Teka-teka mengenai dampak dari penyakit `Attention Deficit Hyperactivity Disorder' (ADHD) mulai terkuak setelah tim peneliti pimpinan Dr Philips Shaw dari `the National Institute of Mental Health` melaporkan bahwa perkembangan otak pada anak penderita ADHD tidaklah sebaik anak normal lainya. Malah Dr Shaw melihat perkembangan anak penderita ADHD ini sangatlah lambat sehingga otak tidak bisa berkembang semestinya.
Pada anak penderita ADHD biasanya akan memiliki sejumlah gejala seperti kehilangan fokus perhatian, gagal menangkap pesan dan sulit mengingat sebuah kejadian termasuk gagal melakukan kontrol.
Paparan Dr Shaw ini dipublikasikan secara online melalui `Proceedings of the National Academy of Sciences` edisi awal pekan ini.
"Pada anak normal telah terjadi perkembangan yang matang pada bagian otak `cortex`,' jelas Dr Shaw dalam pernyataanya.
Paparan Dr Shaw itu kemudian diberi tambahan oleh Dr Judit Rapoport yangn juga ikut dalam penelitian ini dimana tidak semua anak penderita ADHD akan mengalami kelambatan perkembangan pada otak.
Karena itulah Dr Judit ingin memebrikan kepastian mengapa ada perbedaan itu.
Diperkriakan sekitar 3 sampai 5 persen anak usia sekolah mengalamio masalah dengan ADHD ini.
Sementara Dr. Louis J. Kraus dari Rush University Medical Center di Chicago menilai sangat penting untuk melihat paparan Dr Shaw karena secara jelas digambarkan mengenai faktor biologi yang mendorong anak penderita ADHD.
'Pada anak penderita ADHD, pencitraan atas otak belumlah bisa digambarkan dengan baik,' jelas Dr Shaw.
Dr Shaw menggunakan `scans` yang mampu mengukur kedalaman cortex sampai 40,000 points pada 223 otak anak penderita ADHD dan 223 anak lainya.
Scanning dilakukan dua, tiga sampai 4 kali dalam kurun waktu 3 tahun.
Lambanya perkembangan ADHD ajkan membuat anak sulit mengintegrakan informasi yang datang dari senror. Last update : 29-11-2007 02:42
|
|
|
Users' Comments  |
|
Average user rating
(0 vote)
|
|
Add your comment
|
Tidak setuju
By: bannel (Guest) on 21-03-2008 23:30