Di Indonesia, puasa berarti tidak makan dan minum apapun selama kurang lebih 14 jam. Karenanya asupan makanan dan minuman sebaiknya menjadi perhatian, khususnya pada penderita sakit maag. Menurut dr.Ari F.Syam, Sp.PD, Spesialis Penyakit Dalam, dari RSUP Cipto Mangunkusumo, ada beberapa jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari oleh agar tidak memperberat gejala sakit maag. Berikut di antaranya:
1. Hindari makanan dan minuman yang terlalu banyak mengandung gas dan terlalu banyak serat, seperti sawi, kol, kedondong, buah yang dikeringkan, serta minuman bersoda.
Bau mulut menjadi salah satu kendala yang sering kita hadapi selagi berpuasa. Tahukah Anda mengapa pada saat berpuasa, nafas menjadi tidak segar ?
Pada dasarnya, bau mulut disebabkan oleh kuman di rongga mulut. Kondisi mulut kering yang terlalu lama ketika berpuasa inilah yang memicu perkembangbiakan kuman di rongga mulut.
Ada banyak cara melakukan detoksifikasi. Lewat puasa, salah satunya. Namun, puasa yang seperti apa agar racun di dalam tubuh dapat hilang?
Detoksifikasi, atau lebih dikenal dengan istilah detoks, menurut Konsultan Kesehatan dari Siloam Hospitals, Dr. Samuel Oetoro, M. S. SpGK, adalah menetralisir zat-zat berbahaya (toksin) yang masuk ke dalam tubuh manusia. Jika kita mengonsumsi makanan yang mengandung suatu zat berbahaya yang akan ditolak oleh tubuh, maka tubuh memiliki kemampuan untuk menteralisirnya. Caranya, dengan menangkal zat-zat yang masuk pertama kali di dalam usus," terang Samuel.
Jika kita banyak mengonsumsi makanan yang mengandung banyak serat, seperti buah-buahan dan sayuran, penyerapan zat berbahaya tersebut akan diganggu atau dihadang oleh serat kemudian akan dibuang keluar dari dalam tubuh. Oleh karena itu, lanjut Samuel, orang yang rajin dan banyak makan sumber makanan berserat, buang air besarnya akan lancar.
Namun, jika zat-zat berbahaya itu terlanjur masuk ke dalam tubuh, ia tetap akan dinetralisir di dalam tubuh oleh liver atau hati. "Sebenarnya organ tubuh yang paling berfungsi mendetoksifikasi secara optimal itu adalah hati. Hanya saja, banyak orang menghubung-hubungkan antara makan serat, minum jus, dan puasa dengan detoks. Sebetulnya itu bukan detoks yang sesungguhnya, melainkan hanya usaha menangkal zat-zat bahaya yang baru masuk ke dalam tubuh saja."
Puasa pada bulan Ramadhan, kenyataannya bukan hanya membersihkan jiwa, melainkan sekaligus meningkatkan kesehatan seseorang. Para ahli sepakat, puasa bisa digunakan sebagai salah satu metode pembersihan tubuh. Bahkan lebih dari itu, puasa bisa pula dimasukkan sebagai salah satu strategi antipenuaan.
Tak bisa dihindari, pengendalian diri merupakan unsur utama dalam berpuasa. Tentu, pengendalian diri di sini adalah pengendalian dalam pengertian sebenarnya, yaitu tidak sekadar menahan lapar dan haus dari pagi hingga petang.
Di masa puasa, seseorang pun harus mampu mengendalikan seluruh gerakan dan tindakan mata, telinga, lidah, bahkan bagian-bagian tubuh yang sangat pribadi dengan sangat baik. Semua itu dilakukan karena bulan Ramadhan juga berarti kemampuan mengendalikan kemarahan, lebih melakukan tindakan yang berguna, disiplin diri, untuk akhirnya menjadi manusia yang lebih baik.
Setidaknya hal itu menurut pandangan Prof Dr Mohammad Zafar A Nomani, pakar nutrisi dari Universitas Virginia Barat, Amerika Serikat. Dalam artikel berjudul Diet During Ramadhan, mengutip hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Nomani menggarisbawahi, kemampuan mengendalikan diri itulah yang membuat seseorang bisa dengan tegas mengatakan, "saya sedang puasa" ketika menghadapi serangkaian tindakan yang bersifat kasar.
Menurut dia, menahan diri dari lapar, haus, dan tindakan kurang baik akan membuat seseorang lebih sehat secara mental. Karena itu, seseorang yang berhasil menunaikan ibadah puasa dengan penuh, diharapkan akan "terlahir" kembali menjadi orang yang lebih baik. Untuk memperkuat asumsi itu, Nomani mengutip penelitian yang dilakukan di Jordania dan Inggris. Pada bulan Ramadan, tingkat kejahatan di Jordania turun secara signifikan, sedangkan di Inggris, berbagai organisasi kesehatan setempat menggunakan masa berpuasa sebagai salah satu metode menghentikan kebiasaan merokok di depan umum.
Susu Kolostrum memberikan Langkah kerja yang sangat mudah dipahami dan diikuti oleh setiap membernya. Ikuti langkah tersebut dengan minimal mensponsori 3 member saja pada bulan ke-1 begitu juga dengan member anda, arahkan mereka agar mensponsori minimal 3 orang pada bulan ke-1. Jika ada kelebihan downline akan di spillover / dibagikan ke dalam satu jaringannya.
Anda tidak harus menjual produk
Cukup sponsori hanya 3 orang saja pada bulan pertama
Lakukan konsumsi 1 Kotak Susu IgG-Plus untuk menjaga kesehatan Anda dan keluarga setiap bulan
Beritahu downline Anda melakukan hal yang sama
7 bulan mendatang DIJAMIN Anda meraih penghasilan 70 juta/bulan
Pendaftaran Mobile Stockist BaruMinggu, 13 April 2008 | AdministratorUntuk kelancaran pelayanan Mobile Stockist kepada Distributor Smart Naco Indonesia, maka per tanggal 15 April 2008, pendaftaran Mobile Stockist dibuka kembali khusus untuk wilayah di luar... + Selengkapnya
Merokok dan Kopi Cegah Parkinson?Rabu, 07 Mei 2008 | AdministratorMerokok jelas bukan kebiasan yang menyehatkan, demikian pula halnya dengan minum kopi. Lantas bagaimana jika kedua kebiasaan itu digabungkan? + Selengkapnya
Obstructive Sleep Apnea, Ngorok Pembawa MautRabu, 28 November 2007 | Administrator SUARA dengkur atau ngorok sangat mengganggu orang lain. Namun, bagi si pendengkur kebiasaan itu ternyata juga menjadi bom waktu dari penyakit yang disebut sebagai penyakit obstructive sleep... + Selengkapnya
Soto Jeroan Pemicu GoutRabu, 28 November 2007 | AdministratorArtritis gout memang tidak mengancam jiwa. Tapi kalau penyakit akibat tingginya kadar asam urat dalam darah ini sempat menyerang, penderita bisa mengalami cacat persendian tangan dan kaki. Supaya... + Selengkapnya
Jalan Kaki, Cegah DiabetesSenin, 26 November 2007 | AdministratorJalan kaki? Ogah ah. Berdebu, panas, polusi pula. Mungkin ini adalah jawaban sebagian besar warga Jakarta jika ditanya bersediakah mereka jalan kaki menuju tempat lain. Padahal, jalan kaki termasuk... + Selengkapnya