Admin : Untuk kampret: Daftarkan diri anda, cukup hanya dengan mengirimkan nomor anggota Smart Naco, Nama, Alamat, No.telp, Alamat email yang sudah ada ke formulir Hubungi Kami
kampret : daftarin gua gratis di naco. jamin sukses
HARAPAN baru dalam mengatasi berbagai penyakit mematikan semakin terkuak dengan stem cell atau sel induk. Kini, metode ini bisa dilakukan melalui sel kulit.
Sejumlah pertanyaan besar mengenai metode stem cell sebagai pengobatan terbaru untuk penyakit mulai terkuak. Hasilnya, peneliti mampu menemukan perbedaan cara metode stem cell--sebagai pengobatan kanker. Walaupun demikian, masih diperlukan langkah lebih lanjut untuk memanfaatkan hasil penelitian sebagai terapi.
"Untuk menjawab pertanyaan ini, butuh penelitian lebih lanjut yang masih akan berlangsung lama," ujar peneliti stem cell dari The Johns Hopkins School of Medicine Dr John Gearhart.
Seperti penelitian sebelumnya yang terbiasa tertunda. Penelitian ini membutuhkan waktu cukup lama sebagai lanjutan dari penelitian sebelumnya. Sebagai contoh, ide mengujicobakan untuk mengatasi kista pada manusia atau binatang berdasarkan penelitian 18 tahun lalu.
Secara keseluruhan, terapi genetik dapat memperbaiki atau mengganti ketidaksempurnaan genetik. Penelitian ini telah menghabiskan waktu lebih dari 15 tahun tanpa mengalami kemajuan.
"Setidaknya, dana menjadi ganjalan permasalahan dalam penelitian ini untuk menguji sel baru," tutur Ketua The National Institutes of Health's Stem Cell Task Force Story Landis.
Kini, penelitian terhadap stem cell semakin berkembang. Salah satunya adalah sel tersebut mampu membantu menganalisis segala macam tipe sel dalam tubuh. Peneliti membutuhkan waktu untuk mencari jalan memproduksi sel embrio yang membawa asal usul genetik.
Hasil penelitian ini setidaknya dapat digunakan untuk menciptakan jaringan transplantasi sebagai terapi perawatan penyakit. Sementara dalam jangka pendek, sel ini akan bertugas mengganti jaringan yang rusak dan koloni sel mampu mengganti sel yang mudah diserang. Sampai akhirnya peneliti dapat menggunakan sel tersebut untuk kepentingan medis.
Peneliti masih menguji apakah pengobatan yang terlihat mahal ini bisa berguna untuk pasien. Penelitian menggunakan teknik terbaru sehingga terasa lebih mudah.Teknik terbaru ini menggunakan sel kulit tanpa menggunakan embrio secara keseluruhan.
"Penelitian ini menggunakan genetik yang mampu memanipulasi sel," ujar peneliti dari Stanford University Nobel Paul Berg seraya mengatakan bahwa pengumuman ini masih terlalu prematur.
Dia menambahkan, hasil penelitian ini sangat mengagumkan secara etika. Memang hal ini masih belum jelas karena merupakan langkah pertama. Pertanyaan mendasar adalah menjawab persamaan sel iPS atau stem cell embrio untuk menentukan tingkah laku manusia dan penggunaan sel embrionik. Penelitian ini pun menghabiskan waktu selama hampir satu dekade.
"Saya mengira penelitian ini akan menemukan perbedaan yang signifikan," ucap Dr Robert Lanza of Advanced Cell Technology yang mencoba memproduksi stem cell dari kloning embrio manusia.
Lebih lanjut, diungkapkan dia, sangat mengejutkan jika sel ini dapat bekerja pada semua trik sama baiknya dengan memperoleh dari embrio.
Pertanyaan besar lainnya, yaitu membuat sel iPS dengan jalan lain. Terobosan teknik perawatan menggunakan sel kulit dengan virus yang membawa pada kuartet genetik. Virus akan mengacaukan DNA sel kulit, ketika kondisi ini terjadi akan berisiko mengalami kanker. Adapun, untuk menghentikannya dengan membuat jaringan transplantasi kepada manusia. Peneliti mempunyai gambaran untuk membuat sel iPS tanpa DNA dan mengganggu virus.
"Masalah risiko kanker seharusnya mampu memecahkan masalah secara cepat, kemungkinan untuk beberapa tahun," ujar Co-director dari The Harvard Stem Cell Institute Doug Melton.
Kemudian, sel iPS dapat digunakan pada penelitian laboratorium untuk mengetahui akar permasalahan penyakit genetik atau untuk menyeleksi obat-obatan. Keseluruhan ide menggunakan stem cell embrio atau sel iPS untuk perawatan penyakit seperti diabetes dan penyakit parkinson melalui transplantasi dari dirinya sendiri jauh dari pembuktian. Peneliti masih membutuhkan sel iPS bekerja ke dalam jaringan yang benar dan menggunakan jaringan tersebut bekerja untuk merawat orang yang sakit.
Mencegah Keracunan MakananSenin, 29 Desember 2008 | AdministratorKasus keracunan makanan umumnya disebabkan karena kontaminasi makanan dan minuman oleh patogen atau zat kimia berbahaya. Gejala umum dari keracunan makanan adalah sakit perut, diare, muntah-muntah,... + Selengkapnya
Rinosinusitis, Gangguan Pada HidungSelasa, 06 Januari 2009 | AdministratorHidung mempunyai peranan penting bagi tubuh manusia terutama dalam fungsi penciuman dan pernapasan. Sama seperti bagian tubuh lainnya, hidung juga tidak luput dari berbagai penyakit. Salah satu... + Selengkapnya
Beberapa Terapi Mengatasi Serangan AsmaKamis, 14 Agustus 2008 | AdministratorPenyakit asma hingga saat ini belum dapat disembuhkan secara total. Terapi yang dapat dilakukan adalah mencegah terjadinya serangan. Kalaupun terjadi serangan diupayakan serangan tidak berat,... + Selengkapnya
Tips untuk Kebiasaan Makan yang Lebih BaikJumat, 21 Maret 2008 | Administrator * Jika anda merasa ingin mengubah pola makan anda, tapi tak tahu harus mulai dari mana, buatlah semacam diari makanan untuk beberapa hari, sehingga anda lebih mengenali pola... + Selengkapnya
Mari Dukung Ibu Memberi ASI!Selasa, 05 Agustus 2008 | AdministratorKANDUNGAN air susu ibu (ASI) ternyata memberi manfaat yang sangat besar bagi bayi bila kita memberikan ASI kepada mereka. Sayangnya, masih banyak yang tidak menyadari bahwa menyusui adalah salah satu... + Selengkapnya
Sistem Reproduksi WanitaSistem Reproduksi Wanita DEFINISIOrgan kelamin luar wanita memiliki 2 fungsi, yaitu sebagai jalan masuk sperma ke dalam tubuh wanita dan sebagai pelindung organ kelamin dalam... + Selengkapnya