| Lama Tidur Jadi Penentu |
|
|
|
| Written by Administrator | |||
| Thursday, 29 November 2007 09:39 | |||
|
Ingin anak anda terhindar dari penumpukan lemak yang bisa memicu kenaikan berat badan..? Penjelasan Dr Julie Lumeng dari `University of Michigan Center for Human Growth and Development` ini mungkin bisa menarik perhatian. Menurut Dr Julie Lumeng, tidur selama 8.5 jam setiap malamnya akan membuat resiko seorang anak terkena obesitas sebesar 23 persen.
Jika waktu tidur malam itu ditingkatkan menjadi 9.25 jam maka, Dr Lumeng memperkirakan resiko terkena obesitas itu turun menjadi hanya 12 persen. Penyakit atau masalah kesehatan ini dapat dibantu penyembuhannya dengan mengkonsumsi Susu Kolostrum secara rutin. Hasil penelitian Dr Lumeng ini sekaligus memberikan penjelasan bagaimana adanya hubungan yang kuat antara lama tidur dengan berat badan seorang anak. "Kami menemukan bahwa anak yang memiliki waktu tidur kurang dari yang disarankan akan memiliki peluang obesitas,' ujar Dr Julie Lumeg. Dr Lumeng mengatakan setelah melakukan perbandingan atas sejumlah faktor seperti lingkungan rumah, maka tim menyimpulkan bahwa memang ada kaitan antara lama tidur dengan kenaikan berat badan. Hasil studi Dr Lumeng ini dipublikasikan melalui `the journal Pediatrics` edisi november 2007. Dalam paparanya Dr Lumeng memberikan tiga alasan mengapa lama tidur bisa berdampak pada kenaikan berat1 badan. Pertama menurut Dr Lumeng dengan tidur yang kurang maka sang anak akan enggan untuk bergerak apalagi melakukan latihan fisik. Kedua jika anak-anak merasa capek karena kurang tidak maka mereka akan sulit makan dan jikapun akhirnya makan mereka akan mengkonsumsi makanan jenis junk food. Akhirnya dari dua sebab itu akan berpengaruh pada metabolisme tubuh dimana Dr Lumeng menyebut studi tim ahli lain menemukan fakta bahwa dengan kurang tidur akan membuat hormon pemicu rasa lapar akan tidak berfungsi dengan baik. Untuk bisa memberikan penjelaran kaitan antara lama tidur dengan obesitas, Dr Lumeng mengikutsertakan 785 anak yang setenganya merupakan anak perempuan. Dengan melakuka teknik wawancara kepada orangtua termasuk kebiasaan dan pengkuran Body Mass Index, tim juga memasukan sejumlah faktor lainya seperti pendidikan, sosial, lingkungan rumah dan keahlian orangtua. Dr. Stephen Sheldon yang tidak ikut dalam penelitian ini memberikan tambahan agar orangtua menjaga jadual tidur sang anak termasuk waktu tidur dan bangun karena tidur dengan waktu yang lama juga tidak cukup baik. Dr Lumeng juga meminta orangtua tidak menyediakan TV di kamar tidur sang anak karena akan lebih sulit mengatur waktu tidur. FORTICO susu bubuk skim dengan kolostrum diformulasikan dan dikembangkan secara khusus oleh Smart Naco, Sdn, Bhd. ini adalah komponen Bio-aktif yang diperoleh dari sumber bahan terbaik dari New Zealand untuk meningkatkan kesehatan secara maksimum. Dapatkan Susu Kolostrum FORTICO original hanya di SusuKolostrum.com. Untuk pemesanan silahkan sms nama, alamat, nomor telepon dan jumlah pesanan ke 085692263999. Ongkos kirim GRATIS ke seluruh Indonesia.
|
Berita Terbaru
| Produk Baru: Chlocyanin 21/05/2012 | Administrator Mulai tanggal 1 Juni 2012, kami menyediakan produk baru yang bernama Chlocyanin. Chlocyanin adalah serbuk minuman alami yang merupakan perpaduan antara KLOROFIL (CHLOROPHYLL) yaitu pigmen hijau d [ ... ] | Berita Lainnya | |
Berita Kesehatan
| Hati-Hati...Susu Formula Bikin Bayi Kegemukan Lho 06/06/2012 | Administrator Bayi yang mengkonsumsi susu formula ternyata adalah yang paling rawan mengalami kegemukan pada usia lima tahun.Sebuah penelitian menunjukkan bahwa bertambahnya berat badan bayi dalam waktu yang lebih [ ... ] | Berita Lainnya | |
Artikel Terbaru
| Alquran dan Sains: Manfaat Air Susu Ibu (ASI) 25/04/2012 | Administrator Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal Setelah proses penciptaan dan perkembangan janin sempurna, maka janin tersebut siap untuk meninggalkan tempat di mana selama ini ia tempati, y [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Artikel Kesehatan
| Anak Alergi Susu, Kok Bisa? 04/04/2012 | Administrator Alergi susu dapat diartikan ketika sistem kekebalan anak keliru dalam mengenali protein susu sebagai sesuatu yang berbahaya dan harus dilawan. Gejala yang terjadi pada alergi susu sapi secara umum ham [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Tips Kesehatan
| Pengapuran? Bukan Susu Obatnya 04/04/2012 | Administrator Selama ini, masyarakat awam sering menyamakan osteoporosis dengan pengapuran. Padahal, menurut ahli ortopedik, dr Andre Pontoh, SpOT, kedua hal ini beda jauh. Menurutnya, Osteoporosis adalah penyakit [ ... ] | Tips Lainnya | |
Info Sehat
| Mengenal Susu dan Manfaatnya 22/05/2012 | Administrator Dalam menu sehat dikenal istilah "empat sehat lima sempurna". Penyempurna ini adalah susu. Istilah ini tidak berlebihan karena minuman putih bersih ini memiliki kandungan nutrisi yang lengkap diband [ ... ] | Info Lainnya | |
Data Penyakit
| Leukemia Mieloid Akut Leukemia Mieloid Akut DEFINISI Leukemia Mieloid (mielositik, mielogenous, mieloblastik, mielomonositik, LMA) Akut adalah penyakit yang bisa berakibat fatal, dimana mielosit (ya [ ... ] | Data Lainnya | |















