header

Order Via SMS

Order by SMS/Phone
085692263999
02170564500
02270561717
0218608353

Pemesanan setiap hari pukul 08.00 - 20.00

Pengiriman setiap hari pukul 15.00

Ongkos Kirim GRATIS ke Seluruh Indonesia

Statistik

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini2397
mod_vvisit_counterKemarin3131
mod_vvisit_counterMinggu Ini5528
mod_vvisit_counterMinggu Lalu25775
mod_vvisit_counterBulan Ini45427
mod_vvisit_counterBulan Lalu120361
mod_vvisit_counterSeluruhnya3672540

We have: 29 guests, 15 bots online
IP Anda: 38.107.179.214
 , 
Hari Ini: Feb 13, 2012

Iklan Ikon

Alergi Susu Sapi? Beri Susu Hidrolisis PDF Print E-mail
User Rating: / 5
PoorBest 
Written by Administrator   
Thursday, 15 January 2009 07:00

SUSU merupakan makanan utama bayi. Yang terbaik tentu saja air susu ibu (ASI). Sayang, tidak semua bayi bisa mendapat ASI. Sebagai gantinya, susu formula yang diberikan kepada si bayi. Namun, tidak semua bayi bisa menerima susu tersebut karena timbul reaksi alergi.

Sita merasa bingung. ASI-nya tak mau keluar. Padahal, anaknya, Dea, belum lagi berusia 6 bulan. Ia kemudian menggantinya dengan susu formula. Namun, Dea malah mengalami diare dan warna kemerahan di kulitnya. Setelah berkonsultasi ke dokter, baru ketahuan kalau Dea alergi susu sapi.

Sekitar 2-3 persen bayi berusia 0-3 tahun mengalami alergi susu sapi (ASS). Sekitar 28 persen gejala alergi timbul setelah 3 hari minum susu sapi, 41 persen setelah 7 hari, dan 68 persen setelah 1 bulan. ASS ini, dikatakan Dr Zakiudin Munasir, Sp A-KAI, konsulen alergi imunologi anak dari FKUI, hanya terjadi pada anak yang mempunyai bakat atopik atau alergi. Hal ini terjadi karena adanya antibodi di tubuh sang anak.

Antibodi ini, yaitu imunoglobulin E (IgE), dibentuk pada orang yang memiliki bakat alergi. IgE akan bereaksi terhadap protein susu sapi. Protein ini dianggap sebagai benda asing oleh tubuh. Dengan kata lain, tubuh sang anak hipersensitif terhadap protein susu sapi.

Setidaknya ada 20 protein dalam susu sapi yang bisa merangsang terjadinya alergi. “Tetapi, yang sering itu adalah beta laktoglobulin,” ujar Kepala Divisi Alergi Imunologi Anak Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI ini.

Belum sempurna
Kasus ASS paling sering terjadi pada usia bayi hingga 3 tahun. Ini karena, menurut konsulen alergi imunologi lulusan Academisch Ziekenhuis Groningen, Belanda itu, sistem pencernaan pada bayi, terutama yang baru lahir usia 2-3 tahun, masih belum sempurna. Hal tersebut membuat protein yang dikenali sebagai alergi akan diserap secara utuh dan tidak dipecah oleh saluran cerna.

Sejalan dengan pertambahan usia, pada saat memasuki usia 2-3 tahun, saluran cernanya sudah mulai matang. Di waktu yang bersamaan, enzim pencernaan pun telah terbentuk dengan baik. Imunoglobulin A sekretorik yang berguna menangkal protein asing juga sudah terbentuk sempurna. Pada 85 persen bayi yang mengalami ASS akan menghilang (toleran) sebelum usia 3 tahun.

“Bayi yang sudah toleran ini terjadi karena protein sudah dipecah-pecah. Sifat alergi dari protein yang ada pada susu sapi pun sudah hilang,” ujar Dr Zaki.

ASS disebut Dr Zaki sebagai salah satu jenis alergi yang bisa hilang. Gejala awal alergi pada bayi biasanya adalah gejala kulit seperti eksim maupun timbul warna kemerahan. Timbulnya ruam kemerahan pada kulit bayi juga bisa terjadi pada bayi yang mendapat ASI.

Ruam tersebut kerap dikira berasal dari ASI. Padahal, tidak demikian. Besar kemungkinan karena sang ibu mengonsumsi susu sapi maupun produk olahannya. Alergennya masuk ke ASI dan kemudian diisap oleh bayi dan menimbulkan reaksi alergi. Untuk itu, sang ibu harus menghindari susu sapi serta produk olahannya.

Tindakan antisipasi
Terjadinya reaksi alergi bisa diketahui dari gejala yang ditimbulkan. Untuk meyakini alergi yang timbul, bisa dilakukan beberapa tes pada bayi. Tes yang umumnya digunakan adalah tes pada kulit (lewat uji kulit gores, uji tusuk, dan uji kulit intraderma) ataupun tes darah.

Meski demikian, menurut Dr Zaki, uji kulit pada anak berusia kurang dari satu tahun kerap memberi hasil negatif yang palsu. Pengujian juga bisa dilakukan dengan menghindari susu sapi selama 2-3 minggu untuk kemudian memprovokasi makanan terbuka. Istilahnya uji eliminasi dan provokasi.

Dalam tes tersebut, setelah gejala berkurang, anak kemudian diberi susu sapi secara bertahap hingga tercapai jumlah susu yang diminum. Bila setelah 2 jam tidak timbul gejala, berarti hasil uji provokasi negatif. Tes ini sering dilakukan pada anak berusia di bawah 3 tahun.

Sebenarnya orangtua bisa mengantisipasi timbulnya alergi pada anak. Terutama bila ada riwayat alergi atau asma pada salah satu dari orangtua atau malah keduanya. Sebagai gambaran, jika orangtua alergi, kemungkinan anaknya menderita alergi adalah sekitar 80 persen. Bila hanya ibu yang mengalami alergi, kemungkinan anak mewarisi alergi sekitar 50 persen.

Bila demikian, pemberian susu sapi ada baiknya dihindari. Sesungguhnya hal tersebut tidak terlalu bermasalah pada ibu yang memberi ASI. Sang ibu saja yang menghindari susu sapi dan produk olahannya. Namun, masalah akan terjadi bila ibu tidak bisa memberi bayi.

Beri ASI
Bayi lebih baik diberi susu yang telah mengalami hidrolisis atau hidrolisat. Ada yang dihidrolisis sempurna dan ada yang hanya dihidrolisis parsial atau sebagian. Pada susu yang dihidrolisis sempurna, seluruh protein susu sapi sudah dipecah-pecah dengan sempurna. Susu jenis ini dikenal dengan sebutan susu nonalergenik. Susu ini digunakan pada bayi yang sudah timbul gejala alergi seperti eksim maupun asma.

Pada susu yang dihidrolisis parsial, protein susu sapi hanya dipecah sebagian saja. Maksudnya, supaya bayi nantinya juga mempunyai kekebalan terhadap susu sapi.

“Susu yang disebut sebagai susu hipoalergenik ini biasanya digunakan pada anak yang belum mempunyai gejala alergi, tetapi sudah tahu akan timbul alergi karena bapak-ibunya punya riwayat alergi,” tambah Dr Zaki.

Selain susu yang telah dihidrolisis, pemberian susu kedelai juga bisa digunakan untuk bayi yang mengalami ASS. Masalahnya, banyak bayi tak menyukai susu kedelai karena rasanya tidak enak. Sama seperti susu hidrolisis yang rasanya juga tidak begitu enak. Lagi pula, “Sekitar 30-40 persen bayi yang alergi susu sapi juga alergi terhadap susu kedelai,” ungkap Dr Zaki. Sayangnya, susu pengganti tersebut harganya lebih mahal!

Jelas beda!
Bedakah alergi susu sapi dengan intoleransi laktosa? Pertanyaan tersebut kerap diajukan oleh orangtua. “Jelas beda,” jawab Dr Zaki. Alergi susu sapi (ASS) umumnya karena tidak tahan dengan protein susu sapi, sedangkan intoleransi laktosa (IL) karena tidak tahan dengan laktosa.

Terjadinya IL karena kurangnya enzim laktase pada usus yang berfungsi untuk mencerna laktosa. Oleh karena itu, gejala yang terjadi biasanya berhubungan dengan saluran cerna dengan timbulnya diare.

IL bisa terjadi, baik pada orang dewasa, maupun anak-anak. Orang dewasa atau bahkan orangtua yang sudah berusia pertengahan umumnya mengalami IL. “Karena orangtua zaman dulu tidak terbiasa minum susu. Jadi, tidak terbentuk enzim laktasenya,” kata Dr Zaki.

Sebaliknya, anak sekarang sudah minum susu sejak kecil sehingga mereka lebih terbiasa. Dengan minum susu, tubuh akan merangsang enzim laktase. Hanya saja, bila rangsangan tersebut malah menimbulkan diare terus-menerus, pemberian susu harus dihentikan sesaat. Dikhawatirkan, kerusakan usus yang terjadi akan menetap dan kematangan saluran cerna tidak akan terjadi. Akibatnya, kondisi tersebut akan terbawa hingga dewasa.

IL juga bisa terjadi pada anak yang sedang mengalami diare. Menurut Dr Zaki, kondisi itu disebabkan usus pada anak yang diare rusak sehingga enzim laktase berkurang. Dengan kata lain, IL bisa terjadi pada anak yang sedang diare atau sebaliknya.

Jika hal ini yang terjadi, anak bisa dibantu dengan tambahan enzim laktosa. Bisa juga diberikan susu rendah laktosa. “Bila sudah sembuh, anak baru bisa diberi susu kembali,” katanya./*

 

Berita Terbaru

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H
25/08/2011 | Administrator

Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1432 H, SusuKolostrum.com mengucapkan:

"Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin"


Berita Lainnya

Berita Kesehatan

Cacar Air Bisakah Berulang?
29/01/2009 | Administrator

Cacar air biasanya mengenai seseorang hanya sekali seumur hidup. Namun, sejumlah orang mengaku mengalaminya bisa dua hingga tiga kali. Mengapa orang bisa terkena cacar berulang kali?


Berita Lainnya

Artikel Terbaru

Manfaat Susu Sapi
26/10/2011 | Administrator

SUSU sapi disebut juga darah putih bagi tubuh karena mengandung banyak vitamin dan berbagai macam asam amino yang baik bagi kesehatan tubuh. Dalam segelas susu terdapat antara lain:


Artikel Lainnya

Artikel Kesehatan

5 Pandangan Keliru Kesuburan Pria
02/05/2010 | Administrator

Segala cara ditempuh pria untuk membuktikan dirinya pria sejati yang bisa punya anak. Kebiasaan-kebiasaan tertentu pun dilakoninya. Tapi sayangnya banyak kebiasaan dan pandangan itu yang keliru.


Artikel Lainnya

Tips Kesehatan

Keringat Pria Bangkitkan Gairah Wanita
08/11/2009 | Administrator

Bau keringat tak selamanya menimbulkan kesan menjijikkan. Bahkan, keringat yang mengalir di sekujur tubuh pria justru bisa merangsang birahi perempuan.


Tips Lainnya

Info Sehat

Suplemen Ibu Hamil yang Halal
19/02/2009 | Administrator

Produser susu instan memang lihai berdagang. Ibu hamil (bumil) dan menyusui pun dibidik.


Info Lainnya

Data Penyakit

Lupus Eritematosus Diskoid
27/07/2011 | Administrator

Lupus Eritematosus Diskoid DEFINISI Lupus Eritematosus Diskoid adalah suatu penyakit kulit menahun yang ditandai dengan peradangan dan pembentukan jaringan parut yang terjadi [ ... ]


Data Lainnya

Waktu Dunia

Testimonial Fortico

Pojok Pariwara

Featured Links:

Bisnis Internet Paling Direkomendasikan:
Formula 3 Langkah Memulai dan Membangun Bisnis Melalui Internet. Formula ini telah teruji menghasilkan 2 milyar bagi saya dalam bisnis internet, dan anda juga bisa melakukannya. Kunjungi: www.9bisnis.com

Penawaran kerjasama bisnis…
Bagaimana menghasilkan 5 – 20 juta rupiah per bulan, hanya dengan menawarkan keanggotaan gratis Mr. Action Club?
Saya langsung balik modal (Rp 87 juta) di minggu pertama Pre-launch (sebelum launching) dan sekarang saya ajak anda ikut merasakannya!
PERINGATAN: Program ini bukan untuk orang yang mimpi ingin kaya dalam semalam… Program ini dibuat untuk Anda yang mau belajar dan action hingga meraih hasil konsisten 5 – 20 juta per bulan… MAU?

Aneka Batik dan Pakaian Muslim
Sedia Berbagai Macam Batik dan Pakaian Muslim
Ratna Promart
Metro Indah Mall Lt. GF B. 3 No. 32, Jl. Soekarno-Hatta, Bandung
Telp 02270561717

Rahasia Blogging
Rahasia yang sempat terpendam akhirnya dikuak:
7 Rumusan Penggebrak Untuk Melipatgandakan Profit Bisnis Anda Hingga 5 Kali Lipat Hanya Dengan Memanfaatkan Potensi Kekuatan BLOG di Internet!
Saya Akan Beberkan Teknik dan Strategi Rahasia Blogging Terampuh yang Memberikan Hasil Sangat Mengejutkan!
Ditulis Berdasarkan Pembelajaran dan Pengalaman Pribadi!

Jual BU Tanah Kavling
Jual BU Tanah Kavling
Lokasi di Cluster Hawaii, Kota Delta Mas Bekasi, Blok F10. Luas 323 M2. Hook dan Bebas banjir! Harga 1,5 juta. Nego dan TP.
Hubungi 08158821786