|
Jumat, 25 Juli 2008
| Vitamin D 'Mungkin Perlambat Penuaan' |
|
|
|
| Ditulis Oleh Administrator | ||||||
| Kamis, 29 November 2007 | ||||||
|
Studi atas 2000 wanita yang dilakukan oleh University King's College London (Inggris) menunjukan bahwa kandungan vitamin D sangat menentukan dalam upaya perubahan usia pada struktur DNA. Vitamin D bisa didapat dari pancaran sinar matahari ataupun dalam bentuk makanan seperti susu dimana kekuarangan Vitamin D bisa berkaitan dengan `multiple sclerosis` dan `rheumatoid arthritis`.
Dengan memantau sel darah putih, tim peneliti dari University Kings College melakukan riset mengenai seberapa cepat pengaruh vitamin D ini pad sel. Para wanita yang menjadi obyek penelitian ini berusia 18 dan 79 tahun dimana selain pengukuran tingkat vitamin D di aliran darah hasilnya diabndingkan dengan panjang `telomeres` dari sel darah putih. Tim menemukan fakta bahwa seorang wanita yang memiliki kandungan vitamin D yang tinggi akan juga memiliki telomeres yang panjang pula pada saluran darah yang ditengarai bisa memperlambat penuaan. 'Hasil yang sangat menarik karena kali pertama berhasil ditunjukan kandungan vitamin D yang bisa dijadikan ukuran untuk memperlambat usia,' jelas Professor Brent Richards yang menjadi kepala tim peneliti. Profesor Richards juga menambahkan dengan hasil penelitianya ini bisa dijelaskan bagaiman vitamin D bisa menjadi sebuah alat untuk pelindung dari sejumlah penyakit yang berkaitan dengan penuaan seperti penyakit jantung dan kanker. 'Meski terkadang terlihat absurd namun pancaran sinar matahari mungkin bisa memberikan efek kesehatan yang baik,' jelas Professor Tim Spector yang juga ikut dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini mendapatkan komentar dari Professor Thomas von Zglinicki seorang periset telomere researcher dari University of Newcastle. Menurut Professor Thomas von Zglinicki mungkin hanya sebuah kejadian yang kebetulan jika panjang telomere berkaitan dengan pengurangan resiko penuaan dan sejumlah penyakit ketuaan lainya. 'Untuk individu menukur panjang telomeres sulit untuk mendapatkan sebuah pengkuran yang tepat,' jelas profesor Thomas. Dalam sejumlah kasus kematian , Profesor Thomas mengaku ia melakukan pengukuran dimana mereka memiliki telomeres yang panjang. Karena itulah Profesor Thomas melihat bahwa mungkin vitamin D tidak secara langsung menahan laju penurunan telomeres, namun ada faktor lain yang mungkin telah diperbuat oleh vitamin D ini pada metabolisme tubuh. Tambahkan sebagai favorit (25) | Kutip artikel ini pada situs Anda | Dilihat: 305
Beri Komentar
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 |
||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
|
|
||||||||
|
|
||||||||
|
|









































































