| Diabetes Mengancam Anak-Anak |
|
|
|
| Written by Administrator | |||
| Monday, 26 November 2007 14:04 | |||
|
Rasanya semakin banyak saja penderita diabetes melitus di Indonesia. Penyakit gula ini kini tak lagi monopoli orang tua atau dewasa, tapi juga anak-anak yang umumnya berupa diabetes tipe I. Faktor penyebabnya bukan lagi keturunan tapi kegemukan yang dipicu gaya hidup.
Menurut Prof.Dr.Sidartawan Soegondo, SpPD, diabetes pada anak-anak dan remaja lebih banyak disebabkan karena faktor kegemukan dan keturunan. "Kalau orangtuanya atau ada salah seorang anggota keluarga ada yang kena diabetes maka risiko anak itu untuk kena penyakit gula juga besar," papar dokter yang menjadi ketua Divisi Endokrinologi dan Metabolisme Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini. Diabetes melitus (DM) tipe 1 yang sering diderita anak-anak merupakan keadaan dimana tubuh memerlukan pasokan insulin dari luar. Akibatnya penderita harus menyuntikkan insulin secara teratur seumur hidupnya. Sedangkan diabetes tipe II terjadi jika pasokan insulin dari pankreas tidak mencukupi. Obesitas dan malas berolahraga merupakan penyebab utama diabetes yang banyak diderita orang dewasa ini. Teori terbaru menyebutkan penderita diabetes tipe I memiliki gen bakat dan dicetuskan oleh virus Coxsackie tipe B-14. Ketika virus itu menyerang, tubuh akan membuat antibodi. Antibodi akan menyerang unsur yang kodenya sama, termasuk pankreas. Akibatnya, pankreas ikut rusak. Setelah 80 persen pankreas sebagai penghasil insulin rusak, baru muncul gejala diabetes. Jika terjangkit virus ini seringkali anak dirujuk ke rumah sakit dalam keadaan kejang dan kesadaran menurun. Setelah diperiksa laboratorium baru ketahuan gula darahnya tinggi. Namun diabetes seringkali muncul tanpa gejala. Meski begitu orangtua perlu mewaspadai jika anaknya sering haus, sering kencing, dan sering merasa lapar. DM tipe I biasanya muncul tiba-tiba karena itu orangtua perlu memperhatikan adakah kebiasaan anak yang berubah, misalnya jika anak jadi sering ngompol. Walaupun jarang, kini makin banyak remaja dan anak-anak yang terkena DM tipe II. Pola makan yang tidak sehat dan kegemukan membuat obesitas mudah datang . Untuk mengetahui apakah seseorang menderita diabetes perlu dilakukan tes gula darah. "Sebaiknya kalau ada riwayat keturunan, tidak harus dari orangtua, tapi keluarga besar, periksa saja kadar gula darahnya. Makin dini dideteksi makin baik," kata Sidartawan. Bahaya komplikasi Diabetes merupakan penyakit keempat terbesar yang menyebabkan kematian di seluruh dunia. Badan kesehatan dunia (WHO) bahkan menggolongkan penyakit diabetes sebagai penyakit degenaratif yang bahayanya mendekati HIV/AIDS. Yang perlu diwaspadai dari DM adalah komplikasi jangka panjang terhadap pembuluh darah. Penyakit yang sering ditimbulkan oleh diabetes antara lain penyakit jantung, ginjal, kebutaan, dan pada stadium lanjut bisa menyebabkan amputasi akibat infeksi pada bagian kaki. Meski menderita diabetes, bukan berarti hidup akan sengsara. Kuncinya adalah pengendalian risiko. Untuk menurunkan risiko akan terjadinya komplikasi, sejak dini anak perlu diajarkan untuk mengenali penurunan gula darah, kapan dan bagaimana menyuntikkan insulin, serta yang tak kalah penting kedisiplinan untuk menjalankan pola hidup sehat. FORTICO susu bubuk skim dengan kolostrum diformulasikan dan dikembangkan secara khusus oleh Smart Naco, Sdn, Bhd. ini adalah komponen Bio-aktif yang diperoleh dari sumber bahan terbaik dari New Zealand untuk meningkatkan kesehatan secara maksimum. Dapatkan Susu Kolostrum FORTICO original hanya di SusuKolostrum.com. Untuk pemesanan silahkan sms nama, alamat, nomor telepon dan jumlah pesanan ke 085692263999. Ongkos kirim GRATIS ke seluruh Indonesia.
|
Berita Terbaru
| Produk Baru: Chlocyanin 21/05/2012 | Administrator Mulai tanggal 1 Juni 2012, kami menyediakan produk baru yang bernama Chlocyanin. Chlocyanin adalah serbuk minuman alami yang merupakan perpaduan antara KLOROFIL (CHLOROPHYLL) yaitu pigmen hijau d [ ... ] | Berita Lainnya | |
Berita Kesehatan
| Hati-Hati...Susu Formula Bikin Bayi Kegemukan Lho 06/06/2012 | Administrator Bayi yang mengkonsumsi susu formula ternyata adalah yang paling rawan mengalami kegemukan pada usia lima tahun.Sebuah penelitian menunjukkan bahwa bertambahnya berat badan bayi dalam waktu yang lebih [ ... ] | Berita Lainnya | |
Artikel Terbaru
| Alquran dan Sains: Manfaat Air Susu Ibu (ASI) 25/04/2012 | Administrator Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal Setelah proses penciptaan dan perkembangan janin sempurna, maka janin tersebut siap untuk meninggalkan tempat di mana selama ini ia tempati, y [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Artikel Kesehatan
| Anak Alergi Susu, Kok Bisa? 04/04/2012 | Administrator Alergi susu dapat diartikan ketika sistem kekebalan anak keliru dalam mengenali protein susu sebagai sesuatu yang berbahaya dan harus dilawan. Gejala yang terjadi pada alergi susu sapi secara umum ham [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Tips Kesehatan
| Pengapuran? Bukan Susu Obatnya 04/04/2012 | Administrator Selama ini, masyarakat awam sering menyamakan osteoporosis dengan pengapuran. Padahal, menurut ahli ortopedik, dr Andre Pontoh, SpOT, kedua hal ini beda jauh. Menurutnya, Osteoporosis adalah penyakit [ ... ] | Tips Lainnya | |
Info Sehat
| Mengenal Susu dan Manfaatnya 22/05/2012 | Administrator Dalam menu sehat dikenal istilah "empat sehat lima sempurna". Penyempurna ini adalah susu. Istilah ini tidak berlebihan karena minuman putih bersih ini memiliki kandungan nutrisi yang lengkap diband [ ... ] | Info Lainnya | |
Data Penyakit
| Epikondilitis Lateralis (Backhand tennis elbow) Epikondilitis Lateralis (Backhand tennis elbow) DEFINISI Epikondilitis Lateralis (Backhand tennis elbow) merupakan kerusakan pada tendon yang berfungsi menekuk pergelangan tang [ ... ] | Data Lainnya | |
















