|
Panas dalam bukanlah penyakit, melainkan gejala dari suatu penyakit atau kelainan pada tubuh. Kondisi kelelahan, gangguan pencernaan, gangguan tenggorokan, tifus, hingga ketidakseimbangan hormon, bisa ditandai oleh rasa panas di dalam tubuh. Meski tampak sepele, jika datangnya berulang, kita layak mewaspadai panas dalam.
Panas dalam sering dikeluhkan banyak orang. Sariawan, bibir pecah-pecah, dan nyeri tenggorokan merupakan gejala khasnya. Seperti dialami Yudha (27). Staf marketing sebuah perusahaan swasta ini merasa lehernya sakit ketika menelan. "Badan juga panas, tapi ketika diukur dengan termometer, suhunya normal. Saya pikir ini panas dalam, jadi saya minum larutan penyegar. Hasilnya panas dalam hilang, tuh," ungkapnya.
Lain lagi yang dialami Nita (25). Ia merasa panas di tenggorokan. "Kerongkongan juga kering. Untungnya hilang dalam beberapa hari," tutur staf redaksi sebuah media gaya hidup ini.
Sebenarnya apa itu panas dalam? Dijelaskan oleh Dr. T Bahdar Johan, Sp.PD, ahli penyakit dalam dari RS Internasional Bintaro, istilah panas dalam sebenarnya salah kaprah. "Dalam dunia medis tidak dikenal istilah panas dalam. Jadi panas dalam itu tidak ada. Hanya saja banyak orang telanjur menganggap gejala yang timbul sebagai tanda panas dalam," katanya.
Suhu tubuh normal
Jika dijabarkan, lanjutnya, panas di dalam itu merupakan peningkatan suhu tubuh. Kata lainnya demam. "Sementara orang yang mengeluh terkena panas dalam itu seringkali tidak demam. Suhu tubuhnya normal ketika diukur dengan termometer," imbuhnya.
Jadi, definisi panas dalam untuk tiap orang bisa berbeda. "Dari keluhan yang sering saya jumpai pada orang mengaku terkena panas dalam, gejalanya antara lain sariawan, bibir pecah-pecah, sakit gigi, badan pegal, sakit tenggorokan, diare, badan terasa mengeluarkan panas, sensasi terbakar di dada, mimisan, hingga buang air besar disertai darah," ujarnya.
Tiap keluhan panas dalam merupakan tanda terjadi sesuatu dalam tubuh. Sariawan dan tenggorokan kering muncul karena peradangan pada mulut atau tenggorokan. Bila diare atau perut terasa tidak nyaman, bisa jadi ada infeksi atau peradangan lambung. Peradangan itu menyebabkan kondisi tubuh tidak enak. Rasa panas di dalam muncul sebagai perlawanan kekebalan tubuh terhadap penyakit.
"Diagnosis paling ringan untuk pasien yang mengaku terkena panas dalam adalah kelelahan. Lelah juga bisa memicu panas dalam. Itu merupakan sinyal tubuh agar si empunya beristirahat. Daya tahan yang menurun juga bisa memancing banyak penyakit yang dapat menimbulkan panas dalam. Jadi semua saling terkait," paparnya.
Gejala infeksi
Gejala panas dalam juga bisa muncul karena ketidakseimbangan hormon. Ambil contoh perempuan yang sedang memasuki atau mengalami masa menstruasi. Menurut Dr. Bahdar, banyak perempuan yang mengeluhkan sariawan, sensasi terbakar di dada, dan perut tidak nyaman, sehingga merasa sedang terkena serangan panas dalam.
Ada juga panas dalam yang muncul sebagai penanda awal penyakit. "Gejala tersebut muncul karena terjadi infeksi bakteri. Bahkan, bisa menjurus pada infeksi bakteri tuberkulosis dan tifus. Kedua penyakit ini memiliki gejala awal yang mirip panas dalam," katanya.
Prinsip mengobati panas dalam cukup mudah. Tergantung dari keluhan pasien. Jika masalahnya terdapat di lambung, obati lambungnya. Hanya saja, obat dokter biasanya hanya menghilangkan gejala. Jika ada penyakit yang mendiami tubuh dan memicu panas dalam, obat itu hanya sanggup mengurangi gejala panas dalam, bukan menghilangkan penyakit penyebabnya, sehingga panas dalam bisa terjadi berulang kali.
Dr. Bahdar menyarankan agar orang yang mengalami panas dalam tetap waspada. Perhatikan seberapa berat gejalanya. Jika dalam beberapa hari tidak hilang atau reda tapi terus berulang, ada baiknya segera ke dokter.
"Jangan anggap sepele karena dikhawatirkan panas dalam itu muncul sebagai gejala penyakit yang serius," ujarnya.
Cegah Sebelum Gerah
Untuk mencegah panas dalam, Dr. T Bahdar Johan, Sp.PD, ahli penyakit dalam dari Rumah Sakit Internasional Bintaro, menyarankan beberapa kiat. Memang kiat ini tidak mutlak berlaku bagi semua orang karena tiap individu memiliki situasi dan kondisi tubuh yang berbeda.
* Perhatikan jam makan. Hal ini berlaku terutama bagi orang yang memiliki gangguan asam lambung. Telat makan bisa menimbulkan gangguan pada lambung atau naiknya asam lambung hingga ke daerah dada. Ini yang menyebabkan banyak orang merasa terkena panas dalam.
* Waspada makanan terlalu panas atau dingin. Makanan yang terlalu panas atau dingin bisa mengganggu sistem pencernaan. Sistem pencernaan manusia bekerja pada batas suhu tertentu.
Panas makanan yang berlebih dapat mengganggu lapisan lendir yang melapisi saluran pencernaan. Makanan yang terlalu dingin juga akan membuat sistem pencernaan mengerut, sehingga mempersulit proses pencernaan.
* Perhatikan menu makanan. Makanan yang panas dan digoreng seringkali menyebabkan luka atau iritasi pada tenggorokan. Peradangan tersebut akan menyebabkan munculnya gejala panas dalam. Terlalu banyak minyak dalam makanan juga tidak baik untuk pencernaan dan tenggorokan.
* Olahraga secara rutin. Gejala panas dalam bisa muncul karena kelelahan. Dengan berolahraga, kondisi tubuh bisa dilatih dan terjaga lebih baik. Daya tahan atau stamina pun akan meningkat, sehingga tidak mudah terkena panas dalam ketika kondisi tubuh terlalu lelah.
* Kelola stres. Saat ini banyak orang yang mengeluh terkena panas dalam akibat stres. Stres dapat menurunkan daya tahan tubuh, juga mengacaukan jam makan dan hormon tubuh.
Dinginkan dengan Cincau
Di balik warnanya yang hitam pekat, cincau menyimpan banyak khasiat, termasuk meredakan panas dalam. Kandungan karbohidrat, kalsium, fosfor, vitamin (A, B1, C), air yang cukup banyak membuat cincau dipercaya sebagai alternatif untuk menghilangkan panas dalam. Bahkan, keluhan sakit perut, mual, dan gangguan pencernaan juga bisa reda berkat cincau.
Makanan penghilang dahaga nan menyegarkan ini juga bermanfaat untuk kesehatan karena ada kandungan serat larut air (soluble dietary fiber). Di dalam tubuh, serat larut air dapat mengikat kadar gula dan lemak, sehingga bermanfaat untuk mencegah penyakit seperti diabetes melitus, jantung, dan stroke.
Masyarakat Indonesia sudah lama mempercayai cincau unluk mengatasi berbagai penyakit. Cincau ini dapat dikonsumsi dalam bentuk agar-agar.
Cincau agar-agar berasal dari daun cincau yang diremas-remas dan dicampur air matang. Air campuran itu akan berwarna hijau. Setelah disaring dan dibiarkan mengendap, akan terdapat lapisan seperti agar-agar yang berwarna hijau.
Selain daun, akar tanaman cincau juga bisa dimanfaatkan. Daun segarnya dapat digunakan untuk mengobati radang lambung, tifus, dan penyakit usus.
Daunnya dicuci dan ditumbuk hingga lumat, lalu dicampur air matang. Campuran itu disaring dan didiamkan sampai mengental. Tambahkan gula dan diminum sehari tiga kali.
Sementara itu, rimpang dari tanaman cincau dapat mengatasi demam. Irisan rimpangnya direbus dengan air lalu diperas. Selain direbus, rimpangnva bisa diseduh dengan air panas lalu disaring dan diminum.
Bila Terjadi pada Ibu Hamil
Ibu hamil rentan terhadap berbagai perubahan fisik. Perubahan hormon misalnya, juga bisa menyebabkan munculnya keluhan panas dalam.
"Ibu hamil 'kan sedang mengalami banyak perubahan hormon dalam tubuh," kata Dr. T. Bahdar Johan, Sp.PD, ahli penyakit dalam dari Rumah Sakit Internasional Bintaro.
Sistem pencernaan juga turut beradaptasi pada ibu hamil. Itu sebabnya mengapa ibu hamil sering merasa mual dan muntah.
Penyebab lain bisa karena makanan menetap di perut lebih lama dan otot perut yang bentuknya seperti gelang pada ujung bawah kerongkongan cenderuhg rileks, sehingga membuat isi perut seakan berbalik ke kerongkongan. Karena hal ini, ibu hamil juga sering bersendawa.
Beberapa hal yang bisa membantu menghilangkan panas dalam pada ibu hamil: • Makan camilan (ngemil). • Jika ingin berbaring beberapa jam setelah makan, jangan menekuk tubuh. • Hindari kafein, tembakau, alkohol, dan aspirin serta obat-obatan yang terkait (salisilat). • Minum antasida cair, tetapi bukan antasida yang mengandung sodium bikarbonat karena mengandung terlalu banyak garam.
Panas dalam sepanjang malam bisa dihilangkan dengan cara: • Tidak makan beberapa jam sebelum tidur. • Naikkan kepala pada tempat tidur atau menambahkan bantal untuk menaikkan kepala dan bahu. Penyakit atau masalah kesehatan ini dapat dibantu penyembuhannya dengan mengkonsumsi Susu Kolostrum secara rutin.
FORTICO susu bubuk skim dengan kolostrum diformulasikan dan dikembangkan secara khusus oleh Smart Naco, Sdn, Bhd. ini adalah komponen Bio-aktif yang diperoleh dari sumber bahan terbaik dari New Zealand untuk meningkatkan kesehatan secara maksimum.
Dapatkan Susu Kolostrum FORTICO original hanya di SusuKolostrum.com.
Untuk pemesanan silahkan sms nama, alamat, nomor telepon dan jumlah pesanan ke 085692263999.
Ongkos kirim GRATIS ke seluruh Indonesia.
|