Berbagai cara mengobati disfungsi seksual. Salah satunya dengan menyemprotkan cairan obat kuat ke dalam hidung sebelum berhubungan seksual, srot..srot.. Tapi hati-hati, jangan asal semprot!
"Nasal spray atau menyemprotkan melalui hidung. Ini teknologi yang terbilang baru. Masuk ke Indonesia sekitar 2 tahun lalu," ujar Manajer Operasional Klinik dr Ignatius Eko usai acara peluncuran klinik pengobatan disfungsi seksual. Menurut Eko, dengan teknologi baru ini, obat disfungsi seksual yang diberikan oral bisa diberikan melalui hidung, dengan dosis yang jauh lebih kecil. "Dosisnya bisa seperlimanya. Kalau oral dosisnya 20 sampai 40 miligram, kalau spray hanya 4 sampai 8 miligram. Jadi efek sampingnya pun bisa lebih kecil," ujarnya. Obat yang disemprotkan ke hidung itu, memanfaatkan selaput mukosa di hidung untuk penyerapan obat. Cairan dalam spray itu mengandung zat vardenafil (semacam viagra) dan zat lain, dan disemprotkan sebelum berhubungan seksual. Selain semprot hidung, pengobatan juga bisa dilakukan secara oral, hingga injeksi ke batang penis. "Kalau injeksi itu, rasanya paling seperti disunat," kata dia. Pengobatan semprot hidung, oral, hingga injeksi diberikan pada pasien disfungsi seksual yang mengalami masalah fisik. Sedangkan pasien disfungsi seksual yang mengalami masalah psikis lebih diutamakan untuk berkonsultasi. "Jadi, untuk mengobati disfungsi seksual, harus dilihat penyebabnya dulu," pungkasnya. Last update : 07-06-2008 04:25
|