header

Order Via SMS

Order by SMS/Phone
085692263999
02170564500
02270561717
0218608353

Pemesanan setiap hari pukul 08.00 - 20.00

Pengiriman setiap hari pukul 15.00

Ongkos Kirim GRATIS ke Seluruh Indonesia

Statistik

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini1779
mod_vvisit_counterKemarin4639
mod_vvisit_counterMinggu Ini10788
mod_vvisit_counterMinggu Lalu31299
mod_vvisit_counterBulan Ini92013
mod_vvisit_counterBulan Lalu118339
mod_vvisit_counterSeluruhnya4066143

We have: 6 guests, 4 bots online
IP Anda: 38.107.179.210
 , 
Hari Ini: May 22, 2012

Iklan Ikon

9 Kendala Bicara Si Batita PDF Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Written by Administrator   
Tuesday, 15 April 2008 07:00
Di awal usia batita, anak mulai mampu mengucapkan kata yang memiliki makna. Meski kebanyakan kata tersebut masih sulit dipahami karena artikulasi (pengucapannya) masih belum baik. Perlu diketahui, kemampuan batita dalam berbicara dipengaruhi kematangan oral motor (organ-organ mulut). Sementara, kemampuan yang menunjang perkembangan bahasa di antaranya kemampuan mendengar, artikulasi, fisik (perkembangan otak dan alat bicara), dan lingkungan.

Maka jangan heran kalau di usia batita anak belum lancar berbicara. Apa sajakah kendalanya? Berikut penjelasannya.
* Babbling

Sebagian anak di awal usia batita, melakukan babbling, yaitu mengeluarkan suara berupa satu suku kata, seperti "ma..." atau "ba.." Namun, itu masih belum bermakna. Jadi sekadar mengoceh atau bereksperimen. Sering-seringlah mengajaknya berkomunikasi, misal, "Adek mau main boneka ini?" Ucapkan hal itu dengan jelas sehingga lambat-laun anak dapat melakukan imitasi untuk dapat mengucapkan kata-kata yang jelas dan bisa dimaknai pula.

* Bahasa "planet"

Contoh, saat meminta sesuatu dia hanya menunjuk sambil mengeluarkan kata-kata yang tidak dimengerti orang dewasa. Atau, Ia kemudian menggunakan bahasa tubuh, misalnya ketika masih ingin digendong, ia menarik ibunya sambil mengeluarkan suara tertentu yang maksudnya masih ingin digendong atau bermain dengan ibunya. Bahasa tubuh dijadikan bentuk komunikasi, misalnya ketika ia merasa haus, ia menunjuk atau mengambil gelas plastiknya sambil berkata, "Ma" atau kata lainnya. Untuk menghadapi hal ini, sebaiknya segera ketahui sesuatu yang dimaksud si kecil dengan cara menuju objek yang diinginkan.

 * Sepotong-sepotong

Kemampuannya untuk menangkap, mencerna, dan mengeluarkan apa yang ingin diucapkan masih dalam tahap belajar. Wajar kalau pengucapan masih sering tersendat-sendat/ sepotong-sepotong, hanya pada bagian akhir kata. Misalnya, "minta" jadi "ta", minum jadi "num", dan lain-lain. Kita perlu meluruskan dengan mengucapkan berulang-ulang. Misal "Oh, Adek minta minum ya!"

* Sulit mengucapkan huruf/suku kata

Misalnya, kata mobil disebut "mobing". Atau toko jadi "toto" atau stasiun jadi "tatun". Pengucapan semacam ini, kan, jadi sulit ditangkap artinya. Biasanya kendala ini akan hilang dengan bertambah usia anak atau bila kita melatihnya dengan membiasakan menggunakan bahasa yang baik dan benar.


getty image
Batita
 
* Terbalik-balik

Contoh, maksud si kecil ingin mengatakan "Mau ikut ke pasar", tapi yang dia ucapkan, "pacang icut mau", dan sebagainya. Ini tentu saja membingungkan dan kadang sulit dipahami pihak yang diajak bicara. Tak perlu menyalahkan susunan kalimat si kecil karena bisa mengundangnya untuk terus mengulang yang salah. Jangan lupa, di usia ini, si kecil masih dalam masa negativistik sehingga senang membangkang. Sebaiknya coba luruskan dengan cara mengucapkan kalimat dengan susunan yang benar. "Oh, Adek mau ikut ke pasar, ya!" Lalu, berikan jawaban, "Adek boleh kok, ikut ke pasar."

* Cadel

Cadel bisa karena kelainan fisiologis, misalnya lidahnya pendek, tak punya anak tekak, atau langit-langitnya cekung. Untuk menanganinya tentu harus dikonsultasikan dengan dokter. Nah, yang sering terjadi adalah karena kurang/belum matangnya koordinasi bibir dan lidah. Biasanya "r" dibunyikan "l". Meski begitu, kecadelan tiap anak tidak sama persis.

Coba untuk meluruskan dengan cara memberi contoh mengucapkan yang benar. Tak perlu memaksakan anak harus langsung bisa karena belum saatnya ia bisa berucap dengan benar. Alih-alih berhasil, cara memaksa justru membuat si kecil stres. Ujung-ujungnya, malah tak mau berusaha meningkatkan kemampuan bicaranya. Tambah repot, kan? Akan tetapi, bila dibiarkan juga, mungkin anak akan terus berada dalam kecadelannya. Malah akhirnya akan makin sulit diluruskan.

* Salah makna kata/kalimat

Nah, meskipun si kecil sudah bisa mengucapkan kata-kata menjadi kalimat, namun masih sering terjadi salah makna. Tak jarang, rangkaian kalimat itu justru maknanya bisa beragam. Misal, "Ma, mau mamam cucu."

Hal seperti ini umumnya terjadi karena masih terbatasnya kemampuan si kecil untuk menggunakan kosakata yang ada dibenaknya menjadi sebuah kalimat seperti yang diinginkan. Untuk menghadapi hal ini, orangtua perlu meluruskan maksudnya, misalnya, "Oh, Adek mau makan?" Bila ternyata bukan itu maksudnya, coba bilang "Oh, Adek mau minum susu, ya!"

* Gagap

Gagap (stuttering) pada masa batita dianggap normal karena masih belajar mengembangkan keterampilan dan kemampuan bicara. Paling banyak kegagapan ini terjadi di usia 18 bulan sampai kurang lebih 4 tahun. Misal, kata yang hendak diucapkan diulang-ulang, "Aku aku aku mau pipis." Atau anak sulit mengucapkan kata tertentu di awal atau di tengah, misalnya, "mmmmmama", "makkkkan."

Gagap pada masa batita akan menghilang sendiri seiring dengan makin berkembangnya kemampuan berbicara. Akan tetapi, membiarkan anak dengan kegagapannya tidak juga dianjurkan. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan, di antaranya jangan "menginterupsi" saat ia terlihat gagap, hindari memaksa dia untuk mengulang kata-kata yang tak lancar diucapkan, jadilah role model bicara yang baik.

* Bicara kasar atau jorok

Tak jarang kita mendengar anak batita mengatakan kata kasar. Biasanya ditiru dari lingkungan bermain. Perlu perhatian orangtua agar si batita mengurangi pengucapan kata-kata tersebut dan tidak menjadikannya kebiasaan. Yang jelas, ia belum tahu arti dan maknanya secara pasti. Bilang bahwa maknanya tak baik jadi tak boleh diungkapkan pada orang lain.

Kemampuan berbahasa dipengaruhi kematangan otak (khususnya limbik otak bahasa). Juga stimulasi lingkungan, terutama orangtua. Makin banyak rangsangan, efeknya berbanding lurus, anak pun makin kaya kosakata. Diharapkan bila sering mengajak berkomunikasi perkembangan bicara dan bahasa si kecil makin maju.
Penyakit atau masalah kesehatan ini dapat dibantu penyembuhannya dengan mengkonsumsi Susu Kolostrum secara rutin.

FORTICO susu bubuk skim dengan kolostrum diformulasikan dan dikembangkan secara khusus oleh Smart Naco, Sdn, Bhd. ini adalah komponen Bio-aktif yang diperoleh dari sumber bahan terbaik dari New Zealand untuk meningkatkan kesehatan secara maksimum.

Dapatkan Susu Kolostrum FORTICO original hanya di SusuKolostrum.com.

Untuk pemesanan silahkan sms nama, alamat, nomor telepon dan jumlah pesanan ke 085692263999.

Ongkos kirim GRATIS ke seluruh Indonesia.
Last Updated on Wednesday, 18 June 2008 05:58
 

Berita Terbaru

Produk Baru: Chlocyanin
21/05/2012 | Administrator

Mulai tanggal 1 Juni 2012, kami menyediakan produk baru yang bernama Chlocyanin. Chlocyanin adalah serbuk minuman alami yang merupakan perpaduan antara KLOROFIL (CHLOROPHYLL) yaitu pigmen hijau d [ ... ]


Berita Lainnya

Berita Kesehatan

Hati-Hati...Susu Formula Bikin Bayi Kegemukan Lho
06/06/2012 | Administrator

Bayi yang mengkonsumsi susu formula ternyata adalah yang paling rawan mengalami kegemukan pada usia lima tahun.Sebuah penelitian menunjukkan bahwa bertambahnya berat badan bayi dalam waktu yang lebih  [ ... ]


Berita Lainnya

Artikel Terbaru

Alquran dan Sains: Manfaat Air Susu Ibu (ASI)
25/04/2012 | Administrator

Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal Setelah proses penciptaan dan perkembangan janin sempurna, maka janin tersebut siap untuk meninggalkan tempat di mana selama ini ia tempati, y [ ... ]


Artikel Lainnya

Artikel Kesehatan

Anak Alergi Susu, Kok Bisa?
04/04/2012 | Administrator

Alergi susu dapat diartikan ketika sistem kekebalan anak keliru dalam mengenali protein susu sebagai sesuatu yang berbahaya dan harus dilawan. Gejala yang terjadi pada alergi susu sapi secara umum ham [ ... ]


Artikel Lainnya

Tips Kesehatan

Pengapuran? Bukan Susu Obatnya
04/04/2012 | Administrator

Selama ini, masyarakat awam sering menyamakan osteoporosis dengan pengapuran. Padahal, menurut ahli ortopedik, dr Andre Pontoh, SpOT, kedua hal ini beda jauh. Menurutnya, Osteoporosis adalah penyakit  [ ... ]


Tips Lainnya

Info Sehat

Mengenal Susu dan Manfaatnya
22/05/2012 | Administrator

Dalam menu sehat dikenal istilah "empat sehat lima sempurna". Penyempurna ini adalah susu. Istilah ini tidak berlebihan karena minuman putih bersih ini memiliki kandungan nutrisi yang lengkap diband [ ... ]


Info Lainnya

Data Penyakit

Kandung Kemih Neurogenik

Kandung Kemih Neurogenik DEFINISI Kandung Kemih Neurogenik (Neurogenic Bladder) adalah hilangnya fungsi kandung kemih yang normal akibat kerusakan pada sebagian sistem sarafnya [ ... ]


Data Lainnya

Waktu Dunia

Testimonial Fortico

Pojok Pariwara

Featured Links:

Jual BU Tanah Kebun
Jual BU Tanah Kebun Luas 670 M2
Lokasi di Jl. Slada II masuk dari Jl. Pondok Cabe V. Bebas banjir! Harga 1,1 juta. Nego dan TP.
Hubungi 08158821786

La Mia Casa Interior Design
Furniture, Kitchen, Wardrobe, Vanity, TV Cabinet, Living Room, Bed Room, Study Room. Call: 08122367779 or 02273102007. Visit: www.lamiacasainteriore.com

Jual BU Tanah Kavling
Jual BU Tanah Kavling
Lokasi di Cluster Hawaii, Kota Delta Mas Bekasi, Blok F10. Luas 323 M2. Hook dan Bebas banjir! Harga 1,5 juta. Nego dan TP.
Hubungi 08158821786

Aneka Batik dan Pakaian Muslim
Sedia Berbagai Macam Batik dan Pakaian Muslim
Ratna Promart
Metro Indah Mall Lt. GF B. 3 No. 32, Jl. Soekarno-Hatta, Bandung
Telp 02270561717