| Atasi Penyakit Mematikan dengan Steam Cell |
|
|
|
| Written by Administrator | |||
| Wednesday, 28 November 2007 09:17 | |||
|
HARAPAN baru dalam mengatasi berbagai penyakit mematikan semakin terkuak dengan stem cell atau sel induk. Kini, metode ini bisa dilakukan melalui sel kulit.
Sejumlah pertanyaan besar mengenai metode stem cell sebagai pengobatan terbaru untuk penyakit mulai terkuak. Hasilnya, peneliti mampu menemukan perbedaan cara metode stem cell--sebagai pengobatan kanker. Walaupun demikian, masih diperlukan langkah lebih lanjut untuk memanfaatkan hasil penelitian sebagai terapi.
"Untuk menjawab pertanyaan ini, butuh penelitian lebih lanjut yang masih akan berlangsung lama," ujar peneliti stem cell dari The Johns Hopkins School of Medicine Dr John Gearhart. Seperti penelitian sebelumnya yang terbiasa tertunda. Penelitian ini membutuhkan waktu cukup lama sebagai lanjutan dari penelitian sebelumnya. Sebagai contoh, ide mengujicobakan untuk mengatasi kista pada manusia atau binatang berdasarkan penelitian 18 tahun lalu. Secara keseluruhan, terapi genetik dapat memperbaiki atau mengganti ketidaksempurnaan genetik. Penelitian ini telah menghabiskan waktu lebih dari 15 tahun tanpa mengalami kemajuan. "Setidaknya, dana menjadi ganjalan permasalahan dalam penelitian ini untuk menguji sel baru," tutur Ketua The National Institutes of Health's Stem Cell Task Force Story Landis. Kini, penelitian terhadap stem cell semakin berkembang. Salah satunya adalah sel tersebut mampu membantu menganalisis segala macam tipe sel dalam tubuh. Peneliti membutuhkan waktu untuk mencari jalan memproduksi sel embrio yang membawa asal usul genetik. Hasil penelitian ini setidaknya dapat digunakan untuk menciptakan jaringan transplantasi sebagai terapi perawatan penyakit. Sementara dalam jangka pendek, sel ini akan bertugas mengganti jaringan yang rusak dan koloni sel mampu mengganti sel yang mudah diserang. Sampai akhirnya peneliti dapat menggunakan sel tersebut untuk kepentingan medis. Peneliti masih menguji apakah pengobatan yang terlihat mahal ini bisa berguna untuk pasien. Penelitian menggunakan teknik terbaru sehingga terasa lebih mudah.Teknik terbaru ini menggunakan sel kulit tanpa menggunakan embrio secara keseluruhan. "Penelitian ini menggunakan genetik yang mampu memanipulasi sel," ujar peneliti dari Stanford University Nobel Paul Berg seraya mengatakan bahwa pengumuman ini masih terlalu prematur. Dia menambahkan, hasil penelitian ini sangat mengagumkan secara etika. Memang hal ini masih belum jelas karena merupakan langkah pertama. Pertanyaan mendasar adalah menjawab persamaan sel iPS atau stem cell embrio untuk menentukan tingkah laku manusia dan penggunaan sel embrionik. Penelitian ini pun menghabiskan waktu selama hampir satu dekade. "Saya mengira penelitian ini akan menemukan perbedaan yang signifikan," ucap Dr Robert Lanza of Advanced Cell Technology yang mencoba memproduksi stem cell dari kloning embrio manusia. Lebih lanjut, diungkapkan dia, sangat mengejutkan jika sel ini dapat bekerja pada semua trik sama baiknya dengan memperoleh dari embrio. Pertanyaan besar lainnya, yaitu membuat sel iPS dengan jalan lain. Terobosan teknik perawatan menggunakan sel kulit dengan virus yang membawa pada kuartet genetik. Virus akan mengacaukan DNA sel kulit, ketika kondisi ini terjadi akan berisiko mengalami kanker. Adapun, untuk menghentikannya dengan membuat jaringan transplantasi kepada manusia. Peneliti mempunyai gambaran untuk membuat sel iPS tanpa DNA dan mengganggu virus. "Masalah risiko kanker seharusnya mampu memecahkan masalah secara cepat, kemungkinan untuk beberapa tahun," ujar Co-director dari The Harvard Stem Cell Institute Doug Melton. Kemudian, sel iPS dapat digunakan pada penelitian laboratorium untuk mengetahui akar permasalahan penyakit genetik atau untuk menyeleksi obat-obatan. Keseluruhan ide menggunakan stem cell embrio atau sel iPS untuk perawatan penyakit seperti diabetes dan penyakit parkinson melalui transplantasi dari dirinya sendiri jauh dari pembuktian. Peneliti masih membutuhkan sel iPS bekerja ke dalam jaringan yang benar dan menggunakan jaringan tersebut bekerja untuk merawat orang yang sakit.
|
Berita Terbaru
| Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H 25/08/2011 | Administrator Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1432 H, SusuKolostrum.com mengucapkan: | Berita Lainnya | |
Berita Kesehatan
| Cacar Air Bisakah Berulang? 29/01/2009 | Administrator Cacar air biasanya mengenai seseorang hanya sekali seumur hidup. Namun, sejumlah orang mengaku mengalaminya bisa dua hingga tiga kali. Mengapa orang bisa terkena cacar berulang kali? | Berita Lainnya | |
Artikel Terbaru
| Manfaat Susu Sapi 26/10/2011 | Administrator SUSU sapi disebut juga darah putih bagi tubuh karena mengandung banyak vitamin dan berbagai macam asam amino yang baik bagi kesehatan tubuh. Dalam segelas susu terdapat antara lain: | Artikel Lainnya | |
Artikel Kesehatan
| Jangan Asal Memilih Suplemen 17/11/2008 | Administrator Suplemen kesehatan bukan obat, juga bukan pengganti makanan alami. Tapi jika digunakan secara tepat, suplemen dapat membantu menangkis penyakit, meningkatkan energi, dan bahkan menghambat penuaan. | Artikel Lainnya | |
Tips Kesehatan
| Cara Menikmati Multi Orgasme..! 01/06/2009 | Administrator Supaya bisa menikmati multi orgasme, perlu dipahami dulu siklus reaksi dalam hubungan seksual. | Tips Lainnya | |
Info Sehat
| Suplemen Ibu Hamil yang Halal 19/02/2009 | Administrator Produser susu instan memang lihai berdagang. Ibu hamil (bumil) dan menyusui pun dibidik. | Info Lainnya | |
Data Penyakit
| Sistinuria 14/10/2011 | Administrator Sistinuria DEFINISI Sistinuria adalah suatu penyakit yang jarang terjadi, yang menyebabkan dikeluarkannya asam amino sistin ke dalam air kemih dan seringkali menyebabkan pemben [ ... ] | Data Lainnya | |

















