|
Pencemaran bakteri terhadap susu formula kemungkinan besar berasal dari proses produksi di pabrik. Ada dugaan, susu tercemar pada saat proses spray drying, yaitu pada saat susu cair dikeringkan menjadi bubuk.
”Perlu diselidiki apakah produsen susu sudah mengimpor dalam bentuk bubuk atau masih dalam bentuk susu cair,” kata Rizal Syarief, Guru Besar Teknologi Pangan IPB yang juga menjadi Kepala Lembaga Penelitian IPB. Kontaminasi dengan bakteri, menurut Rizal, bisa juga saat proses pemberian suplemen pada susu.
Bagaimana sebenarnya proses pembuatan susu dari susu cair menjadi susu bubuk? Direktur Riset dan Pengembangan PT Sari Husada, salah satu produsen susu formula, Sonny Effendhi mengatakan, susu formula adalah susu yang diformulasikan untuk umur dan tujuan tertentu. Susu untuk para penderita diabetes, misalnya, termasuk dalam kategori susu formula.
Menurut Sonny, proses produksi susu bubuk ini membutuhkan waktu satu jam untuk setiap proses dan dilakukan secara terus-menerus. Susu formula dalam bentuk bubuk dibuat dari campuran susu sapi cair dan susu skim, yaitu susu rendah lemak yang lebih kaya protein daripada susu cair.
Susu skim yang digunakan berbentuk bubuk yang diimpor dari Selandia Baru, Australia, dan Amerika. Sementara susu cair yang digunakan berasal dari peternakan lokal. Menurut Sonny, masuknya bakteri ke susu bisa terdeteksi karena setiap proses ada uji sampelnya.
Susu skim lalu dicampur dengan susu cair pada tabung khusus. Selanjutnya dilakukan pasteurisasi untuk membunuh bakteri dan virus patogen. Susu kemudian diproses dengan spray drying dengan 300 derajat Celsius agar berubah menjadi bubuk.
Dengan suhu setinggi itu, Sonny yakin bahwa bakteri patogen akan mati. Untuk tambahan, produsen biasanya memberi suplemen seperti vitamin, kalsium, mineral, dan bakteri probiotik, yakni lactobacillus dan bifidus.
Sebelum susu masuk dalam kemasan, kaleng dan aluminium foil disterilisasi dengan menggunakan ultraviolet sehingga membunuh bakteri dan virus patogen pada wadah tersebut. Tambahkan sebagai favorit (21) | Kutip artikel ini pada situs Anda | Dilihat: 287
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com All right reserved |