42 persen. Faktor kehalalan keju Keju adalah produk olahan susu, dimana susu adalah sumber protein hewani yang halal. Namun ketika sudah menjadi keju, maka produk olahan susu ini menjadi subhat hukumnya hingga dipastikan bahwa produk keju tersebut menjadi aman dari segi kehalalannya. Produk yang awalnya halal, maka ketika bersentuhan dengan teknologi produk tersebut menjadi subhat statusnya. Produk keju, sebagaimana telah dijelaskan di atas terbuat dari susu dan bahan tambahan lainnya seperti kultur bakteri, enzim dan pewarna. Bahan-bahan tambahan tersebut harus diteliti sumbernya, terutama enzim dan kultur bakteri. Enzim rennin yang biasa digunakan dapat berasal dari hewan atau pun diproduksi secara mikrobial. Jika berasal dari hewan maka sumber hewan dan proses penyembelihannya harus menjadi fokus utama dari penelusuran kehalalannya. Sedangkan jika diproduksi secara mikrobial, maka harus jelas media yang digunakan untuk pertumbuhan dan produksinya. Enzim rennin biasanya diperoleh dari lambung anak sapi yang masih berusia beberapa hari. Tetapi karena faktor pengadaan sapi yang masih bayi tersebut agak susah, maka tidak jarang juga digunakan enzim pepsin dari perut babi. Aplikasi pada industri keju seringkali menggabungkan antara rennin dan pepsin dalam perbandingan tertentu, yang sering disebut sebagai rennet. Rennet inilah yang perlu diwaspadai, karena jika memang dicampur dengan enzim perut babi maka hukumnya akan menjadi haram dan najis. Keju yang dihasilkannyapun akan menjadi haram pula. Pada saat membeli keju di toko atau pasar swalayan, sebaiknya dipastikan dulu bahwa keju tersebut sudah halal dengan melihat pada kemasannya yang telah ada logo halalnya. Beberapa produk keju dari Australia, New Zealand, dan Belanda telah disertifikasi halal, baik oleh MUI maupun lembaga sertifikasi halal setempat. Melihat kehalalan keju berdasarkan sertifikat dan logo halal ini jauh lebih mudah, karena sangat sulit untuk menilai apakah sebuah produk keju diproduksi dengan rennet halal ataukah rennet haram. Selamat membuat kue lebaran yang halal, enak dan bergizi. tim peneliti lppom mui Jamu Pelangsing Assalaamu 'alaikum Wr Wb, Bapak-bapak dan Ibu-ibu di LPPOM MUI, saya punya masalah dengan berat badan saya. Sejak remaja berat badan saya cenderung melebihi berat badan rata-rata anak seusia saya. Kelebihan berat badan ini berlanjut hingga saat ini. Saya sudah mencoba berbagai cara, mulai dengan diet, olah raga dan terapi-terapi lainnya. Namun pengurangan berat badan saya masih belum signifikan. Bolehkah saya menggunakan jamu-jamu pelangsing tubuh yang sering diiklankan dapat mengurangi berat badan? Apakah jamu-jamu tersebut halal? Terima kasih atas penjelasannya. Wassalam, This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it Jawab: Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang kelebihan berat badan. Antara lain adalah faktor pola makanan, pola aktivitas dan juga faktor genetis. Jika dari segi makanan dan kegiatan dirasakan sudah tidak masalah, maka kelebihan berat badan yang Anda alami kemungkinan adalah faktor genetis. Sebenarnya jika pola makan dan olah raga Anda sudah cukup baik, sedikit kelebihan berat badan tidak terlalu masalah bagi Anda. Mungkin hal ini disebabkan oleh kerja sistem pencernaan dan penyerapan tubuh Anda yang efisien. Namun jika Anda masih ingin mencoba berbagai jamu-jamuan untuk melangsingkan tubuh, maka Anda dapat menggunakan ramuan-ramuan tradisional yang sudah halal. Beberapa produsen jamu telah disertifikasi halal oleh MUI, anda dapat melihatnya pada daftar di website LPPOM MUI. Virgin Coconut Oil Assalaamu alaikum Wr Wb, Saat ini banyak beredar virgin coconut oil (VCO) yang konon banyak khasiat dan manfaatnya bagi tubuh. Saya ditawari teman dan akan mencoba produk tersebut, tetapi saya masih ragu akan kehalalannya. Menurut teman, minyak itu hanya terbuat dari kelapa. Tetapi saya masih ragu, apakah selama proses pengolahannya tidak dicampur atau digunakan bahan lain yang diragukan kehalalannya. Melalui email ini saya ingin menanyakan proses pembuatan VCO dan status kehalalannya. Terima kasih atas penjelasannya. Wassalam, Malik Fatah This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it Jawab: Ada beberapa metode pembuatan virgin coconut oil. Pertama adalah metode basah, dimana kelapa diparut dan diambil santannya, kemudian dilakukan proses pengendapan hingga terpisah antara minyak dan airnya. Biasanya untuk proses ini digunakan pemantik minyak yang sudah jadi. Kedua adalah metode kering, yaitu dengan memarut kelapa, mengeringkannya dengan suhu 40 derajat Celcius dan hembusan udara kering, kemudian mengepres dengan tekanan tinggi. Kedua proses tersebut biasanya harus diakhiri dengan penyaringan untuk memisahkan gum dan kotoran yang masih tersisa. Dilihat dari prosesnya memang tidak ada titik kritis keharamannya. Namun tidak menutup kemungkinan minyak tersebut ditambahkan antioksidan atau bahan pengawet lain. Antioksidan yang berasal dari tokoferol perlu dicermati sumber dan bahan pelapisnya. Saat ini sudah ada beberapa VCO yang mendapatkan sertifikat halal dari MUI. Anda dapat melihatnya di website LPPOM MUI. Keju berasal dari kata Inggris kuno yaitu cese dan chiese, atau dari bahasa latin caseus. Keju terbuat dari bahan baku susu, baik susu sapi, kambing, atau kerbau. Proses pembuatannya dilakukan dengan pembentukan dadih setelah terlebih dahulu melakukan pasteurisasi terhadap susu. Pasteurisasi ditujukan untuk menghilangkan bakteri pathogen sekaligus menghilangkan bakteri pengganggu dalam proses pembuatan dadih. Penyakit atau masalah kesehatan ini dapat dibantu penyembuhannya dengan mengkonsumsi Susu Kolostrum secara rutin. Pembuatan dadih atau proses penggumpalan mulai terjadi saat ditambah starter kultur bakteri laktat. Kultur bakteri ini menyebabkan terjadinya fermentasi hingga pada pH tertentu. Enzim atau asam ditambahkan saat telah dicapai kondisi yang sesuai untuk enzim atau asam sehingga proses koagulasi tercapai. Penambahan enzim atau pun asam bertujuan untuk menurunkan pH hingga 4,5 dimana pH tersebut merupakan titik isoelektrik kasein. Gumpalan susu yang terbentuk di dasar alat, kemudian diambil dengan cara filtrasi. Gumpalan susu ini kemudian dipres untuk mengeluarkan whey-nya. Penambahan garam pada hasil gumpalan yang difiltrasi akan menghasilkan keju cottage. Untuk menghasilkan keju jenis lainnya, gumpalan susu yang disaring ini kemudian dipres dengan waktu yang bervariasi tergantung jenis keju yang diinginkan. Pada proses penekanan ini terjadi pula proses pematangan. Biasanya di Inggris proses pematangan memakan waktu lebih kurang 10 minggu sehingga menjadi keju yang dinamakan keju keras (cheddar) sedangkan di Amerika untuk menghasilkan cheddar dengan terlebih dahulu dicelupkan dalam paraffin untuk mencegah kekeringan, serta dibiarkan mengeras sekitar 6 bulan. Pada proses pematangan ini pun dapat ditambahkan mikroba-mikroba tertentu untuk menghasilkan keju yang diinginkan. Selama proses pematangan ini banyak senyawa-senyawa khas yang dihasilkan tergantung dari bakteri yang ditambahkan. Keju Swiss yang khas dengan citarasa asam propionatnya dihasilkan oleh bakteri Propionibacterium shermani. Selain itu lubang-lubang yang dihasilkan pun terjadi karena terbentuknya gas karbon dioksida yang diproduksi selama fermentasi. Ada lagi keju yang dinamakan keju roquefort, yang berwarna biru khas. Keju ini berasal dari desa Roquefort di Perancis. Dalam prosesnya keju ini ditambahkan dengan jamur Penicilin roqueforti. Penambahan jamur selama proses pematangan ini mengakibatkan keju berurat dan warnanya menjadi biru yang khas. Adapun keju camemberti, ditambahkan Penicilin camemberti pada proses pematangannya yang juga memberikan efek warna biru dan citarasa khas camembert. Adapun keju yang dikenal oleh para ibu yang sering membuat kastengel atau cheese stick adalah jenis keju Edam. Keju ini berasal dari Belanda yang termasuk golongan keju keras (hard cheese) yang kadar airnya berkisar antara 20-42 persen. Faktor kehalalan keju Keju adalah produk olahan susu, dimana susu adalah sumber protein hewani yang halal. Namun ketika sudah menjadi keju, maka produk olahan susu ini menjadi subhat hukumnya hingga dipastikan bahwa produk keju tersebut menjadi aman dari segi kehalalannya. Produk yang awalnya halal, maka ketika bersentuhan dengan teknologi produk tersebut menjadi subhat statusnya. Produk keju, sebagaimana telah dijelaskan di atas terbuat dari susu dan bahan tambahan lainnya seperti kultur bakteri, enzim dan pewarna. Bahan-bahan tambahan tersebut harus diteliti sumbernya, terutama enzim dan kultur bakteri. Enzim rennin yang biasa digunakan dapat berasal dari hewan atau pun diproduksi secara mikrobial. Jika berasal dari hewan maka sumber hewan dan proses penyembelihannya harus menjadi fokus utama dari penelusuran kehalalannya. Sedangkan jika diproduksi secara mikrobial, maka harus jelas media yang digunakan untuk pertumbuhan dan produksinya. Enzim rennin biasanya diperoleh dari lambung anak sapi yang masih berusia beberapa hari. Tetapi karena faktor pengadaan sapi yang masih bayi tersebut agak susah, maka tidak jarang juga digunakan enzim pepsin dari perut babi. Aplikasi pada industri keju seringkali menggabungkan antara rennin dan pepsin dalam perbandingan tertentu, yang sering disebut sebagai rennet. Rennet inilah yang perlu diwaspadai, karena jika memang dicampur dengan enzim perut babi maka hukumnya akan menjadi haram dan najis. Keju yang dihasilkannyapun akan menjadi haram pula. Pada saat membeli keju di toko atau pasar swalayan, sebaiknya dipastikan dulu bahwa keju tersebut sudah halal dengan melihat pada kemasannya yang telah ada logo halalnya. Beberapa produk keju dari Australia, New Zealand, dan Belanda telah disertifikasi halal, baik oleh MUI maupun lembaga sertifikasi halal setempat. Melihat kehalalan keju berdasarkan sertifikat dan logo halal ini jauh lebih mudah, karena sangat sulit untuk menilai apakah sebuah produk keju diproduksi dengan rennet halal ataukah rennet haram. Selamat membuat kue lebaran yang halal, enak dan bergizi. FORTICO susu bubuk skim dengan kolostrum diformulasikan dan dikembangkan secara khusus oleh Smart Naco, Sdn, Bhd. ini adalah komponen Bio-aktif yang diperoleh dari sumber bahan terbaik dari New Zealand untuk meningkatkan kesehatan secara maksimum. Dapatkan Susu Kolostrum FORTICO original hanya di SusuKolostrum.com. Untuk pemesanan silahkan sms nama, alamat, nomor telepon dan jumlah pesanan ke 085692263999. Ongkos kirim GRATIS ke seluruh Indonesia.
|
|||
| Last Updated on Thursday, 15 January 2009 11:42 |
Berita Terbaru
| Produk Baru: Chlocyanin 21/05/2012 | Administrator Mulai tanggal 1 Juni 2012, kami menyediakan produk baru yang bernama Chlocyanin. Chlocyanin adalah serbuk minuman alami yang merupakan perpaduan antara KLOROFIL (CHLOROPHYLL) yaitu pigmen hijau d [ ... ] | Berita Lainnya | |
Berita Kesehatan
| Hati-Hati...Susu Formula Bikin Bayi Kegemukan Lho 06/06/2012 | Administrator Bayi yang mengkonsumsi susu formula ternyata adalah yang paling rawan mengalami kegemukan pada usia lima tahun.Sebuah penelitian menunjukkan bahwa bertambahnya berat badan bayi dalam waktu yang lebih [ ... ] | Berita Lainnya | |
Artikel Terbaru
| Alquran dan Sains: Manfaat Air Susu Ibu (ASI) 25/04/2012 | Administrator Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal Setelah proses penciptaan dan perkembangan janin sempurna, maka janin tersebut siap untuk meninggalkan tempat di mana selama ini ia tempati, y [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Artikel Kesehatan
| Anak Alergi Susu, Kok Bisa? 04/04/2012 | Administrator Alergi susu dapat diartikan ketika sistem kekebalan anak keliru dalam mengenali protein susu sebagai sesuatu yang berbahaya dan harus dilawan. Gejala yang terjadi pada alergi susu sapi secara umum ham [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Tips Kesehatan
| Pengapuran? Bukan Susu Obatnya 04/04/2012 | Administrator Selama ini, masyarakat awam sering menyamakan osteoporosis dengan pengapuran. Padahal, menurut ahli ortopedik, dr Andre Pontoh, SpOT, kedua hal ini beda jauh. Menurutnya, Osteoporosis adalah penyakit [ ... ] | Tips Lainnya | |
Info Sehat
| Mengenal Susu dan Manfaatnya 22/05/2012 | Administrator Dalam menu sehat dikenal istilah "empat sehat lima sempurna". Penyempurna ini adalah susu. Istilah ini tidak berlebihan karena minuman putih bersih ini memiliki kandungan nutrisi yang lengkap diband [ ... ] | Info Lainnya | |
Data Penyakit
| Perubahan Warna Kuku
Perubahan Warna Kuku
| Data Lainnya | |
















