Hijriah Date
Jumadil Awal
12
Minggu
1429 HIJRIAH
Berita Terbaru
Artikel Terbaru
Login Email Gratis
Smart Naco Member Area
Smart Naco Indonesia
Smart Naco International
Administrator
Main Menu
Home
Info Produk
Sertifikasi Halal & Mutu
Testimonial Indonesia
Testimonial Malaysia
Tanya Jawab
Harga & Pemesanan
Rencana Pemasaran
Jenjang Karir
Smart Support System
Cara Menjadi Distributor
Kode Etik
Pemesanan Produk
Pendaftaran Agen & Member
Konfirmasi Pembayaran
Hubungi Kami
Mobile Stockist & Agen
Metode Pembayaran
Pencarian
Web Links
Gratis Untuk Anda
Statistics
Pengunjung: 206887
Who's Online
World Time Clock
Syndicate
RSS SocialNet
Add to MyYahoo!
Subscribe in NewsGator Online
Add to Newsburst
Add to Google
Add to My AOL
Add to Pluck
Subscribe in FeedLounge
Add to Windows Live
Add to NetVibes
Subscribe in Rojo
Subscribe in Bloglines
Add to MyMSN
Add to Plusmo for your cellphone
Add to PageFlakes
Add to Technorati
Add to BlinkBits

Google PageRank Plus

Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini93
mod_vvisit_counterKemarin456
mod_vvisit_counterMinggu Ini5998
mod_vvisit_counterBulan Ini14543
mod_vvisit_counterSeluruhnya74870


-->
Minggu, 18 Mei 2008


Hiperglikemia Gula Darah Tinggi, Rentan Komplikasi PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 0
BurukTerbaik 
Ditulis Oleh Administrator   
Rabu, 28 November 2007

PENDERITA diabetes atau diabetesi harus mewaspadai risiko hiperglikemia sesudah makan. Kadar gula darah yang semakin tinggi akan merusak jaringan tubuh dan menimbulkan komplikasi terhadap pembuluh darah.

Masyarakat masih beranggapan diabetes sebagai penyakit orangtua atau penyakit karena faktor keturunan. Padahal, diabetes bisa menyerang segala usia dari berbagai status sosial. Di Amerika misalnya, peningkatan jumlah penderita diabetes sejalan dengan semakin banyaknya penduduk yang mengalami obesitas.

Tak aneh bila Ketua Diabetes Indonesia Prof Sidartawan Soegondo MD PHD FACE menyarankan untuk melakukan pemeriksaan kadar gula sedini mungkin saat usia menginjak 30 tahun. "Hal ini disebabkan perubahan lifestyle anak dan remaja. Akibat perubahan gaya hidup ini, mereka lebih berisiko mengalami diabetes tipe 2," katanya.

Diabetes mellitus merupakan suatu kondisi ketika kadar glukosa (gula sederhana) di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara cukup. Untuk mengetahui seseorang mengalami diabetes atau tidak, maka dapat dilakukan dua cara, yaitu dengan melihat kadar glukosa darah sewaktu puasa dan mengecek kadar glukosa darah dua jam setelah makan.

Dunia kedokteran juga mengenal istilah hiperglikemia postprandial atau kadar gula darah dua jam sesudah makan yang melebihi nilai normal. Dalam keadaan normal, kadar gula darah dua jam sesudah makan kurang dari 200 mg/dl. Namun, pada individu dengan diabetes melitus, kadarnya melebihi atau sama dengan 200 mg/dl.

"Penderita diabetes harus mewaspadai risiko hiperglikemia postprandial karena berisiko terkena penyakit kardiovaskular. Hiperglikemia postprandial merupakan keadaan yang berbahaya," kata Prof Sidartawan kepada sejumlah media di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Diabetesi berisiko terkena penyakit kardiovaskular 2-4 kali lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang bukan pengidap diabetes. Kondisi pradiabetes juga akan menjadi ancaman menuju penyakit kardiovaskular.

"Seseorang yang mengalami hiperglikemia tidak akan merasakan gejala apa pun. Walaupun demikian, semakin tinggi kadar gula darah atau sekira 160 mg/dl, biasanya akan makin sering kencing atau sering merasa haus," papar pria kelahiran Amsterdam, 14 Agustus 1944, seraya menambahkan semakin tinggi tingkat hiperglikemia postprandial, semakin meningkat pula risiko penyakit kardiovaskular.

Meningginya kadar gula dalam darah merusak jaringan fungsi sel beta yang bertugas mengeluarkan insulin. Kondisi ini akan menyebabkan pembuluh darah mengalami stres. Lama-kelamaan akan terjadi pengerasan di pembuluh darah atau biasa disebut arteroskelerosis.

Sementara itu, Clinical Assistant Professor dari University of South Florida College of Medicine Vibhuti N Singh MD MPH FACC FACAI mengungkapkan, plak yang semakin menumpuk menyebabkan arteroskelerosis hingga menyumbat aliran darah. "Pembuluh darah akan semakin tertekan dan mengganggu irama jantung. Plak mampu melebarkan pembuluh darah dan penggumpalan darah dan menyumbat arteri sehingga akan merusak jantung," ungkap Sigh.

Untuk itu, sangat penting perawatan sedini mungkin karena rangkaian penyakit yang menyertainya. Pengendalian yang baik pada glukosa setelah makan dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian akibat penyakit kardiovaskular. Prof Sidartawan menambahkan, hiperglikemia postprandial dapat diatasi dengan diet dan latihan jasmani.

Bila keadaan ini tidak berhasil, maka diperlukan obat hipoglikemik oral. Obat hipoglikemik oral atau acorbose bekerja lokal di usus halus dan tidak mengakibatkan efek samping sistemik, tidak mengakibatkan hiperinsulinemia (kelebihan kadar insulin dalam darah) dan menurunnya kadar gula darah (hipoglikemia) maupun resistensi insulin. Acarbose ditelan bersamaan suapan pertama pada waktu makan.

"Efek samping penggunaan golongan obat ini adalah sering kentut karena makanan dihambat penyerapannya," tandas guru besar ilmu penyakit dalam FKUI itu. Selain melakukan perubahan gaya hidup dengan diet dan latihan jasmani, diabetesi pun harus mengonsumsi obat hipoglikemik oral sepanjang hidupnya.


Tambahkan sebagai favorit (13) | Kutip artikel ini pada situs Anda | Dilihat: 451

Menjadi yang pertama mengomentari artikel ini
RSS comments

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Homepage
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code
I wish being prevented by email of the comments which will follow

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved





Digg!Reddit!Del.icio.us!Google!Live!Facebook!Slashdot!Netscape!Technorati!StumbleUpon!Spurl!Wists!Simpy!Newsvine!Blinklist!Furl!Fark!Blogmarks!Yahoo!Smarking!Netvouz!Shadows!RawSugar!Ma.gnolia!PlugIM!Squidoo!BlogMemes!FeedMeLinks!BlinkBits!Tailrank!linkaGoGo!Free social bookmarking plugins and extensions for Joomla! websites! title=
 
< Sebelumnya   Berikutnya >


Berita Terbaru
Pendaftaran Mobile Stockist Baru

Minggu, 13 April 2008 | Administrator

Untuk kelancaran pelayanan Mobile Stockist kepada Distributor Smart Naco Indonesia, maka per tanggal 15 April 2008, pendaftaran Mobile Stockist dibuka kembali khusus untuk wilayah di luar...
+ Selengkapnya

Berita Lain
Artikel Terbaru
Merokok dan Kopi Cegah Parkinson?

Rabu, 07 Mei 2008 | Administrator

Merokok jelas bukan kebiasan yang menyehatkan, demikian pula halnya dengan minum kopi. Lantas bagaimana jika kedua kebiasaan itu digabungkan?
+ Selengkapnya

Artikel Lain
Berita Kesehatan
Lama Tidur Jadi Penentu

Kamis, 29 November 2007 | Administrator

Ingin anak anda terhindar dari penumpukan lemak yang bisa memicu kenaikan berat badan..? Penjelasan Dr Julie Lumeng dari `University of Michigan Center for Human Growth and Development` ini mungkin...
+ Selengkapnya

Berita Lain
Artikel Kesehatan
Obesitas Tingkatkan Risiko Batu Ginjal

Rabu, 28 November 2007 | Administrator

Para peneliti di Universitas Texas-Southwestern Medical Center, Dallas mengemukakan bahwa kelebihan berat badan memiliki kecenderungan yang lebih tinggi terhadap risiko terjadinya batu ginjal,...
+ Selengkapnya

Artikel Lain
Tips Kesehatan
Panjang Penis 6 Cm sudah cukup!

Jumat, 16 Mei 2008 | Administrator

Beberapa waktu lalu saya berkesempatan kembali nongkrong dengan kawan-kawan lama, perbincangan ngalor-ngidul pun mengalir. Tentu saja topik para pria jika sudah ngumpul tak akan jauh-jauh dari urusan...
+ Selengkapnya

Tips Lain
Info Sehat
Diabetes Mengancam Anak-Anak

Senin, 26 November 2007 | Administrator

Rasanya semakin banyak saja penderita diabetes melitus di Indonesia. Penyakit gula ini kini tak lagi monopoli orang tua atau dewasa, tapi juga anak-anak yang umumnya berupa diabetes tipe I. Faktor...
+ Selengkapnya

Info Lain