header

Order Via SMS

Order by SMS/Phone
085692263999
02170564500
02270561717
0218608353

Pemesanan setiap hari pukul 08.00 - 20.00

Pengiriman setiap hari pukul 15.00

Ongkos Kirim GRATIS ke Seluruh Indonesia

Statistik

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini730
mod_vvisit_counterKemarin4037
mod_vvisit_counterMinggu Ini21633
mod_vvisit_counterMinggu Lalu32318
mod_vvisit_counterBulan Ini99979
mod_vvisit_counterBulan Lalu118339
mod_vvisit_counterSeluruhnya4074109

We have: 12 guests, 25 bots online
IP Anda: 38.107.179.212
 , 
Hari Ini: May 25, 2012

Iklan Ikon

Dialisa
User Rating: / 0
PoorBest 

Dialisa

DEFINISI

Dialisa adalah proses pembuangan limbah metabolik dan kelebihan cairan dari tubuh.

Ada 2 metode dialisa, yaitu hemodialisa dan dialisa peritoneal.
Pada hemodialisa, darah dikeluarkan dari tubuh penderita dan dipompa ke dalam mesin yang akan menyaring zat-zat racun keluar dari darah dan kemudian darah yang sudah bersih dikembalikan lagi ke dalam tubuh penderita. Jumlah total cairan yang dikembalikan dapat disesuaikan.
Pada dialisa peritoneal, cairan yang mengandung campuran gula dan garam khusus dimasukkan ke dalam rongga perut dan akan menyerap zat-zat racun dari jaringan. Cairan tersebut kemudian dikeluarkan lagi dan dibuang.


ALASAN DILAKUKANNYA DIALISA

Dialisa dilakukan jika gagal ginjal menyebabkan:
- Kelainan fungsi otak (ensefalopati uremik)
- Perikarditis (peradangan kantong jantung)
- Asidosis (peningkatan keasaman darah) yang tidak memberikan respon terhadap pengobatan lainnya
- Gagal jantung
- Hiperkalemia (kadar kalium yang sangat tinggi dalam darah).

Dialisa banyak digunakan sebagai pencegahan pada gagal ginjal akut yang pembentukan kemihnya sangat sedikit dan dilanjutkan sampai pemeriksaan darah menunjukkan bahwa fungsi ginjal telah kembali.
Pada gagal ginjal kronis, dialisa dilakukan jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ginjal tidak mampu membuang limbah metabolik atau jika penderita tidak dapat lagi melakukan kegiatannya sehari-hari.

Frekuensi dialisa bervariasi, tergantung kepada banyaknya fungsi ginjal yang tersisa, tetapi sebagian besar penderita menjalani dialisa sebanyak 3 kali/minggu.
Program dialisa dikatakan berhasil jika:
- penderita kembali menjalani hidup normal
- penderita kembali menjalani diet yang normal
- jumlah sel darah merah dapat ditoleransi
- tekanan darah normal
- tidak terdapat kerusakan saraf yang progresif.

Dialisa bisa digunakan sebagai pengobatan jangka panjang untuk gagal ginjal kronis atau sebagai pengobatan sementara sebelum penderita menjalani pencangkokan ginjal.
Pada gagal ginjal akut, dialisa dilakukan hanya selama beberapa hari atau beberapa minggu, sampai fungsi ginjal kembali normal.

Dialisa juga bisa digunakan untuk membuang obat tertentu atau racun dari tubuh.


PERMASALAHAN

Penderita yang menjalani dialisa memerlukan makanan dan obat khusus.
Nafsu makan penderita menurun dan terjadi kehilangan protein selama dialisa peritoneal, karena itu penderita biasanya memerlukan diet tinggi protein (secara kasar sebanyak 1 gram/kg BB).

Asupan natrium dan kalium harus dibatasi sampai 2 gram/hari. Asupan makanan kaya fosfat juga harus dibatasi.
Asupan cairan pada penderta yang memiliki kadar natrium rendah harus dibatasi.

Sangat penting untuk melakukan penimbangan berat badan setiap hari.
Penambahan berat badan yang berlebihan menunjukkan terlalu banyaknya asupan cairan.

Multivitamin dan tambahan zat besi perlu diberikan untuk menggantikan zat gizi yang hilang pada proses dialisa.
Penderita yang menjalani dialisa dan menerima banyak transfusi darah seringkali mendapatkan terlalu banyak zat besi karena darah mengandung sejumlah besar zat besi. Karena itu penderita tidak mendapatkan tambahan zat besi.
Untuk merangsang pembentukan se darah merah bisa diberikan hormon (testosteron atau eritropoietin).
Pengikat fosfat (misalnya kalsium karbonat atau kalsium asetat) diberikan untuk membuang kelebihan fosfat.

Kadar kalsium darah yang rendah atau penyakit tulang hiperparatiroid yang berat diobati dengan kalsitriol (salah satu bentuk vitamin D) dan tambahan kalsium.

Pada penderita gagal ginjal sering dijumpai tekanan darah tinggi. Pada 50% penderita, hal ini bisa diatasi secara sederhana dengan membuang sejumlah cairan selama dialisa. Sedangkan pada penderita lainnya perlu diberikan obat-obatan untuk menurunkan tekanan darah.


HEMODIALISA

Hemodialisa adalah suatu prosedur dimana darah dikeluarkan dari tubuh penderita dan beredar dalam sebuah mesin diluar tubuh yang disebut dialyzer.
Prosedur ini memerlukan jalan masuk ke aliran darah. Untuk memenuhi kebutuhan ini, maka dibuat suatu hubungan buatan diantara arteri dan vena (fistula arteriovenosa) melalui pembedahan.

Pada hemodialisa, darah penderita mengalir melalui suatu selang yang dihubungkan ke fistula arteriovenosa dan dipompa ke dalam dialyzer.
Untuk mencegah pembekuan darah selama berada dalam dialyzer maka diberikan heparin.

Di dalam dialyzer, suatu selaput buatan yang memiliki pori-pori memisahkan darah dari suatu cairan (dialisat) yang memiliki komposisi kimia yang menyerupai cairan tubuh normal.
Tekanan di dalam ruang dialisat lebih rendah dibandingkan dengan tekanan di dalam darah, sehingga cairan, limbah metabolik dan zat-zat racun di dalam darah disaring melalui selaput dan masuk ke dalam dialisat. Tetapi sel darah dan protein yang besar tidak dapat menembus pori-pori selaput buatan ini.
Darah yang telah dicuci lalu dikembalikan ke dalam tubuh penderita.

Dialyzer memiliki ukuran dan tingkat efisiensi yang berbeda-beda.
Mesin yang lebih baru sangat efisien, darah mengalir lebih cepat dan masa dialisa lebih pendek (2-3 jam, sedangkan mesin yang lama memerlukan waktu 3-5 jam).
Sebagian besar penderita gagal ginjal kronis perlu menjalani dialisa sebanyak 3 kali/minggu.

Hemodialisa

Komplikasi Hemodialisa

Komplikasi Penyebab
Demam
  • Bakteri atau zat penyebab demam (pirogen) di dalam darah
  • Dialisat terlalu panas
  • Reaksi anafilaksis yg berakibat fatal
    (anafilaksis)
  • Alergi terhadap zat di dalam mesin
  • Tekanan darah rendah
  • Tekanan darah rendah Terlalu banyak cairan yg dibuang
    Gangguan irama jantung Kadar kalium & zat lainnya yg abnormal dalam darah
    Emboli udara Udara memasuki darah di dalam mesin
    Perdarahan usus, otak, mata atau perut Penggunaan heparin di dalam mesin untuk mencegah pembekuan




    DIALISA PERITONEAL

    Pada peritoneal dialisa, yang bertindak sebagai penyaring adalah peritoneum (selaput yang melapisi perut dan membungkus organ perut).
    Selaput ini memiliki area permukaan yang luas dan kaya akan pembuluh darah. Zat-zat dari darah dapat dengan mudah tersaring melalui peritoneum ke dalam rongga perut.

    Cairan dimasukkan melalui sebuah selang kecil yang menembus dinding perut ke dalam rongga perut.
    Cairan harus dibiarkan selama waktu tertentu sehingga limbah metabolik dari aliran darah secara perlahan masuk ke dalam cairan tersebut.
    Kemudian cairan dikeluarkan, dibuang dan diganti dengan cairan yang baru.

    Biasanya digunakan selang karet silikon yang lembut atau selang poliuretan yang berpori-pori, sehingga cairan mengalir secara perlahan dan tidak terjadi kerusakan.

    Dialisa peritoneal tidak boleh dilakukan pada penderita yang:
    - menderita infeksi dinding perut
    - memiliki hubungan abnormal antara dada dan perut
    - baru saja menjalani pencangkokkan pembuluh darah buatan di dalam perut
    - memiliki luka baru di perut.

    Ada beberapa teknik yang digunakan dalam dialisa peritoneal:

    1. Dialisa peritoneal intermiten manual.
      Merupakan teknik yang paling sederhana.
      Sebuah kantong berisi cairan dipanaskan sesuai suhu tubuh, lalu cairan dimasukkan ke dalam rongga peritoneum selama 10 menit dan dibiarkan selama 60-90 menit, kemudian dikeluarkan dalam waktu 10-20 menit.
      Keseluruhan prosedur memerlukan waktu sekitar 12 jam.
      Teknik ini terutama digunakan untuk mengobati gagal ginjal akut.

    2. Dialisa peritoneal intermiten dengan pemutar otomatis.
      Bisa dilakukan di rumah penderita.
      Suatu alat dengan pengatur waktu secara ototmatis memompa cairan ke dalam dan keluar dari rongga peritoneum. Biasanya alat pemutar dipasang pada waktu tidur sehingga pengobatan dijalani pada saat penderita tidur.
      Pengobatan ini harus dilakukan selama 6-7 malam/minggu.

    3. Dialisa peritoneal berpindah-pindah yang berkesinambungan.
      Cairan dibiarkan di dalam perut dalam waktu yang lama, dan dikeluarkan serta dimasukkan lagi sebanyak 4-5 kali/hari.
      Cairan dikemas dalam kantong polivinil klorida yang dapat dikembangkempiskan. Jika kosong, kantong ini bisa dilipat tanpa harus melepaskannya dari selang.
      Biasanya cairan harus diganti sebanyak 3 kali, dengan selang waktu 4 jam atau lebih. Setiap pergantian memerlukan waktu 30-45 menit.

    4. Dialisa peritoneal yang dibantu oleh pemutar secara terus menerus.
      Teknik ini menggunakan pemutar otomatis untuk menjalankan pergantian singkat selama tidur malam, sedangkan pergantian yang lebih lama dilakukan tanpa pemutar pada siang hari.
      Teknik ini mengurangi jumlah pergantian di siang hari tetapi pada malam hari penderita tidak dapat bergerak secara leluasa karena alatnya tidak praktis.



    Komplikasi Dialisa Peritoneal

    1. Perdarahan di tempat pemasangan selang atau perdarahan di dalam perut
    2. Perforasi organ dalam pada saat memasukkan selang
    3. Kebocoran cairan di sekitar selang atau ke dalam dinding perut
    4. Penyumbatan aliran cairan oleh bekuan darah
    5. Infeksi, baik pada peritoneum maupun di kulit tempat selang terpasang (menyebabkan terbentuknya abses). Infeksi biasanya terjadi karena prosedur dialisa yang kurang steril. Untuk mengatasi infeksi diberikan antibiotik.
    6. Hipoalbuminemia
    7. Sklerosis peritonealis (pembentukan jaringan parut di peritoneum), yang mengakibatkan penyumbatan parsial usus halus
    8. Hipotiroidisme
    9. Hiperglikemia, sering terjadi pada penderita kencing manis
    10. Hernia perut dan selangkangan
    11. Sembelit.


    Dialisa Peritoneal

    Penyakit atau masalah kesehatan ini dapat dibantu penyembuhannya dengan mengkonsumsi Susu Kolostrum secara rutin.

    FORTICO susu bubuk skim dengan kolostrum diformulasikan dan dikembangkan secara khusus oleh Smart Naco, Sdn, Bhd. ini adalah komponen Bio-aktif yang diperoleh dari sumber bahan terbaik dari New Zealand untuk meningkatkan kesehatan secara maksimum.

    Dapatkan Susu Kolostrum FORTICO original hanya di SusuKolostrum.com.

    Untuk pemesanan silahkan sms nama, alamat, nomor telepon dan jumlah pesanan ke 085692263999.

    Ongkos kirim GRATIS ke seluruh Indonesia.
     

    Berita Terbaru

    Produk Baru: Chlocyanin
    21/05/2012 | Administrator

    Mulai tanggal 1 Juni 2012, kami menyediakan produk baru yang bernama Chlocyanin. Chlocyanin adalah serbuk minuman alami yang merupakan perpaduan antara KLOROFIL (CHLOROPHYLL) yaitu pigmen hijau d [ ... ]


    Berita Lainnya

    Berita Kesehatan

    Hati-Hati...Susu Formula Bikin Bayi Kegemukan Lho
    06/06/2012 | Administrator

    Bayi yang mengkonsumsi susu formula ternyata adalah yang paling rawan mengalami kegemukan pada usia lima tahun.Sebuah penelitian menunjukkan bahwa bertambahnya berat badan bayi dalam waktu yang lebih  [ ... ]


    Berita Lainnya

    Artikel Terbaru

    Alquran dan Sains: Manfaat Air Susu Ibu (ASI)
    25/04/2012 | Administrator

    Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal Setelah proses penciptaan dan perkembangan janin sempurna, maka janin tersebut siap untuk meninggalkan tempat di mana selama ini ia tempati, y [ ... ]


    Artikel Lainnya

    Artikel Kesehatan

    Anak Alergi Susu, Kok Bisa?
    04/04/2012 | Administrator

    Alergi susu dapat diartikan ketika sistem kekebalan anak keliru dalam mengenali protein susu sebagai sesuatu yang berbahaya dan harus dilawan. Gejala yang terjadi pada alergi susu sapi secara umum ham [ ... ]


    Artikel Lainnya

    Tips Kesehatan

    Pengapuran? Bukan Susu Obatnya
    04/04/2012 | Administrator

    Selama ini, masyarakat awam sering menyamakan osteoporosis dengan pengapuran. Padahal, menurut ahli ortopedik, dr Andre Pontoh, SpOT, kedua hal ini beda jauh. Menurutnya, Osteoporosis adalah penyakit  [ ... ]


    Tips Lainnya

    Info Sehat

    Mengenal Susu dan Manfaatnya
    22/05/2012 | Administrator

    Dalam menu sehat dikenal istilah "empat sehat lima sempurna". Penyempurna ini adalah susu. Istilah ini tidak berlebihan karena minuman putih bersih ini memiliki kandungan nutrisi yang lengkap diband [ ... ]


    Info Lainnya

    Data Penyakit

    Campak

    Campak DEFINISI Campak (Rubeola, Campak 9 hari) adalah suatu infeksi virus yang sangat menular, yang ditandai dengan demam, batuk, konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata/ [ ... ]


    Data Lainnya

    Waktu Dunia

    Testimonial Fortico

    Pojok Pariwara

    Featured Links:

    Jual BU Tanah Kavling
    Jual BU Tanah Kavling
    Lokasi di Cluster Hawaii, Kota Delta Mas Bekasi, Blok F10. Luas 323 M2. Hook dan Bebas banjir! Harga 1,5 juta. Nego dan TP.
    Hubungi 08158821786

    Aneka Batik dan Pakaian Muslim
    Sedia Berbagai Macam Batik dan Pakaian Muslim
    Ratna Promart
    Metro Indah Mall Lt. GF B. 3 No. 32, Jl. Soekarno-Hatta, Bandung
    Telp 02270561717

    Jual BU Tanah Kebun
    Jual BU Tanah Kebun Luas 670 M2
    Lokasi di Jl. Slada II masuk dari Jl. Pondok Cabe V. Bebas banjir! Harga 1,1 juta. Nego dan TP.
    Hubungi 08158821786

    La Mia Casa Interior Design
    Furniture, Kitchen, Wardrobe, Vanity, TV Cabinet, Living Room, Bed Room, Study Room. Call: 08122367779 or 02273102007. Visit: www.lamiacasainteriore.com