| Hati-hati dengan Bahan Tambahan Makanan |
|
|
|
| Written by Administrator | |||
| Saturday, 24 January 2009 07:00 | |||
|
Kita sering tergoda dengan tampilan mulus sebuah produk makanan. Coba saja, ketika melihat roti atau es krim bertekstur halus. Serta merta, kita akan merogoh kocek guna mendapatkan produk tersebut.Mestinya, sebagai Muslim tak tergesa menentukan pilihan. Telitilah terlebih dahulu pada kemasan produk tersebut. Mungkin saja, sang produsen menambahkan bahan tambahan makanan yang belum tentu halal pada produk tersebut.
Apa gerangan bahan tambahan makanan itu? Bagaimana pula ia mempengaruhi status kehalalan suatu produk makanan? Menurut Ketua Yayasan Halalan Thayyiban, Muhamad Farid Ansori, bahan tambahan makanan merupakan bahan yang ditambahkan ke dalam sebuah produk, untuk mendapatkan efek yang diinginkan pada produk tersebut. Penyakit atau masalah kesehatan ini dapat dibantu penyembuhannya dengan mengkonsumsi Susu Kolostrum secara rutin. Penambahan ini, bisa terjadi saat proses pembuatan, pengemasan maupun dalam proses penyimpanan. Maraknya penggunaan bahan tambahan tersebut pada umumnya terkait dengan beragam tujuan produsen.''Mereka menggunakan bahan tambahan untuk memperbaiki nilai gizi produk, memelihara kesegaran produk, meningkatkan daya tarik produk serta membantu proses produksi maupun persiapan produk,'' kata Farid kepada Republika di Bogor, beberapa waktu lalu. Guna memperbaiki nilai gizi, jelas Farid, bahan tambahan makanan berfungsi menggantikan zat-zat gizi yang hilang atau rusak selama proses produksi.Selain itu, penggunaan bahan tambahan ini juga berfungsi memperbaiki nilai gizi jika produk tersebut kurang atau tak memiliki gizi yang dibutuhkan tubuh.Produk yang menggunakan bahan tambahan makanan jenis ini, sering disebut sebagai produk fortifikasi atau dilengkapi dengan nutrien. Misalnya, garam yang mengandung iodium atau susu yang bervitamin D. Produsen juga akan menggunakan bahan tambahan makanan apabila mereka menghendaki produknya tetap segar. Yaitu menahan pembusukan yang disebabkan oleh mikroorganisme demi melindungi warna alami produk, mencegah ketengikan dan meningkatkan umur simpan.Garam, gula, dan sodium propinat merupakan sejumlah bahan tambahan makanan yang dimanfaatkan produsen mencegah aktivitas mikroorganisme berupa jamur, bakteri, kapang pada produk-produk semacam roti, keju, minuman dan sirup. Penampilan produk, tambahnya, juga menjadi perhatian produsen. Menurut Farid, dalam industri pangan, bahan tambahan untuk meningkatkan penampilan produk serta memperbaiki rasa paling banyak digunakan.Untuk memberikan pengaruh terhadap rasa sebuah produk, produsen biasanya menggunakanselufer. Misalnya, produsen berkeinginan produknya kaya akan rasa coklat. Meski kandungan cokltanya tak banyak, dengan tambahan selufer produk tersebut rasanya kaya akan coklat. Ia menuturkan bahwa selufer terbuat dari bahan baku, nabati dan hewani.''Kita mesti mewaspadai selufer yang berbahan baku hewani. Pada umumnya terbuat dari lemak babi atau hewan yang disembelih yang tak pasti disebutkan nama Allah atau tidak dalam penyembelihannya,'' jelasnya. Kendati demikian ia menyatakan bahwa selufer yang beredar di Indonesia kebanyakan telah diaudit oleh badan yang berwenang."Jadi tak terlalu dikhawatirkan atas status kehalalannya," imbuh Farid. Dalam proses produksi atau persiapan produksi, bahan tambahan makanan juga berperan penting. Ada beberapa bahan tambahan makanan yang termasuk dalam kategori ini. Pertama adalah I>emulsifer, yang bermanfaat menjaga bahan-bahan pembuat suatu produk tetap homogen dalam adonan. Emulsifer alami yang menjadi idola produsen adalah lesitin yang banyak terdapat pada kuning telur. Sedangkan emulsifer buatan banyak terdapat pada mono dan digliseridayang berfungsi menghasilkan tekstur yang halus pada roti, mencegah pemisahan antara minyak dan kacang pada mentega. Mono dan digiserida ini berasal dari tumbuhan yang menghasilkan minyak seperti kelapa sawit juga ekstrak hewani seperti babi maupun sapi. Kedua adalah stabilizerdan pengental, yang berguna memperbaiki penampilan makanan serta menghasilkan tekstur yang lebih seragam. Stabilizer dan pengental yang pada umunya berasal dari karbohidrat adalah tapioka, pati dan pektin. Sedangkan dari golongan protein adalah gelatin."Seperti diketahui, sebagian besar gelatin terbuat dari bahan baku kulit atau pun tulang babi." Ketiga adalah pengembang. Pengembang ini berfungsi menciptakan tekstur yang ringan dan lembut pada produk yang dipanggang, seperti roti dan produk bakery lainnya.Beberapa contoh bahan pengembang adalah sodium bikarbonat, asam kalsium pospat atau sodium alunimum pospat. Untuk bahan tambahan makanan, komponen yang digunakan adalah asam tartrat. Komponen ini, bisa merupakan hasil sampingan dari industri bir. Dengan adanya sejumlah bahan tambahan makanan yang tak halal, Farid menyarankan agar konsumen memperhatikan logo halal pada kemasan produk yang menggunakan bahan tambahan makanan ini. Jika ada logo halal tentu telah terjamin kehalalannya. Konsumen juga mesti meneliti terlebih dahulu pada kemasan, terutama daftar bahan. Pada kemasan, konsumen dapat mengetahui bahan tambahan makanan apa yang digunakan produsen pada produk tersebut. Dengan demikian, diharapkan konsumen tak salah membeli produk yang tak halal. FORTICO susu bubuk skim dengan kolostrum diformulasikan dan dikembangkan secara khusus oleh Smart Naco, Sdn, Bhd. ini adalah komponen Bio-aktif yang diperoleh dari sumber bahan terbaik dari New Zealand untuk meningkatkan kesehatan secara maksimum. Dapatkan Susu Kolostrum FORTICO original hanya di SusuKolostrum.com. Untuk pemesanan silahkan sms nama, alamat, nomor telepon dan jumlah pesanan ke 085692263999. Ongkos kirim GRATIS ke seluruh Indonesia.
|
Berita Terbaru
| Produk Baru: Chlocyanin 21/05/2012 | Administrator Mulai tanggal 1 Juni 2012, kami menyediakan produk baru yang bernama Chlocyanin. Chlocyanin adalah serbuk minuman alami yang merupakan perpaduan antara KLOROFIL (CHLOROPHYLL) yaitu pigmen hijau d [ ... ] | Berita Lainnya | |
Berita Kesehatan
| Hati-Hati...Susu Formula Bikin Bayi Kegemukan Lho 06/06/2012 | Administrator Bayi yang mengkonsumsi susu formula ternyata adalah yang paling rawan mengalami kegemukan pada usia lima tahun.Sebuah penelitian menunjukkan bahwa bertambahnya berat badan bayi dalam waktu yang lebih [ ... ] | Berita Lainnya | |
Artikel Terbaru
| Alquran dan Sains: Manfaat Air Susu Ibu (ASI) 25/04/2012 | Administrator Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal Setelah proses penciptaan dan perkembangan janin sempurna, maka janin tersebut siap untuk meninggalkan tempat di mana selama ini ia tempati, y [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Artikel Kesehatan
| Anak Alergi Susu, Kok Bisa? 04/04/2012 | Administrator Alergi susu dapat diartikan ketika sistem kekebalan anak keliru dalam mengenali protein susu sebagai sesuatu yang berbahaya dan harus dilawan. Gejala yang terjadi pada alergi susu sapi secara umum ham [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Tips Kesehatan
| Pengapuran? Bukan Susu Obatnya 04/04/2012 | Administrator Selama ini, masyarakat awam sering menyamakan osteoporosis dengan pengapuran. Padahal, menurut ahli ortopedik, dr Andre Pontoh, SpOT, kedua hal ini beda jauh. Menurutnya, Osteoporosis adalah penyakit [ ... ] | Tips Lainnya | |
Info Sehat
| Mengenal Susu dan Manfaatnya 22/05/2012 | Administrator Dalam menu sehat dikenal istilah "empat sehat lima sempurna". Penyempurna ini adalah susu. Istilah ini tidak berlebihan karena minuman putih bersih ini memiliki kandungan nutrisi yang lengkap diband [ ... ] | Info Lainnya | |
Data Penyakit
| Chondrodysplasias
Chondrodysplasias
DEFINISI
Chondrodysplasias adalah sekelompok gangguan langka dari tulang rawan yang menyebabkan kerangka berkembang secara abnormal. | Data Lainnya | |
















