| Penderita HIV/AIDS terancam kelangkaan pasok obat |
|
|
|
| Written by Administrator | |||
| Monday, 17 November 2008 02:07 | |||
|
Ketersediaan obat antiretroviral (ARV) untuk penderita HIV/AIDS (human immunodeficiency virus/acquired immune deficiency syndrome) dalam 2 pekan hingga 2 bulan mendatang dipastikan dalam kondisi krisis, jika pemerintah tidak segera melakukan terobosan pengadaan obat.
Prof. Syamsuridjal Djauzi, ahli penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Ma-ngunkusumo-yang banyak menangani masalah HIV/AIDS -mengungkapkan sejumlah rumah sakit di daerah melaporkan akan kehabisan obat ARV dalam kurun waktu 2 minggu hingga 2 bulan ke depan, jika tidak ada pasokan dari pusat. Penyakit atau masalah kesehatan ini dapat dibantu penyembuhannya dengan mengkonsumsi Susu Kolostrum secara rutin. "Kalau dalam 2 minggu tidak ada pengadaan obat, apa pun yang kita bicarakan tidak ada gunanya. Kami mengimbau dalam manajemen ARV mengutamakan keselamatan ODHA, jangan kepentingan sepihak atau departemen," katanya kemarin. Dia memaparkan RS Dharmais Jakarta akan kehabisan persediaan obat ARV dalam waktu dua pekan dan stok obat ARV di RS Cipto Mangunkusumo juga akan habis dalam waktu 1 bulan. Syamsul Arifin, Dirut PT Kimia Farma Tbk-perusahaan yang ditunjuk pemerintah untuk memproduksi ARV, menyatakan ke- langkaan pasokan ini lebih disebabkan oleh persoalan distribusi yang kurang lancar. Perseroan sudah memproduksi dan me-ngirimkannya ke Depkes. Dia menuturkan selain persoalan distribusi, sebenarnya ketersediaan obat untuk kalangan ODHA di Tanah Air ini masih minim dibandingkan dengan jumlah sebenarnya pengidap HIV. "Seharusnya jumlahnya bisa lebih besar karena yang membutuhkan sebenarnya jauh lebih banyak," katanya kepada Bisnis. Dari lima jenis obat ARV yang dibutuhkan, empat di antaranya saat ini telah diproduksi oleh PT Kimia Farma. Jumlah pengguna obat ARV di Indonesia saat ini sekitar 9.000 orang-10.000 orang dengan total pengidap HIV/AIDS mencapai 270.000 orang. Sekitar 95% pengguna obat ARV menggunakan obat lini pertama yang saat ini langka. "Ini menjadi concern kami, kondisi sekarang sudah krisis karena beberapa jenis ARV yang dibutuhkan sudah hilang di beberapa tempat." Syamsuridjal menuturkan beberapa rumah sakit saat ini mulai melakukan pengadaan obat ARV dalam skala kecil, namun penanganan secara komprehensif dan jangka panjang perlu dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah ini secara nasional. "RS Hasan Sadikin di Bandung sudah mengalokasikan Rp200 juta untuk menutup keterlambatan pasokan obat dari pusat, sehingga penderita tidak putus obat. KPA [Komisi Penanggulangan HIV/AIDS] saya dengar punya dana Rp1,8 miliar, ini harus segera diadakan." Persoalan distribusi Syamsul Arifin, Dirut PT Kimia Farma Tbk-perusahaan yang ditunjuk pemerintah untuk memproduksi ARV, menyatakan kelangkaan pasokan ini lebih disebabkan oleh persoalan distribusi yang kurang lancar. Selaku produsen, pihaknya sudah memproduksi dan mengirimkan obatnya ke Depkes. Dia menuturkan selain persoalan distribusi, sebenarnya ketersediaan obat untuk kalangan ODHA di Tanah Air ini masih minim dibandingkan dengan jumlah sebenarnya pengidap HIV. "Seharusnya jumlah- nya bisa lebih besar karena yang membutuhkan sebenarnya jauh lebih banyak," katanya, kepada Bisnis. Dari lima jenis obat ARV yang dibutuhkan, empat di antaranya saat ini telah diproduksi oleh PT Kimia Farma. Jumlah pengguna obat ARV di Indonesia saat ini sekitar 9.000 orang hingga 10.000 orang dengan total pengidap HIV/AIDS mencapai 270.000 orang. Sekitar 95% pengguna obat ARV menggunakan obat lini pertama yang saat ini langka. FORTICO susu bubuk skim dengan kolostrum diformulasikan dan dikembangkan secara khusus oleh Smart Naco, Sdn, Bhd. ini adalah komponen Bio-aktif yang diperoleh dari sumber bahan terbaik dari New Zealand untuk meningkatkan kesehatan secara maksimum. Dapatkan Susu Kolostrum FORTICO original hanya di SusuKolostrum.com. Untuk pemesanan silahkan sms nama, alamat, nomor telepon dan jumlah pesanan ke 085692263999. Ongkos kirim GRATIS ke seluruh Indonesia.
|
Berita Terbaru
| Produk Baru: Chlocyanin 21/05/2012 | Administrator Mulai tanggal 1 Juni 2012, kami menyediakan produk baru yang bernama Chlocyanin. Chlocyanin adalah serbuk minuman alami yang merupakan perpaduan antara KLOROFIL (CHLOROPHYLL) yaitu pigmen hijau d [ ... ] | Berita Lainnya | |
Berita Kesehatan
| Hati-Hati...Susu Formula Bikin Bayi Kegemukan Lho 06/06/2012 | Administrator Bayi yang mengkonsumsi susu formula ternyata adalah yang paling rawan mengalami kegemukan pada usia lima tahun.Sebuah penelitian menunjukkan bahwa bertambahnya berat badan bayi dalam waktu yang lebih [ ... ] | Berita Lainnya | |
Artikel Terbaru
| Alquran dan Sains: Manfaat Air Susu Ibu (ASI) 25/04/2012 | Administrator Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal Setelah proses penciptaan dan perkembangan janin sempurna, maka janin tersebut siap untuk meninggalkan tempat di mana selama ini ia tempati, y [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Artikel Kesehatan
| Anak Alergi Susu, Kok Bisa? 04/04/2012 | Administrator Alergi susu dapat diartikan ketika sistem kekebalan anak keliru dalam mengenali protein susu sebagai sesuatu yang berbahaya dan harus dilawan. Gejala yang terjadi pada alergi susu sapi secara umum ham [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Tips Kesehatan
| Pengapuran? Bukan Susu Obatnya 04/04/2012 | Administrator Selama ini, masyarakat awam sering menyamakan osteoporosis dengan pengapuran. Padahal, menurut ahli ortopedik, dr Andre Pontoh, SpOT, kedua hal ini beda jauh. Menurutnya, Osteoporosis adalah penyakit [ ... ] | Tips Lainnya | |
Info Sehat
| Mengenal Susu dan Manfaatnya 22/05/2012 | Administrator Dalam menu sehat dikenal istilah "empat sehat lima sempurna". Penyempurna ini adalah susu. Istilah ini tidak berlebihan karena minuman putih bersih ini memiliki kandungan nutrisi yang lengkap diband [ ... ] | Info Lainnya | |
Data Penyakit
| Asma Pada Anak Asma Pada Anak DEFINISI Asma adalah kondisi berulang dimana rangsangan tertentu mencetuskan saluran pernafasan menyempit untuk sementara waktu sehingga membuat kesulitan ber [ ... ] | Data Lainnya | |














