|
Senin, 08 September 2008
| Lama Tidur Jadi Penentu |
|
|
|
| Ditulis Oleh Administrator | ||||||
| Kamis, 29 November 2007 | ||||||
|
Ingin anak anda terhindar dari penumpukan lemak yang bisa memicu kenaikan berat badan..? Penjelasan Dr Julie Lumeng dari `University of Michigan Center for Human Growth and Development` ini mungkin bisa menarik perhatian. Menurut Dr Julie Lumeng, tidur selama 8.5 jam setiap malamnya akan membuat resiko seorang anak terkena obesitas sebesar 23 persen.
Jika waktu tidur malam itu ditingkatkan menjadi 9.25 jam maka, Dr Lumeng memperkirakan resiko terkena obesitas itu turun menjadi hanya 12 persen. Hasil penelitian Dr Lumeng ini sekaligus memberikan penjelasan bagaimana adanya hubungan yang kuat antara lama tidur dengan berat badan seorang anak. "Kami menemukan bahwa anak yang memiliki waktu tidur kurang dari yang disarankan akan memiliki peluang obesitas,' ujar Dr Julie Lumeg. Dr Lumeng mengatakan setelah melakukan perbandingan atas sejumlah faktor seperti lingkungan rumah, maka tim menyimpulkan bahwa memang ada kaitan antara lama tidur dengan kenaikan berat badan. Hasil studi Dr Lumeng ini dipublikasikan melalui `the journal Pediatrics` edisi november 2007. Dalam paparanya Dr Lumeng memberikan tiga alasan mengapa lama tidur bisa berdampak pada kenaikan berat1 badan. Pertama menurut Dr Lumeng dengan tidur yang kurang maka sang anak akan enggan untuk bergerak apalagi melakukan latihan fisik. Kedua jika anak-anak merasa capek karena kurang tidak maka mereka akan sulit makan dan jikapun akhirnya makan mereka akan mengkonsumsi makanan jenis junk food. Akhirnya dari dua sebab itu akan berpengaruh pada metabolisme tubuh dimana Dr Lumeng menyebut studi tim ahli lain menemukan fakta bahwa dengan kurang tidur akan membuat hormon pemicu rasa lapar akan tidak berfungsi dengan baik. Untuk bisa memberikan penjelaran kaitan antara lama tidur dengan obesitas, Dr Lumeng mengikutsertakan 785 anak yang setenganya merupakan anak perempuan. Dengan melakuka teknik wawancara kepada orangtua termasuk kebiasaan dan pengkuran Body Mass Index, tim juga memasukan sejumlah faktor lainya seperti pendidikan, sosial, lingkungan rumah dan keahlian orangtua. Dr. Stephen Sheldon yang tidak ikut dalam penelitian ini memberikan tambahan agar orangtua menjaga jadual tidur sang anak termasuk waktu tidur dan bangun karena tidur dengan waktu yang lama juga tidak cukup baik. Dr Lumeng juga meminta orangtua tidak menyediakan TV di kamar tidur sang anak karena akan lebih sulit mengatur waktu tidur. Tambahkan sebagai favorit (30) | Kutip artikel ini pada situs Anda | Dilihat: 329
Beri Komentar
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 |
||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
|
|
||||||||
|
|
||||||||
|
|

























































