| DBD, Intinya Mengganti Cairan Tubuh, Bukan Trombosit |
|
|
|
| Written by Administrator | |||
| Monday, 05 May 2008 07:00 | |||
|
Saat seseorang didiagnosa menderita demam berdarah dengue (DBD), biasanya yang mendapat perhatian utama adalah mencari transfusi darah untuk mengganti jumlah trombosit yang turun. Padahal penanganan yang paling tepat adalah mengganti cairan tubuh yang keluar akibat kebocoran pembuluh darah, jumlah cairan tubuh yang cukup akan menghindarkan pasien dari sindrom shock dengue.
Menurut dokter Hindra Irawan Satari, Sp.A (K), M.Trop Paed dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak, RSCM, penderita DBD, khususnya anak-anak rentan mengalami gangguan keseimbangan cairan tubuh. Indikator pasien tidak mengalami dehidrasi menurut Hindra adalah jika pasien bisa buang air kecil setiap empat jam. "Jumlah cairan yang cukup pada fase kritis akan menghindarkan terjadinya perdarahan atau peremebesan plasma," ujarnya. Dijelaskan oleh Hindra, biasanya masa kritis terjadi pada hari keempat dan kelima sejak terjadinya demam dan hanya berlangsung selama 24-48 jam. Pada masa kritis ini biasanya suhu tubuh justru menurun. "Pada fase ini orangtua harus waspada karena bisa terjadi syok," paparnya. Tanda-tanda terjadinya syok yang perlu diwaspadai adalah kulit dingin, lembab, tidak buang air kecil selama 4-6 jam, nyeri perut hebat, mengantuk, menolak untuk makan dan minum, terjadi perdarahan, dan keringat dingin. Hindra menyarankan agar pasien dirawat di rumah sakit pada masa kritis untuk mencegah syok dan perdarahan. "Pasien harus diberikan cairan pengganti lewat mulut atau infus," katanya. Meski jumlah trombosit pasien masih di bawah 100.000, namun jika telah melewati masa kritis, menurut Hindra pasien sudah diperbolehkan pulang. "Berdasarkan survei di RSCM, setelah lewat masa kritis tidak ada lagi pasien yang shock dan mengalami indikasi perdarahan, sehingga mereka diijinkan pulang. Lagipula menurut standar WHO, jumlah trombosit yang aman adalah 50.000," paparnya. Sebelumnya dokter Handrawan Nadesul juga menyebutkan kematian pasien DBD lebih disebabkan oleh kegagalan sirkulasi darah (darah mengental atau hemokonsentrasi). Untuk mengejar agar darah tidak bertambah kental yang mengancam bakal terjadinya syok, menurutnya pemberian cairan tidak boleh terlambat diberikan. Pemberikan transfusi darah untuk menambah jumlah trombosit menurut Hindra sebaiknya hanya bila ada perdarahan nyata disertai penurunan jumlah trombosit. "Tidak semua pasien DBD perlu diberi trombosit, hanya yang memerlukan saja," katanya. Penyakit atau masalah kesehatan ini dapat dibantu penyembuhannya dengan mengkonsumsi Susu Kolostrum secara rutin. FORTICO susu bubuk skim dengan kolostrum diformulasikan dan dikembangkan secara khusus oleh Smart Naco, Sdn, Bhd. ini adalah komponen Bio-aktif yang diperoleh dari sumber bahan terbaik dari New Zealand untuk meningkatkan kesehatan secara maksimum. Dapatkan Susu Kolostrum FORTICO original hanya di SusuKolostrum.com. Untuk pemesanan silahkan sms nama, alamat, nomor telepon dan jumlah pesanan ke 085692263999. Ongkos kirim GRATIS ke seluruh Indonesia.
|
|||
| Last Updated on Tuesday, 17 June 2008 07:29 |
Berita Terbaru
| Produk Baru: Chlocyanin 21/05/2012 | Administrator Mulai tanggal 1 Juni 2012, kami menyediakan produk baru yang bernama Chlocyanin. Chlocyanin adalah serbuk minuman alami yang merupakan perpaduan antara KLOROFIL (CHLOROPHYLL) yaitu pigmen hijau d [ ... ] | Berita Lainnya | |
Berita Kesehatan
| Hati-Hati...Susu Formula Bikin Bayi Kegemukan Lho 06/06/2012 | Administrator Bayi yang mengkonsumsi susu formula ternyata adalah yang paling rawan mengalami kegemukan pada usia lima tahun.Sebuah penelitian menunjukkan bahwa bertambahnya berat badan bayi dalam waktu yang lebih [ ... ] | Berita Lainnya | |
Artikel Terbaru
| Alquran dan Sains: Manfaat Air Susu Ibu (ASI) 25/04/2012 | Administrator Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal Setelah proses penciptaan dan perkembangan janin sempurna, maka janin tersebut siap untuk meninggalkan tempat di mana selama ini ia tempati, y [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Artikel Kesehatan
| Anak Alergi Susu, Kok Bisa? 04/04/2012 | Administrator Alergi susu dapat diartikan ketika sistem kekebalan anak keliru dalam mengenali protein susu sebagai sesuatu yang berbahaya dan harus dilawan. Gejala yang terjadi pada alergi susu sapi secara umum ham [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Tips Kesehatan
| Pengapuran? Bukan Susu Obatnya 04/04/2012 | Administrator Selama ini, masyarakat awam sering menyamakan osteoporosis dengan pengapuran. Padahal, menurut ahli ortopedik, dr Andre Pontoh, SpOT, kedua hal ini beda jauh. Menurutnya, Osteoporosis adalah penyakit [ ... ] | Tips Lainnya | |
Info Sehat
| Mengenal Susu dan Manfaatnya 22/05/2012 | Administrator Dalam menu sehat dikenal istilah "empat sehat lima sempurna". Penyempurna ini adalah susu. Istilah ini tidak berlebihan karena minuman putih bersih ini memiliki kandungan nutrisi yang lengkap diband [ ... ] | Info Lainnya | |
Data Penyakit
| Poliarteritis Nodosa Poliarteritis Nodosa DEFINISI Poliarteritis Nodosa merupakan suatu penyakit dimana bagian dari arteri-arteri berukuran sedang mengalami peradangan dan kerusakan, dan menyebab [ ... ] | Data Lainnya | |















