|
Isu pemanasan global sebenarnya sudah mengemuka sejak beberapa tahun lalu, tapi tak banyak masyarakat yang peduli. Padahal selain berdampak pada alam pemanasan global juga berdampak langsung pada kesehatan. Yang sudah kita rasakan adalah makin ganasnya penyakit terutama yang disebabkan oleh nyamuk.
Jika menyebut penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) 30 tahun lalu, tak banyak orang yang tahu, karena hanya beberapa orang saja yang terserang. Kala itu DBD sama dengan flu burung sekarang, penyakit yang baru, aneh, serta sukar diobati. Belakangan DBD terus menyebar bukan saja di kota-kota besar tapi hingga berbagai kabupaten dan desa. Penyakit ini juga tak lagi hanya menyerang anak-anak, tapi semua usia termasuk orang lanjut usia. Dari tahun ke tahun kasus demam berdarah tak pernah bisa ditekan angkanya. Di DKI Jakarta saja korban penyakit ini pada bulan Januari-April 2007 mencapai 11.094 orang. Beberapa faktor yang melatarbelakangi antara lain perubahan pola cuaca sehingga meningkatkan peluang hidup nyamuk DBD. Membiarkan air tergenang di tempat terbuka dalam jangka waktu lama, turut menyuburkan nyamuk. "Penyakit ini telah berubah menjadi lebih ganas dan itu diperkirakan karena perubahan iklim global dan meningkatnya efek rumah kaca di atmosfer bumi," kata Dr Zarfil Talal, dosen senior Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, dalam Seminar Penanggulangan DBD, di Kalimantan (24/11) seperti dikutip Antara. Para ahli lingkungan telah memperingatkan kenaikan suhu bumi juga bisa meningkatkan angka kasus penyakit dengan vektor nyamuk, seperti malaria, demam berdarah, chikungunya, Japanese encephalitis (radang otak), dan filariasis lantaran perubahan bionomik nyamuk. Dalam suhu meningkat dengan kelembaban tertentu, nyamuk semakin beringas dan ingin kawin. Jika suhu meningkat tiga derajat Celsius, diperkirakan kasus penularan penyakit melalui nyamuk meningkat dua kali lipat. Genangan air hujan pada daerah bersuhu hangat, yaitu 26-28 derajat Celsius, sangat disukai nyamuk. Pada suhu di atas 28 derajat Celsius nyamuk cenderung bertelur empat kali lebih banyak. Dalam kondisi normal nyamuk bertelur 50-100 butir, sedangkan pada suhu panas bisa bertelur 200-400 butir. Sebenarnya pemberantasan penyakit DBD relatif mudah karena kita sudah tahu nyamuk sebagai media penularannya. "Bila nyamuk sudah tidak ada lagi, maka DBD akan hilang," kata Zarfil. Upaya yang bisa dilakukan semua orang adalah dengan tidak membiarkan adanya sarang-sarang nyamuk; jangan barkan selokan terbuka, dan sampah berserakan, timbun kaleng dan apa saja yang membuat nyamuk mudah bersarang. Lakukan pengasapan jika diketahui ada serangan DBD di sekitar kita. Tambahkan sebagai favorit (42) | Kutip artikel ini pada situs Anda | Dilihat: 694
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com All right reserved |