|
Minggu, 20 Juli 2008
| Marah Dan Penyakit Jantung |
|
|
|
| Ditulis Oleh Administrator | ||||||
| Kamis, 29 November 2007 | ||||||
|
Hubungan antara marah dengan penyakit jantung rupanya menarik perhatian Laura Kubzansky PhD, MPH seorang asisten profesor dari Harvard School of Public Healt yang mencoba mencari hubungan antara peran stress, emosi dengan penyakit jantung. Menurut Laura, marah pada tingkat menengah mungkin tidak akan menjadi masalah namun berbeda jika rasa amarah itu menunjukan hal yang berlebihan.
Soal perbedaan jenis kelamin, Laura melihat tidak ada perbedaan yang mendasar. 'Sekali orang merasa marah, maka wanita ataupun laki-laki akan memiliki resiko yang sama,' tandas Laura. Meski sejumlah ilmuwan tidak menyatakan kesepakatanya mengenai dampak rasa marah ini dengan penyakit jantung namun sebaliknya sejumlah penelitian mampu menunjukan korelasi itu. 'Saya fikir ada kaitan yang sanagt kuat,' jelas Laura Kubzansky. Laura kemudian menunjuk studi pada 2000 silam yang melibatkan 12,986 orang dimana meski para responden memiliki tingkat marah namun mereka memiliki teknan darah yang normal. Dari riset itu dicata bahwa rasa marah akan menyebabkan terjadinya resiko `Coronary Artery disease` (CAD) atau serangan jantung dua kali lebih tinggo. 'Rasa marah merupakan sebuah masalah dimana disana ada depresi dan rasa kecewa,' jelas Laura. Masih menurut Laura, orang yang memiliki rasa marah maka didana ada kecendrungan emosi negatif sama dengan positif. Laura juga menyebut rasa amrah akan menjadi sebuah pemicu yang disebut dengan 'stress axis' dengan salah satu dampaknya, pada faktor biologis. Riset lain juga menyebut bahwa mungkin rasa marah akibat stress akan menjadi tingkat `C-reactive protein (CRP)` mengalami kenaikan dimana dimasa datang hal itu akan berkaitan erat dengan `atherosclerosis`. Satu hal yang menurut Laura harus diperhatikan adalah rasa kecewa, marah dan depresi merupakan bagian dari hidup namun perlu diatur sedemikan rupa agar tidak berlebihan melebihi hidup itu sendiri. Untuk mengurangi rasa marah itu, seorang ahli menyarankan untuk melakukan jeda yang dihitung satu hingga 10 sebelum memberikan jawaban atas respon yang ada. 'Jika anda merasa marah maka ambil jeda dan berfikirlah mengenai hal-hal terbaik yang anda lakukan,' ujar saran itu. Tambahkan sebagai favorit (22) | Kutip artikel ini pada situs Anda | Dilihat: 324
Beri Komentar
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 |
||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
|
|
||||||||
|
|
||||||||
|
|








































































